RSS

Story

DAFTAR KUNJUNGAN

DALAM 19STORY MENURUT ANDA STORY MANA YANG SANGAT MENYENTUH PERASAAN ANDA… ???
silakan di comment langsung di paling bawah.. TQ

20. Bukan ‘cinta itu buta’ TAPI ‘buta untuk cinta..
19. Kisah Cinta gadis bugis yang berakhir dengan tragis
18.
1000 Burung Kertas
17. Kisah Seorang Anak yang ditinggalkan ibunya 20tahun
16. Orang Tua bukan barang rosokan
15. Perjuangan Cinta Sejati Seorang Istri

14. Cinta 100 Hari
13. Kasih Sayang Ibu kepada ANAK nya
12  Berbaktilah kepada orang tua
11. Kisah Cinta Sejati
10. I Just Wanna Say ‘I Love You’

9. Samara mati pun bersama HPnya
8. Yu Yuan, Gadis kecil yang baik hati
7. Kasih Sayang Adik Kepada Kakak nya
6. Cinta Ibu Kepada Anaknya
5. Mencintai Apa Adanya
4.
bu, Maafkan aku
3. Arti Cinta Sejati
2. Kisah Seekor Kupu – kupu
1. Seorang gadis lumpuh dan pendira AIDS

Jika Anda ingin tampilkan STORY/CERITA Anda disini.. cukup mengirimkan ke Email (ck_scorpions@yahoo.co.id)

ADD MY ACCOUNT:
Twitter : sz_lovely

FB  : yongsin.szlovely@yahoo.co.id
YM : ck_scorpions@yahoo.co.id

COMMENT ANDA SANGAT PENTING BUAT SAYA…. TQ




Address: Jl.A.Yani / Kesawan No.97 / 99 Medan
Telp : (061) 4536655 – 4516380
Email : info@kesawanhotel.com
Website :
www.kesawanhotel.com

TAMPILKAN PROMOSI IKLAN ANDA SEKARANG JUGA DISINI… (DISCOUNT 25%)
HUB : YONGSIN (061) 77988883

20. Bukan ‘cinta itu buta’ TAPI ‘buta untuk cinta..

Kisah hari ini :

Ada sepasang suami isteri,,dimana sang isteri adalah perempuan yang sangat amat cantik,,tanpa aib sedikit pun.. Dan suamix sangat mencintai,,bgitu pun isterix..

Di hari2 itu,,sedang marakx tersebar penyakit kulit,,yang akibatnya merusak keindahan kulit.. Dan sang isteri merasa dirinya tertular.. Dan wajahx mulai hancur dmakan penyakit.. Dkala tu,,sang suami sedang berada dluar,,dan blm mengetahui bahwa isterinya terserang pnyakit kulit tersebut..

Dalam prjalanan pulang,,sang suami mngalami kecelakaan,,yang akibatx suami menjadi buta..

Dari hari k hari,,sang isteri yg pada mulanya bidadari,,brubah mnjadi wanita yg amat jelek dan mnyeramkan,,namun sang suami tak bs melihat dan khidupan mereka brjalan sperti biasa dgn pnuh ksh syg dan cinta sprti awal mreka menikah..

Brjalan 40 tahun,,sang isteri pulang k rahmatullah,,dan sang suami sangat amat bersedih dan merasa kehilangan..
Dpmakaman,,sang suami org trakir yg kluar dr kuburan sang isteri.. Ketika brjalan,,dtglah seorang menyapa,, “pak,,bpk mw kemana?” Jwb sang suami,”saya mau pulang”.. Mndengar jawaban tsb,,org tsb brsedih dgn keadaan sang suami,,buta dan sndiri.. Lalu org tsb brkata,”bukankah bpk buta dan selalu de gandeng oleh sang isteri? Gmn skrg bpk mw pulang sendiri?” Jawab sang suami “sebenarnya saya tidak buta,,selama 40 tahun saya hanya berpura2 buta,,agar isteri saya tidak minder atau rendah diri kalau saya mengetahui bhwa dy sakit dan wajahnya brubah mnjadi menakutkan”..

Tamat..

Tanda tanya besar untuk hatimu,,
Kalo posisimu sbagai sang suami atau sang isteri apa yg akan km lakukan???
Dri cerita d ats sya hanya bisa ucapkan 1 kata hati yg besar

Kisah cinta menyentuh hati..
Semoga bermanfaat 🙂😉

19. Kisah Cinta gadis bugis yang berakhir dengan tragis

Aku menatap ibuku. Wanita yang telah membesarkanku dengan kasih sayang. Tangannya yang telah berkerut dimakan usia membelai rambut panjangku. Sorot matanya memencarkan sebuah harapan besar kepadaku. Aku tertunduk. Pandanganku menyapu lantai kamar. Detik berikutnya air mataku berderai.

Betapa beratnya untukku mengabulkan permintaanya. Selama ini ibuku tidak pernah mengharapkan apa-apa dariku. Selama ini dia mengorbankan apa yang ada padanya agar aku bisa tetap kuliah hingga selesai. Namun setelah aku menjadi seorang sarjana dengan perjuangan yang berat di tanah perantauan, aku harus mengubur dalam-dalam impianku untuk menjadi seorang insiyur.

“Ibu tidak punya pilihan lain,” suaranya yang serak menghembus ke dinding telingaku.

Air mataku terus mengalir tak tertahan lagi.

“Ibu berharap kamu setuju,” ucapnya dengan dialek bugis yang kental.

“Ibu mungkin tidak punya pilihan tapi saya punya hak untuk memilih,” kataku diantara isak tangis.

“Ayahmu sudah memutuskan semuanya. Sudah tidak ada lagi gunanya kita bersuara. Kamu tahu sendiri ayahmu. Dia tidak mungkin akan merubah keputusannya.”

“Aku tidak mencintainya, bu! Bagaimana mungkin aku bisa menikah dengannya.”

“Ibu juga dulu menikah dengan ayahmu karena dipaksa. Tapi kami bisa hidup rukun sampai sekarang.”

“Tapi itu dulu, bu. Sekarang zaman sudah berubah.”

“Zaman bisa berubah tapi ada yang tidak pernah bisa berubah. Cinta. Kamu bisa mencintainya setelah kalian hidup bersama nanti. Seperti ibu dan ayahmu dulu,” kata ibuku yang pensiunan guru SD.

“Aku mencintai orang lain, bu. Kami sudah berjanji untuk sehidup dan semati.”

“Hidup dan mati ditangan Tuhan, nak. Kamu tahu kalau kamu menolak pinangan ini maka harga diri keluarga kita akan hilang.”

Aku sudah kehabisan kata-kata untuk kujadikan untaian kalimat yang dapat menggambarkan isi hatiku. Aku merebahkan diriku di pembaringan. Aku terlelap dalam tangisan panjang. Dulu aku selalu menolak semua lamaran pria yang ingin menjadikanku sebagai pendamping hidup mereka. Bahkan sejak aku lulus SD ada yang berani melamarku tapi alasanku menolak mereka karena aku masih ingin sekolah. Namun sekarang… Aku tidak bisa lagi menolak karena lamaran telah diterima oleh ayahku tanpa meminta persetujuanku terlebih dahulu

#####

“Aku mencintaimu, Ana.”

Kalimat itu kembali diucapkannya. Meski lewat ponsel tapi aku bisa merasakan kejujurannya.

“Aku juga. Tapi kamu tahu sendiri, aku tidak mungkin mengubah semua rencana keluargaku.”

“Aku tidak akan menikah selain dengan dirimu,” ucap Dewantara dengan tegas.

Aku hanya diam.

“Cintaku padamu bukan cinta tersisa. Aku tidak sempurna tapi aku mencintaimu dalam kesempurnaan. Cintaku padamu tak akan pernah kering selama samudera tetap berombak. Cintaku padamu tak akan pernah berubah sekalipun tubuhku menyatu dengan tanah.”

“Aku tahu itu! Aku percaya!”

Tak ada suara. Aku menatap sang purnama lewat daun jendela kamarku. Sinarnya memancarkan keindahan ditengah kegundahan hatiku.

“Kita kawin lari saja, Ana!”

“Tara! Itu tidak mungkin. Itu aib bagi keluargaku.”

“Kita tidak ada pilihan lain.”

Aku menghembuskan nafasku dengan berat diantara dinginnya angin malam. Kenapa hidup harus memilih? Kenapa setiap pilihan yang ada selalu berat dan sulit untuk diputuskan? Meski aku tahu jawabannya, aku tetap bertanya dalam hati. Hidup penuh dengan resiko. Setiap pilihan penuh dengan resiko. Tapi bukan hidup namanya kalau tidak ada resiko didalamnya. Resiko dari hidup adalah meninggal dunia. Resiko dari usaha adalah kegagalan. Resiko dari mencintai adalah tidak bisa memiliki seutuhnya orang yang kita cintai.

“Aku berjanji padamu, kita akan bersama satu satu hari nanti.”

“Tapi sampai kapan aku harus menunggu?”

Aku tidak bisa menjawab pertanyaan Dewantara. Tuhankah aku sehinga aku mengetahui apa yang akan terjadi besok? Aku hanya seorang gadis Bugis yang terikat dengan adat istiadat.

“Aku percaya kita akan bersama meski aku sendiri tidak tahu kapan waktunya. Aku hanya menggantungkan pengharapanku kepada Yang Maha Kuasa.”

Aku menutup pembicaraan hari itu dengan sebuah undangan agar Dewantara hadir di hari pernikahanku nanti. Aku tahu itu akan menyakiti hatinya.

######

Air mataku tak terbendung lagi saat melihat Dewantara hadir dipernikahanku. Betapa hancurnya hatinya ketika melihatku bersanding dengan pria lain. Dengan pria yang hampir seusia ayahku. Kalau saja pria itu bukan orang kaya dan terpandang, ayahku tidak mungkin akan menerima pinangannya. Apa lagi uang maharnya yang sangat besar. Aku masih beruntung karena masih memiliki kesempatan kuliah. Sementara banyak gadis Bugis lainnya menikah di usia yang sangat dini. Bahkan anak tetanggaku sendiri, terpaksa berhenti sekolah karena ada yang melamarnya. Dia hanya lulusan SD saja. Haknya untuk meraih cita-citanya dipasung oleh ego orang tuanya.

Betapa sulitnya menjadi gadis Bugis sepertiku. Gadis yang hanya dipandang sebagai pelayan untuk suaminya dan alat untuk melahirkan ahli waris bagi suaminya. Aku tersenyum bahagia jika melihat ada gadis bugis yang berhasil meraih cita-citanya meski kadang merasakan perihnya dijuluki perawan tua oleh ibu-ibu penggosip yang hidup seperti tempurung dalam kelapa karena tak pernah melihat dunia luar.

Dari kecil aku memegang prinsip “Maradeka Towajoe Adena Napopuang” ( *Artinya secara bebas :maradeka to wajoe –>> bahwa orang wajo itu merdeka, adena napopuang –>> hanya ade(konstitusi) yang dipertuan. Wajo merupakan salah satu kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan.) Ketika aku diperhadapkan antara cinta, cita-cita dan keluarga yang menjunjung tinggi adat istiadat aku ingin memilih meraih cita-citaku lalu menggapai cinta. Tapi sayang aku tidak bisa memilih.

Setelah melakukan semua ritual adat pernikahan aku sudah memutuskan. Keputusanku tak akan bisa berubah lagi. Hanya aku, Dewantara dan Tuhan yang tahu keputusan yang telah kubuat. Aku sudah melakukan bagianku sebagai seorang anak dengan mengikuti keinginan kedua orang tuaku dan sekarang aku ingin mengikuti kata hatiku. Hati yang penuh dengan cinta. Aku berharap keputusan dan kenekatanku kaan menjadi pelajaran bagi banyak orang. Aku tidak akan menyerahkan keperawananku kepada orang tidak aku cintai meski dia suamiku sendiri.

######

Aku terus berlari bersama Dewantara diantara gelapnya malam. Jantungku berdetak dengan kencang. Aku sudah kelelahan berlari menelusuri hutan hampir dua jam menelusuri hutan. Apa lagi resepsi pernikahan telah menguras banyak tenagaku. Akhirnya aku dan Dewantara memutuskan berhenti sejenak.

“Menyerahlah kalian,” teriak seseorang yang kukenal. Itu suara ayahku. Terdengar lolongan anjing pemburu diantara suara langkah kaki orang banyak. Aku tidak tahu pasti berapa jumlah orang yang mengejarku dan Dewantara.

Aku menatap Dewantara dalam ketakutan. Dia hanya tersenyum. Sebuah senyuman pahit. Dia menarik tanganku dan mengajakku berlari. Kami terus berlari dan dikejar oleh orang sekampung. Rasa lelahku hilang seketika dan bergantikan ketakutan. Lankah kaki kami berhenti. Tak ada lagi tanah yang bisa kami pijak. Dihadapan kami berdua menganga sebuah jurang yang dalam. Aku memalingkan kepalaku ke belakang. Ayahku dan kawanannya semakin mendekat. Aku kembali menatap Dewantara diantara nafasku yang memburu.

Dewantara memelukku. Pelukan yang membuatku damai. Aku menatap kilauan badik yang terpantul sinar bulan digenggaman ayahku yang berjarak beberapa puluh meter dari tempatku dan Dewantara berdiri.

“Kita sudah mengikrarkan janji setia sehidup semati. Hari ini ikrar itu akan terkabulkan,” ucap Dewantara pelan dan lembut di daun telingaku.

Kami saling bertatapan. Sorot matanya tak pernah berubah semenjak aku mengenalnya pertama kali. Tatapan yang selalu dan selalu saja menggetarkan hatiku.

“Tidak ada yang mampu memisahkan kita selain maut karena cinta kuat seperti maut,” balasku.

“Menyerahlah kalian!”

Detik berikutnya aku dan Dewantara berlari sekuat tenaga sambil berpegangan tangan. Jurang tajam menjadi saksi bisu kekuatan cintaku kepada Dewantara. Waktu seakan berhenti ketika melintasi ruang kosong yang menjatuhkan berat badanku. Waktu benar-benar berhenti ketika tubuhku terhempas dibebatuan raksasa. Tak ada kesempatan lagi untukku mengucapkan kata cinta. Tak ada penyesalan yang ada sebuah kisah tragis.

18. 1000 Burung Kertas

Sewaktu boy dan girl baru pacaran, boy melipat 1000 burung kertas buat girl, menggantungkannya di dalam kamar girl. Boy mengatakan, 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya.

Waktu itu, girl dan boy setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua.

Tetapi pada suatu saat, girl mulai menjauhi boy. Girl memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis, ke Paris tempat yang dia impikan di dalam mimpinya berkali-kali itu!!

Sewaktu girl mau mutusin boy, girl bilang sama boy, “Kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa. Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya!! Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah menikah.!!”

Setelah Girl pergi ke Perancis, Boy bekerja keras, dia pernah menjual koran, menjadi karyawan sementara, bisnis kecil, setiap pekerjaan dia kerjakan dengan sangat baik dan tekun.

Sudah lewat beberapa tahun…
Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya , akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Girl, dia masih tidak dapat melupakannya.

Pada suatu hari, waktu itu hujan, Boy dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali mereka, mereka adalah orang tua Girl.

Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil pribadi, tetapi juga mempunyai Vila dan perusahaan sendiri, ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang Bos. Boy mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang tua tersebut.

Hujan terus turun, tanpa henti, biarpun kedua org tua itu memakai payung,tetapi badan mereka tetap basah karena hujan.

Sewaktu mereka sampai tempat tujuan, Boy tercengang oleh apa yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman. Dia melihat di atas papan nisan Girl tersenyum sangat manis terhadapnya.

Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung-burung kertas yang dibuatkan Boy, dalam hujan burung-burung kertas itu terlihat begitu hidup.

Orang tua Girl memberitahu Boy, Girl tidak pergi ke paris, Girl terserang kanker, Girl pergi ke surga. Girl ingin Boy menjadi orang, mempunyai keluarga yang harmonis, maka dengan terpaksa berbuat demikian terhadap Boy dulu. Girl bilang dia sangat mengerti Boy, dia percaya kalau Boy pasti akan berhasil.

Girl mengatakan, kalau pada suatu hari Boy akan datang ke makamnya dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi. Boy langsung berlutut, berlutut di depan makam Girl, menangis dengan begitu sedihnya.

Hujan pada hari Ching Ming itu terasa tidak akan berhenti, membasahi sekujur tubuh Boy. Boy teringat senyum manis Girl yang begitu manis dan polos, mengingat semua itu, hatinya mulai meneteskan darah.

Sewaktu Orang tua ini keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau Boy sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut.

Hatiku tidak pernah menyesal,
Semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas,
1000 ketulusan hatiku,
Beterbangan di dalam angin
Menginginkan bintang yang lebat besebaran di langit,
Melewati sungai perak,
Apakah aku bisa bertemu denganmu?
Tidak takut berapapun jauhnya,
Hanya ingin sekarang langsung berlari ke sampingmu.
Masa lalu seperti asap, hilang dan tak kan kembali,
Menambah kerinduan di hatiku.
Bagaimanapun dicari,
Jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah.

Bagaimana menurut pendapat Anda dengan cerita ini?? di comment ya… ^^

17. KISAH SEORANG ANAK yang di tinggalkan ibunya 20tahun

Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki,
wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku,
memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini
memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain
saja.

Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya
membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun
melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya
menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga
Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan
membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.

Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa
stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu
melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu
menuruti perkataan saya. Saat usia Angelica 2 tahun, Sam meninggal
dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi
semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya
mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya
pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang
sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya
tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar
hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak
kejadian itu.

Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia
Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat
buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah
sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah
berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah
perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi
yang mengingatnya.

Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti
sebuah film yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari
betapa jahatnya perbuatan saya dulu.tiba-tiba bayangan Eric melintas
kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric. Sore
itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad
dengan pandangan heran menatap saya dari samping. “Mary, apa yang
sebenarnya terjadi?”

“Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal
yang telah saya lakukan dulu.” aku menceritakannya juga dengan
terisak-isak. Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah
memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis
saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang.
Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari
hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya
tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric…

Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada
sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya
mengamatinya dengan seksama… Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali
potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan
Eric sehari-harinya. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap
sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor.
Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala
ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.

“Heii…! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!”

Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, “Ibu, apa ibu kenal
dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?”

Ia menjawab, “Kalau kamu ibunya, kamu sungguh tega, Tahukah kamu, 10
tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus
menunggu ibunya dan memanggil, ‘Mommy…, mommy!’ Karena tidak tega,
saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya.
Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah,
namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan
yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis
setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu…”

Saya pun membaca tulisan di kertas itu…

“Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi…? Mommy marah sama
Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji
kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom…”

Saya menjerit histeris membaca surat itu. “Bu, tolong katakan…
katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang!
Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!”

Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.

“Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric
telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya
sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan
di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut
apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya
ada di dalam sana… Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari
belakang gubuk ini… Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang
lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana.”

Bagaimana menurut pendapat Anda dengan cerita ini?? di comment ya… ^^

16. Orang Tua Bukan Barang Rongsokan !!!!

Konon di jepang pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan, mereka yang dibuang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya sehingga tidak memberatkan kehidupan anak2nya.
Pada suatu hari ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya kehutan, karena si ibu telah lumpuh dan mulai pikun. Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya tsb. Si ibu yang kelihatan tak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya dan mematahkanny kemudian menaburkanny disepanjang jalan yang mereka lalui.
Sesampai didalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan ibu tersebut dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia juga tdk menyangka sanggup melakukan perbuatan ini.
Justru si ibu yang tampak tegar, dalam senyumnya dia berkata “Anakku, aku sangat menyayangimu. Dari kau kecil sampai dewasa aku selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini rasa sayangku tidak berkurang sedikitpun. Tadi aku sudah menandai sepanjang jalan yang kita lewati dengan ranting2 kayu. Aku takut kau tersesat, ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai dirumah.”
Demi mendengar kata2 tersebut, si anak menangis dengan sangat keras, kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendonya untuk membawa si ibu pulang kerumah. Pemuda tersebut akhirnya merawat ibu yang sangat mengasihinya tersebut sampai si ibu meninggal.
Pesan moral: orang tua bukan barang rongsokan yang bisa buang atau diabaikan setelah terlihat tdk berdaya. Menitipkan mereka di panti jompo, dan hanya mengunjungi jika sempat tidak jauh lebih mulia dibanding membuang mereka dihutan dan membiarkan mereka meninggal dalam kesendirian merindukan perhatian dan kasih sayang org2 yg mereka kasihi.
(Yongsin.szlovely : so, HARGAILAH KEDUA ORANG TUA KAMU)

15. Mencintai Apa Adanya

nadia mengeluh kepada kekasihnya, setiap kali nadia bertanya kepada pacarnya..
“kenapa sih kamu kok bisa cinta aku??” sang pacar hanya menjawabnya dengan senyuman, bukan sekali atau dua kali, namun puluhan kali nadia tetap mendapat jawaban yang sama..
suatu sore nadia tengah duduk sambil ngerumpi ala para wanita di sebuah Café bersama teman temannya.

Fina,Angel, dan Aqila..
nadia iri terhadap teman-temannya, mereka selalu punya alasan mengapa pacar2 mereka memiliki alasan setiap kali ditanya “kenapa kamu cinta aku”..

Fina suka bilang, pacanya suka sama dia karena Fina orangnya cantik dan Badannya seksi..

sedangkan Angel, pacarnya bilang, dia cinta Angel karena Angel anaknya BAIK, ASIK, dan tentu saja cantik

kemudian Aqila, aqila bilang.. “pacarku suka sama aku gara2 denger aku jadi vokalis band di kampus, katanya sih suaraku bagus dan unik., dia selalu bilang.. “bersyukurnya aku, punya pacar BAIK, CANTIK, PINTER NYANYI LAGI…”

Sedangkan Nadia.. lagi dan lagi tidak punya jawaban.. karena pacarnya tidak pernah mengatakannya..,,
nadia semakin kecewa.. “Beararti Pacarku tidak mencintaiku lagi” !!! nadia mengambil garis besar dari apa yang di alaminya.. mereka semua punya alasan.. sedangkan kamu enggak pernah punya… Mulai sekarang kita “PUTUS” Nadia mengucapkan itu dengan rasa amarah .. kekasihnya hanya diam.. dia seperti ingin mengatakan sesuatu kepada nadia.. tapi nadia tidak memberinya kesempatan.. nadia melangkah penuh rasa kesal..

Suatu hari nadia pergi keluar kota bersama teman2nya.. jalanan penuh dengan kabut tebal.. hujan turun sangat lebat.. nadia kehilangan control mobilnya.. mobil terjun bebas kedalam jurang..

Gelap..

sunyi..

hilang..

nadia tersadar dalam keadann yang berbeda, Wajahnya penuh luka gores ynag dalam, bekasnya membuat nadia menjerit sejadi jadinya..
tapi lagi lagi nadia tidak bisa menjerit seperti biasa, lidahnya kelu… dokter masih kesulitan mengobati saraf lidah miliknya.. ada sesuatu yang salah pada lidah nadia.. ia tidak bisa menggubakannya untuk berbicara..

Belum habis kesedihannya.. saat akan melangkah nadia kesakitan.. karena kedua kakinya di Gips.. ia mengalami patah tulang parah akibat tergencet Dashbor mobilnya.. beruntung orang tuanya tidak mengijinkan dokter untuk mengamputasi kedua kaki nadia..

Nadia benar2 terpukul..

Di tempat pemulihan, nadia yang tengah duduk diatas kursi roda.. memandangi hijaunya lembah yang bergurat hebat, Villa ayah nadia dijadikan Basecamp kesembuhan putrid mereka..
4 bulan sudah nadia berada disana, namun nadia belum merasakan perkembangan yang menggembirakan.. kakinya masih saja lumpuh.. lidahnya masih belum mampu berrkata sepatah-pun.
sedangkan wajahnya.. hingga hari itu, nadia enggan melihat cermin…

Suatu pagi , seorang pemuda datang, ia menghampiri nadia di tempatnya biasa duduk. karena nadia belum bisa berbicara, nadia hanya menulis ucapannya pada selembar kertas..

“Kenapa kamu kesini??

“aku kesini pengen ketemu kamu Nad..”

“kemana aja kamu selama ini?? kamu malu ya punya mantan pacar yang Cacat??

pemuda itu tersenyum.. “aku enggak malu nad.. sehabis putus sama kamu, aku pergi ke korea.. aku diajak adik papa buat bantu2 dia disana..

“kenapa kamu punya fikiran buat ketemu aku lagi, bukannya dulu aku udah mutusin kamu, apalagi sekarang aku Cacat, aku Buruk dan sudah enggak bisa apa-apa lagi.. aku udah enggak berarti..” nadia menangis…

pemuda itu memandang lekat wajah nadia.. di dekatkan badannya kearah nadia.

“kamu tau nad, Dulu , aku enggak bisa menjawab ketika kamu selalu bertanya , mengapa aku mencintai kamu… kalau dulu kukatakan aku mencintai kamu karena kamu pandai bernyanyi, tentu setelah keadaan kamu seperti sekarang, tidak ada alasan lagi bagiku mencintai kamu, kalau kukatan aku mencintaimu karena kamu pandai manari, masih adakah cintaku setelah kakimu tidak dapat digerakkan lagi, setidaknya sekarang??? dan kalau kukatakan karena wajahmu yang cantik dan menarik, tentu cintaku hilang setelah wajahmu cacat dan jelek..

“Jadi.. Dari dulu sampai sekarang hingga Nanti. Aku mencintaimu tanpa Alasan.. “aku mencintai apa adanya kamu”

Nadia menangis ..
dan pemuda itu memeluknya..

Cinta adalah.. Memberi… memberi… dan memberi.. cinta yang murni tidak pernah meminta, tidak pernah menuntut, ia hadir tanpa pamrih, ia penuh dengan keiklasan…
Dengan cinta hidup terasa manis.. indah dan sempurna..
ingat tidak saat masih pacaran.. pacar jerawatan dibilang sebersih embun, badan pacar gendut dibilang seksi dan menawan.. dan banyak lagi pembenaran lainnya.. tapi banyak diantaranya setelah menikah,, semua itu seperti lenyap.. kenpa?? “karena kita memiliki alasan….”

AKU MENCINTAIMU KARENA AKU TAK MEMPUNYAI SATUPUN ALASAN..
BEGITU JUGA AKU.. AKU TAK MEMILIKI SATUPUN ALASAN UNTUK MENINGGALKANMU..

JANGAN BERI AKU ALASAN UNTUK MENCINTAIMU… KARENA KELAK AKU AKAN MENINGGALKANMU DENGAN ALASAN ITU…

14. Cinta 100 Hari

peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun,
hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik
bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.

Tina: “Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi
waktu denganku.”

Peter: “Kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua
saja yang tidak punya pasangan sekarang.”
(keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)

Tina: “Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?”
Peter: “Eh? permainan apaan?”

Tina: “Eng… gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi
pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?”

Peter: “Baiklah…. lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan
ke depan.”

Tina: “Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya… semangat dong! hari ini akan
jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?”

Peter: “Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen
deh. katanya film itu bagus”

Tina: “OK dech…. Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke
karaoke ya…
ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru.”

Peter : “Boleh juga…”
(mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang
malam harinya)

Hari ke 2:
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe,
suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati
mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah
kalung perak berliontin bintang untuk Tina.

Hari ke 3:
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat
Peter.
Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli
sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di
foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai
berpegangan tangan untuk pertama kalinya.

Hari ke 7:
Bermain bowling dengan teman-teman Peter. Tangan tina terasa sakit karena
tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina
dengan lembut.
Hari ke 25:
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay . Bulan sudah menampakan diri,
langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka
duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan
suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan
melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.

Hari ke 41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan
kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam
hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu
menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang
tahunnya.

Hari ke 67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan
mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear
untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.

Hari ke 72:
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China.. Tina
penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya
mengatakan “Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang”, kemudian peramal itu
meneteskan air mata.

Hari ke 84:
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi
karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan
berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya
pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan
mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.

Hari ke 99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana.
Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.

15:20 pm
Tina: “Aku haus.. Istirahat dulu yuk sebentar.”
Peter: “Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu
mau minum apa?”
Tina: “Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari
ini. Sebentar ya”
Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta
selalu macet.

15:30 pm
Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga.
Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah
panik.
Peter : “Ada apa pak?”
Orang asing: “Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu
adalah temanmu”
Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu.
Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak
tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.
Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.
Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit.
Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.

23:53 pm
Dokter: “Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih
bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan
surat ini dalam kantung bajunya.”
Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia
segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi
terlihat damai.
Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan
erat.
Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat
dalam di hatinya.
Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya.
Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.

Dear Peter…
ke 100 hari kita sudah hampir berakhir.
Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.
Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,
tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.
Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.
Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi
sebelumnya.
Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang
hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh
malam itu di pantai,
Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi
kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur
hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.

23:58
Peter: “Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat
meniup lilin ulang tahunku?
Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya..
Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah 99
hari!
Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama!
Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku
kesepian!
Tina, Aku sayang kamu…!”

Jam dinding berdentang 12 kali…. jantung Tina berhenti berdetak.
Hari itu adalah hari ke 100…

Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan
pernah kembali lagi.

13. Kasih Sayang Ibu kepada ANAK nya

Ibuku hanya memiliki satu kaki
dan satu mata, Aku membencinya
sungguh memalukan. Ia menjadi
juru masak di rumah tetanggaku
dan berjualan kue di sekolahku,
untuk membiayai keluarga. Suatu
hari ketika aku masih SD, ibuku
datang. Aku sangat malu. Mengapa
ia lakukan ini?

Aku memandangnya dengan penuh
kebencian dan melarikan diri. Ibuku
terdiam hanya memandang. Keesokan harinya di sekolah. “Ibumu hanya punya satu kaki dan satu mata. ?!?!” Iieeeeee, jerit seorang temanku. Aku berharap
ibuku lenyap dari muka bumi. Ujarku pada ibu,
“Bu, Mengapa Ibu tidak punya satu kaki dan satu mata lainnya? Kalau Ibu hanya ingin membuatku ditertawakan lebih baik Ibu mati saja !!!” Ibuku tidak menyahut. Aku merasa agak tidak enak, tapi pada saat yang bersamaan, lega rasanya sudah mengungkapkan apa yang ingin sekali kukatakan selama ini. Mungkin karena Ibu tidak menghukumku, tapi aku tak berpikir sama sekali bahwa perasaannya
sangat terluka karenaku.

Malam itu. Aku terbangun dan pergi
ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku sedang menangis, tanpa suara, seakan-akan ia takut aku akan terbangun karenanya. Ia memandangku sejenak, dan kemudian berlalu dengan kaki pincang. Akibat perkataanku tadi,
hatinya tertusuk. Walaupun begitu, aku membenci ibuku yang sedang menangis dengan satu kaki dan matanya. Jadi aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku akan tumbuh dewasa dan menjadi orang
yang sukses.

Kemudian aku belajar dengan tekun, ibuku terus bekerja membelikanku baju, buku sekolah, membayar uang sekolah. Dan akhirnya aku lulus dan mendapat
beasiswa masuk perguruan tinggi Kutinggalkan ibuku dan pergi ke Jakarta untuk menuntut ilmu. Lalu aku pun menikah. Aku membeli rumah. Kemudian akupun memiliki anak. Kini aku hidup dengan bahagia sebagai seorang yang
sukses. Aku menyukai tempat tinggalku karena tidak membuatku teringat akan ibuku. Kebahagian ini bertambah terus dan terus,

ketika ibuku datang ke rumahku. Apa?! Siapa ini?! Itu ibuku. Dengan terlihat kepanasan di wajahnya, berkeringat dan
terengah-engah dengan kaki dan mata satunya. Seakan-akan langit runtuh menimpaku. Bahkan anak-anakku berlari ketakutan, ngeri melihat bentuk ibuku yang gak karu-karuan. Kataku, “Siapa
kamu?! Aku tak kenal dirimu!!”Berani-beraninya kamu datang ke sini dan menakuti anak-anakku! !” “KELUAR DARI SINI! SEKARANG!! Ibuku hanya
menjawab perlahan, “Oh, maaf Sepertinya saya salah alamat,”dan
ia pun berlalu dengan tongkat kakinya. Untung saja ia tidak mengenaliku. Aku sungguh lega. Akutak peduli lagi. Akupun menjadi sangat lega.

Suatu hari, sepucuk surat undangan
reuni sekolah tiba di rumahku di
Jakarta. Aku berbohong pada
istriku bahwa aku ada urusan
kantor. Akupun pergi ke sana.
Setelah reuni, aku mampir ke gubuk
tua, yang dulu aku sebut rumah..
Hanya ingin tahu saja.
Di sana, kutemukan ibuku
tergeletak dilantai yang dingin.
Namun aku tak meneteskan air
mata sedikit pun. Ada selembar
kertas di tangannya. Sepucuk surat
untukku. ”Anakku..Kurasa hidupku
sudah cukup panjang.. Dan aku
tidak akan pergi ke Jakarta lagi.
Namun apakah berlebihan jika aku
ingin kau menjengukku sekali ?
Aku sangat merindukanmu. Dan aku
sangat gembira ketika tahu kau
akan datang ke reuni itu. Tapi
kuputuskan aku tidak pergi ke
sekolah. Demi kau. Dan aku minta
maaf karena hanya membuatmu
malu dengan keadaan cacat fisiku.
taukah kamu anakku, ketika kau masih dalam
kandungan ibu mengalami
kecelakaan , ketika ibu masih hamil
seseorang telah dengan sengaja
menabrak kaki ibu hingga patah.
Tetapi untung kandungan ibu
selamat, akhirnya ibu melahirkan
bayi lucu yaitu kamu, tetapi sayang
tuhan hanya memberikan mu satu
mata .Sebagai seorang ibu, aku tak
tahan melihatmu tumbuh hanya
dengan mata satu. Maka aku
berikan mata satuku kepadamu,.
Aku sangat bangga padamu yang
telah melihat seluruh dunia
untukku, ditempatku, dengan mata
itu. Aku tak pernah marah atas
semua kelakuanmu. Ketika kau
marah padaku.. Aku hanya
membatin sendiri, “Itu karena ia
mencintaiku” Anakku! Oh,
anakku!”
Akupun menangis sekeras dan
memeluk ibuku erat-erat meminta
maaf, namun sayang ternyata Ibuku
sudah beberapa jam lalu meninggal
dalam kesendiriannya.
Bersyukurlah atas apa yang Anda
miliki sekarang dibandingkan apa
yang tidak dimiliki oleh jutaan
orang lain! Luangkan waktu untuk
mendoakan ibu Anda……

12. BERBAKTILAH KEPADA ORANG TUA

Seorang lelaki tua yang baru ditinggal mati isterinya tinggal bersama anaknya, Arwan dan menantu perempuannya, Rina, serta cucunya, Viva yang baru berusia enam tahun.  Keadaan lelaki tua itu sudah uzur, jari-jemarinya senantiasa gemetar dan pandangannya semakin hari semakin buram.

Malam pertama pindah ke rumah anaknya, mereka makan malam bersama. Lelaki tua itu merasa kurang nyaman menikmati hidangan di meja makan.  Dia merasa amat canggung menggunakan sendok dan garpu.  Selama ini dia gemar bersila, tapi di rumah anaknya dia tiada pilihan.  Cukup sukar dirasakannya, sehingga seringkali makanan tersebut tumpah. Sebenarnya dia merasa malu seperti itu di depan anak menantu, tetapi dia gagal menahannya. Oleh karena kerap sekali dilirik menantu, selera makannyapun hilang. Dan tatkala dia memegang gelas minuman, pegangannya terlepas. Praaaaaannnnngggggg!! Bertaburanlah serpihan gelas di lantai.

Pak tua menjadi serba salah. Dia bangun, mencoba memungut serpihan gelas itu, tapi Arwan melarangnya. Rina cemberut, mukanya masam. Viva merasa kasihan melihat kakeknya, tapi dia hanya dapat melihat untuk kemudian meneruskan makannya.

“Esok ayah tak boleh makan bersama kita,” Viva mendengar ibunya berkata pada kakeknya, ketika kakeknya beranjak masuk ke dalam kamar. Arwan hanya membisu. Sempat anak kecil itu memandang tajam ke dalam mata ayahnya.

Demi memenuhi tuntutan Rina, Arwan membelikan sebuah meja kecil yang rendah, lalu diletakkan di sudut ruang makan. Di situlah ayahnya menikmati hidangan sendirian, sedangkan anak menantunya makan di meja makan. Viva juga dilarang apabila dia merengek ingin makan bersama kakeknya.

Air mata lelaki tua meleleh mengenang nasibnya diperlakukan demikian. Ketika itu dia teringat kampung halaman yang ditinggalkan. Dia terkenang mendiang isterinya. Lalu perlahan-lahan dia berbisik: “Miah… buruk benar layanan anak kita pada abang.”

Sejak itu, lelaki tua merasa tidak betah tinggal di situ. Setiap hari dia dihardik karena menumpahkan sisa makanan.  Dia diperlakukan seperti budak. Pernah dia terpikir untuk lari dari situ, tetapi begitu dia teringat cucunya, dia pun menahan diri. Dia tidak mau melukai hati cucunya. Biarlah dia menahan diri dicaci dan dihina anak menantu.

Suatu malam, Viva terperanjat melihat kakeknya makan menggunakan piring kayu, begitu juga gelas minuman yang dibuat dari bambu. Dia mencoba mengingat-ingat, di manakah dia pernah melihat piring seperti itu. “Oh! Ya…” bisiknya. Viva teringat, semasa berkunjung ke rumah sahabat papanya dia melihat tuan rumah itu memberi makan kucing-kucing mereka menggunakan piring yang sama!

“Tak akan ada lagi yang pecah, kalau tidak begitu, nanti habis piring dan mangkuk ibu,” kata Rina apabila anaknya bertanya.

Waktu terus berlalu. Walaupun makanan berserakan setiap kali waktu makan, tiada lagi piring atau gelas yang pecah. Apabila Viva memandang kakeknya yang sedang menyuap makanan, kedua-duanya hanya berbalas senyum.

Seminggu kemudian, sewaktu pulang bekerja, Arwan dan Rina terperanjat melihat anak mereka sedang bermain dengan kepingan-kepingan kayu. Viva seperti sedang membuat sesuatu. Ada palu, gergaji dan pisau di sisinya. “Sedang membuat apa sayang? Berbahaya main benda-benda seperti ini,” kata Arwan menegur manja anaknya. Dia sedikit heran bagaimana anaknya dapat mengeluarkan peralatan itu, padahal ia menyimpannya di dalam gudang.

“Mau bikin piring, mangkuk dan gelas untuk Ayah dan Ibu. Bila Viva besar nanti, supaya tak susah mencarinya, tak usah ke pasar beli piring seperti untuk Kakek,” kata Viva.

Begitu mendengar jawaban anaknya, Arwan terkejut. Perasaan Rina terusik. Kelopak mata kedua-duanya basah. Jawaban Viva menusuk seluruh jantung, terasa seperti diiris pisau. Mereka tersentak, selama ini mereka telah berbuat salah !

Malam itu Arwan menuntun tangan ayahnya ke meja makan. Rina menyendokkan nasi dan menuangkan minuman ke dalam gelas. Nasi yang tumpah tidak dihiraukan lagi. Viva beberapa kali memandang ibunya, kemudian ayah dan terakhir wajah kakeknya. Dia tidak bertanya, cuma tersenyum saja, bahagia dapat duduk bersebelahan lagi dengan kakeknya di meja makan. Lelaki tua itu juga tidak tahu kenapa anak menantunya tiba-tiba berubah.

“Esok Viva mau buang piring kayu dan gelas bambu itu” kata Viva pada ayahnya setelah selesai makan. Arwan hanya mengangguk, tetapi dadanya masih terasa sesak.

Moral of the story – Hargailah kasih sayang kedua orang tua kita. Bapak Ibu kita hanya satu, setelah meninggal tidak akan ada pengganti. Jadi, berbaktilah kepada mereka selagi hidup !

szlovely mengucapkan : Berbaktilah pada Orang Tua selagi mereka masih ada …….oke!!!

10. KISAH CINTA SEJATI

John dan Jessica telah berumah tangga selama 7 tahun..

Mereka saling mencintai, namun Jessica sejak awal menutupi semua perasaan cintanya terhadap John..Ia begitu takut apabila John mengetahui betapa ia mencintai pria itu, John lantas meninggalkannya sebagaimana kekasih-kekasihnya selama ini..Tapi tidak bagi John..Ia selalu menyatakan perasaan cintanya kepada Jessica dengan tulus dan begitu terbuka..Setiap saat ketika bersama Jessica, John selalu menunjukkan cintanya yang besar,  seolah-olah itulah saat akhir John bersama Jessica..

Jessica selalu bersikap tidak menyenangkan terhadap John..Setiap saat dia selalu mencoba menguji seberapa besar cinta John terhadapnya. Jessica selalu mencoba melakukan hal-hal yang keterlaluan dan diluar batas kepada John..Meski Jessica tahu betapa hal itu sungguh salah, namun melihat sikap John yang tetap berlaku baik padanya, membuat Jessica tetap bertahan untuk melihat seberapa besar kesungguhan cinta pria yg dinikahinya itu..

Hari pertama pernikahan mereka.. Jessica bangun siang..Dia tidak sempat menyiapkan sarapan untuk John ketika John hendak berangkat kerja..Namun John tetap tersenyum dan mengatakan, “Tidak apa-apa..Nanti aku bisa sarapan di kantor..”
Saat John pulang dari kantor, Jessica tidak sengaja memasak makanan yang tidak disukai John..Meski menyadari hal itu, Jessica tetap memaksakan agar suaminya mau makan makanan itu..John tetap tersenyum dan berkata, ” Wah..sepertinya sudah saatnya aku belajar menghadapi tantangan..Masakanm u sepertinya tantangan yang hebat, sayang..Aku sudah tidak sabar untuk menyantapnya.” Jessica terkejut, tapi tidak mengatakan apa-apa.

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam saat Jessica terlelap John memanjatkan doa, “Tuhan….Di pagi pertama pernikahan kami Jessica tidak membuatkanku sarapan. Padahal aku begitu ingin bercakap-cakap di meja makan bersamanya sambil membicarakan betapa indah hari ini, di hari pertama kami menjalani kehidupan baru sebagai suami istri.. Tapi tidak apa-apa, Tuhan.. Karena sepertinya Jessica kelelahan setelah resepsi pernikahan kami tadi malam..Bantulah kekasih hatiku ini, Tuhan agar dia boleh punya tenaga yang cukup untuk menghadapi hari baru bersamaku besok..Tuhan, Engkau tau betapa aku tidak bisa makan spaghetti karena pencernaanku yang tidak begitu baik..Tapi sepertinya Jessica sudah bekerja keras untuk masak makanan itu..Mampukan aku untuk menghargai setiap apa yang dilakukan istriku kepadaku, Tuhan..Jangan biarkan aku menyakiti perasaannya meski itu tidak mengenakkan bagiku..”

Tahun kedua pernikahan mereka..John membangunkan Jessica pagi-pagi untuk berdoa bersama..Namun Jessica menolak dan lebih memilih melanjutkan tidurnya. John tersenyum dan akhirnya berdoa seorang diri.

Sore hari sepulang kantor, John mengajak Jessica berjalan-jalan ke taman..Meski terpaksa, Jessica akhirnya mau juga ke tempat dimana dulu perasaannya begitu berbunga-bunga saat bersama John..Tetapi Jessica menolak rangkulan John, dan berkata, “Jangan, John..Aku malu..”..John tersenyum dan berkata, “Ya, aku mengerti..” Jessica melihat kekecewaan dimata John, namun tidak melakukan apapun untuk menghilangkan kekecewaan itu..

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya..” Tuhan..Ampuni aku yang tidak bisa membawa istriku untuk lebih dekat padaMU pagi hari ini..Mungkin tidurnya kurang karena pikirannya yang sedang berat..Tapi aku yakin, Tuhan besok Jessica mau bersama-sama denganku bercakap-cakap kepadaMu..Tuhan, Engkau juga tahu kesedihanku saat Jessica meolak kurangkul ketika ke taman hari ini. Tapi tidak apa-apa Dia sedang datang bulan, mungkin karena itu perasaannya juga jadi lebih sensitive Mampukan aku untuk melihat suasana hati istriku, Tuhan.”

Tahun ketiga pernikahan mereka. Mereka kini mempunyai seorang putera bernama Mark. Jessica menjadi tidak pernah lagi meneruskan kebiasaannya membaca bersama John sebelum tidur. Jessica semakin sering menolak ciuman John..

Jessica memarahi John habis-habisan sore itu ketika John lupa mencuci tangan saat akan menggendong Mark ketika John pulang kerja..Jessica tahu betapa hal itu membuat John terpukul..Namun idealismenya terhadap mendidik Mark membuat Jessica mengabaikan perasaan John..Dan John tetap tersenyum..

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya..“Tuhan, Engkau tahu betapa sedih hatiku saat ini..Semenjak kelahiran Mark, aku kehilangan begitu banyak waktu bersama Jessica..Aku merindukan saat-saat kami membaca bersama sebelum tidur dan menciuminya sebelum ia tertidur..Tapi tidak apa-apa..Dia begitu capek mengurusi Mark seharian saat aku bekerja di kantor..Hanya saja, biarkanlah dia tetap terus tertidur dalam pelukanku, Tuhan….Karena aku begitu mencintainya. Sore tadi Jessica memarahiku karena aku lupa mencuci tangan saat menggendong Mark, Tuhan..Aku begitu kangen pada anakku sehingga teledor melakukan sebagaimana yg diminta istriku..Engkau tahu betapa aku terluka akan kata-kata Jessica, Tuhan..Tapi tidak apa-apa..Jessica mungkin hanya kuatir terhadap kesehatan anak kami Mark apabila aku langsung menggendongnya. .Kesehatan Mark lebih penting daripada harga  diriku.”

Tahun keempat pernikahan mereka.. Jessica tidak ingat memasak makanan kesukaan John di hari ulang tahunnya..Jessica terlalu sibuk belanja sehingga lupa bahwa John selalu minta dibuatkan Blackforest dengan taburan coklat dan ceri diatasnya setiap ulang tahunnya tiba..

Jessica juga lupa menyetrika kemeja John yang menyebabkan John terlambat ke kantor pagi itu karena John terpaksa menyetrika sendiri kemejanya..Jessica tau kesalahannya,  namun tidak menganggap hal itu sebagai sesuatu hal yang penting.

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya..“Tuhan, Untuk kali pertama Jessica lupa membuatkan Blackforest kesukaanku di hari ulang tahunku ini..Padahal aku sangat menyukai kue buatannya itu. Menikmati kue Blackforest buatannya membuatku bersyukur mempunyai istri yang pandai memasak sepertinya, dan merasakan cintanya padaku.. Namun tahun ini aku tidak mendapatinya.  Tapi tidak apa-apa..mungkin lebih banyak hal-hal lain yang jauh lebih penting daripada sekedar Blackforest itu. Paling tidak, aku masih mendapatkan senyuman dan ciuman darinya hari ini. Ampuni aku, Tuhan apabila tadi pagi aku lupa tersenyum kepada Jessica..Aku terlalu sibuk menyetrika bajuku dan memikirkan pekerjaanku di kantor..Jessica sepertinya lupa untuk melakukan hal itu, meski aku sudah meminta tolong padanya tadi malam. Jangan biarkan aku melampiaskan emosiku karena dampratan atasanku akibat keterlambatanku hari ini kepada Jessica,  Tuhan.. Jessica mungkin keliru menyetrika kemeja mana yang seharusnya kupakai hari ini.. Lagipula, sepatuku begitu mengkilap..Aku yakin Jessica sudah berusaha keras agar aku kelihatan menarik saat presentasiku tadi..Terima kasih untuk kebaikan istriku, Tuhan.”

Tahun kelima pernikahan mereka. Jessica menampar dan menyalahkan John karena Mark sakit sepulang mereka berenang..John terlalu asyik bermain-main dengan Mark sehingga tidak menyadari betapa Mark sangat sensitive terhadap dinginnya air kolam renang, yang mengakibatkan Mark terpaksa dirawat dirumah sakit….

Jessica mengancam akan meninggalkan John apabila terjadi apa-apa dengan Mark..Jessica melihat genangan air mata di mata John, namun kekerasan hatinya lebih menguasainya ketimbang perasaan John.

Tetapi Malaikat tahu betapa saat itu John lantas menuju ke Kapel rumah sakit dan memanjatkan doanya sambil menangis..” Tuhan..Tadi Jessica menamparku karena kelalaianku menjaga Mark sehingga dia sakit.. Belum pernah Jessica bersikap dan berkata sekasar itu padaku, Tuhan..Tapi tidak apa-apa..Jessica benar-benar kuatir terhadap anak kami sehingga ia bersikap demikian..Tapi Tuhan, aku begitu terluka saat ia mengatakan akan meninggalkanku. Engkau tahu betapa ia adalah belahan jiwaku. Jangan biarkan hal itu terjadi, Tuhan..Mungkin dia begitu dikuasai kekuatiran sehingga melampiaskannya padaku..Tidak apa-apa, Tuhan..Tidak apa-apa. Asal dia mendapat ketenangan, aku akan merasa bersyukur sekali.. Dan sembuhkanlah putera kami, Mark agar dia boleh kembali dapat ceria dan bermain-main bersama kami lagi, Tuhan..”

Tahun keenam pernikahan mereka.. Jessica semakin menjaga jarak dengan John setelah kehadiran Rebecca, puteri mereka..Jessica tidak pernah lagi menemani John makan malam karena menjaga puteri mereka yang baru berusia 5 bulan..

Jessica juga menjual kalung berlian pemberian John dan menggantinya dengan perhiasan lain yang lebih baru. Ketika John mengetahui hal itu, Jessica tau John menahan amarahnya, namun Jessica berdalih, “John, itu hanya kalung berlian biasa. Lagipula, aku bukan menjualnya, melainkan menukarnya dengan perhiasan yang lebih baru..”

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya..“Tuhan, Aku begitu kesepian melewatkan makan malam sendirian tanpa Jessica bersamaku.. Aku begitu ingin terus bercerita dan tertawa bersamanya di meja makan..Engkau tau, itulah penghiburanku untuk melepas kepenatanku setelah seharian bekerja di kantor..Tapi tidak apa-apa..Rebecca tentu lebih membutuhkan perhatiannya daripadaku.. Lagipula, Mark kadang-kadang mau menemaniku.. Hanya saja, jangan biarkan aku memendam sakit hati kepada Jessica karena menjual kalung pemberianku. .Engkau tau begitu lama aku menabung dan bekerja ekstra demi menghadiahinya kalung itu, hanya untuk membuktikan terima kasihku padanya atas kesetiaan dan pengabdiannya sebagai istriku dan ibu dari anak-anakku. Ampuni aku apabila tadi aku sempat berpikir untuk marah padanya..”

Tahun ketujuh pernikahan mereka.. Jessica sama sekali tidak mengindahkan kebiasaannya membelai kepala John dan mencium kening suaminya sebelum John berangkat kantor..Padahal Jessica tau, selama ini apabila dia lupa melakukannya, John selalu kembali kerumah siang hari demi mendapatkan belaian dan ciuman Jessica untuknya..Karena John tidak akan pernah tenang bekerja apabila hal itu belum dilakukan Jessica padanya..Jessica tidak mengucapkan I LOVE YOU untuk kali pertama dalam 7 tahun pernikahan mereka..

Dan di tahun ketujuh itu pula, John mengalami kecelakaan saat akan berangkat ke kantor..Ia mengalami pendarahan yang hebat, yang membuatnya terbaring tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit..

Jessica begitu terguncang dan terpukul.. Ia begitu takut kehilangan John, suami yang dicintainya. .Yang selalu ada kapan saja dia butuhkan..Yang selalu dengan tersenyum menampung semua emosi dan kemarahannya.  Yang tak pernah berhenti mengatakan betapa John mencintainya. . Tak sedikitpun Jessica beranjak dari sisi tempat tidur John..Tangannya menggenggam erat jemari suaminya yang terbaring lemah tak sadarkan diri..Bibirnya terus mengucapkan I LOVE YOU, karena ia ingat kalau ia belum mengatakan kalimat itu hari ini..

Karena begitu sedih dan lelah menunggui John, Jessica tertidur..Dalam tidurnya, malaikat yang selama ini mendengar doa-doa John pada Tuhan membawa Jessica melihat setiap malam yg John lewatkan untuk mendoakan Jessica..Ia menangis sedih melihat ketulusan dan rasa cinta yg besar dari John padanya..Tak sedikitpun John menyalahkannya atas semua sikapnya yang tidak mempedulikan perasaan dan harga diri John selama ini..Alih-alih demikian, John malahan menyalahkan dirinya sendiri.. Jessica menangis menahan perasaannya. Dan untuk kali pertama dalam hidupnya, Jessica berdoa, “Tuhan, ampuni aku yang selama ini menyia-nyiakan rasa cinta suamiku terhadapku..  Ampuni aku yang tidak memahami perasaan dan harga dirinya selama ini.. Beri aku kesempatan untuk menunjukkan cintaku pada suamiku, Tuhan.. Beri aku kesempatan untuk meminta maaf dan melayaninya sebagai suami yang kucintai..”

Dan ketika Jessica terbangun, Ia melihat pancaran kasih suaminya menatapnya..” Kamu keliatan begitu lelah, sayang.. Maafkan aku yang tidak berhati-hati menyetir sehingga keadaannya mesti jadi begini dan membuatmu kuatir..Aku tidak konsentrasi saat menyetir karena memikirkan bahwa kau lupa mengatakan I LOVE YOU padaku..”..Belum selesai John berbicara, Jessica lantas menangis keras dan menghambur ke pelukan suaminya..

“Maafkan aku, John..Maafkan aku..I LOVE YOU..I really Love you..Kaulah matahariku, John..Aku tidak bisa bertahan tanpamu..Aku berjanji tidak akan pernah lupa lagi mengatakan betapa aku mencintaimu. .Aku berjanji tidak akan pernah mengabaikan perasaan dan harga dirimu lagi..I LOVE YOU, John..I LOVE YOU.”

Coba renungkan!

Berapa banyak diantara kita yg menjadi seperti Jessica? Yang mengabaikan perasaan kekasih hati kita demi kepentingan dan harga diri kita sendiri? Jangan sampai terjadi sesuatu yang berat untuk kita lalui demi menyadari betapa berharganya orang-orang yang mengasihi  kita..

10. I Just Wanna Say ‘I Love You’

“Hei. Apa kamu melihat Mandy? Dosen mencarinya.” Tanya seorang gadis kepada temannya.
“Kamu seperti tidak tahu dia saja. Dia ada di tempat biasa.” Jawab gadis yang lainnya.

Di dalam perpustakaan.
“Mandy. Ternyata kamu disini.” Kata gadis yang tadi menanyakan keberadaan Mandy.
“Iya. Aku memang selalu disini, kan?” Jawab Mandy yang sedang asyik membaca sebuah buku yang sepertinya sudah lama berada di perpustakaan itu jika dilihat dari kertasnya yang sudah mulai menguning.
“Iya, aku lupa. Hehe. Ngomong-ngomong, dosen mencarimu tadi. Dia ada di ruangannya.” Kata teman Mandy itu.
“Oh ya? Hmm…. Ada apa ya? Baiklah, aku akan segera kesana.” Jawab Mandy sambil mengembalikan buku yang dibacanya tadi ke tempatnya semula.

Di sisi lain, di dalam perpustakaan.
“Billy, sudah saatnya kita kembali. Ayo.” Kata seorang pria kepada Billy.
Billy yang sepertinya sedang mengerjakan tugasnya membalasnya dengan senyuman. Billy memasukkan buku-buku dan alat tulisnya ke dalam tas dan mereka berjalan bersama keluar dari perpustakaan.

Perpustakaan yang ada di dalam kampus itu adalah perpustakaan terbesar di wilayahnya. Tidak heran jika ada dua orang yang tidak saling mengenal satu sama lain walaupun mereka selalu berada di dalam perpustakaan itu setiap hari. Hal itu pula yang dialami oleh Billy dan Mandy. Dua orang mahasiswa yang tidak mengenal satu sama lain.

Suatu hari, saat sedang asyik membaca Billy dihampiri oleh seorang gadis yang tidak mendapat tempat di dalam perpustakaan itu. Hari itu adalah hari Senin. Hari dimana warga kampus sedang sibuk mencari-cari bahan untuk tugas mereka. Itu adalah hari dengan pengunjung terbanyak dalam seminggu perpustakaan itu beroperasi. Gadis yang menghampiri Billy adalah Mandy. Karena sedang mengurus berbagai hal, dia terlambat pergi ke perpustakaan. Akibatnya, tempat favoritnya sudah ditempati oleh mahasiswa yang lain.
Mandy meminta izin kepada Billy untuk duduk di sebelahnya karena hanya tempat itulah yang sedang kosong sekarang. Billy hanya tersenyum dan kembali membaca buku yang tengah dibacanya. Di dalam hatinya, Mandy berpikir kalau pria ini adalah orang yang sombong dan tidak sopan. Tapi dia tidak mempedulikannya. Dia segera duduk dan membaca buku yang telah dia ambil dari salah satu rak buku yang ada di perpustakaan itu.
Setelah hari itu, mereka menjadi sering tersenyum satu sama lain jika bertemu di dalam perpustakaan. Walaupun tidak pernah bicara satu sama lain, tapi mereka menikmati waktu yang mereka habiskan bersama di dalam perpustakaan untuk membaca buku. Sebenarnya, Mandy sangat penasaran dengan Billy. Pria yang tampan dan pendiam terkesan misterius. Tapi, karena dia berpikir kalau Billy adalah orang yang sombong jadi dia tidak mengajaknya bicara.
Sejak saat itu, setiap teman Mandy menjemputnya di perpustakaan dia selalu melihat Mandy duduk bersama Billy. Karena rasa ingin tahunya besar, temannya segera menanyakan mengapa Mandy sering duduk bersama Billy.
“Mandy, sepertinya akhir-akhir ini aku melihat kamu sering duduk bersama dengan Billy.” Kata temannya kepada Mandy.
“Billy? Billy siapa?” Tanya Mandy kepada temannya.
“Lho? Kamu tidak tahu? Yang sering duduk bersamamu itu adalah Billy. Mahasiswa yang mendapat beasiswa dan melanjutkan kuliah di kampus ini.” Jawab temannya kepada Mandy.
“Oh…. Jadi namanya adalah Billy. Aku baru tahu.” Kata Mandy. Dia melanjutkan, “Billy itu sepertinya orang yang sombong ya. Tidak pernah mau berbicara padaku.”
“Bukan. Dia sama sekali bukan orang yang sombong. Malah sebenarnya dia adalah orang yang sangat ramah.” Kata teman Mandy menerangkan.
“Tapi, jika bersamaku dia tidak mau bicara. Apakah aku pernah berbuat salah padanya? Kurasa tidak. Tahu namanya saja baru sekarang.” Kata Mandy.
“Ya. Dia seperti itu bukan hanya padamu saja. Dia seperti itu kepada kita semua.” Kata teman Mandy. Dia melanjutkan, “Dia seperti itu karena dia adalah seorang yang bisu.”


Mandy terkejut mendengar hal itu. Jadi…. Selama ini Mandy berpikir bahwa Billy adalah orang yang sombong itu salah. Bukan tidak ingin bicara, tapi tidak bisa bicara. Akhirnya Mandy mengerti. Mengapa selama ini Billy hanya tersenyum setiap kali ada yang mengajaknya bicara.
Mandy segera mencari informasi tentang Billy. Ternyata, tidak sulit baginya untuk mendapatkan informasi tentang Billy. Karena, semua tahu Billy adalah satu-satunya mahasiswa yang cacat dan juga seorang yatim piatu. Tidak seperti yang lainnya. Karena memang, pada dasarnya kampus tempat mereka menimba ilmu itu adalah kampus swasta yang diperuntukkan untuk orang-orang yang normal. Terkecuali untuk Billy, anak jenius yang memiliki kecerdasan jauh diatas rata-rata. Karena itu, walaupun dia memiliki kekurangan, dia tetap diterima dan mengikuti pelajaran seperti biasa. Dia membuktikan, bahwa dia mampu. Dia mampu belajar seperti anak-anak lain yang normal. Bahkan, dia melakukannya jauh lebih baik dari mereka.
Karena ingin berteman dengan Billy, Mandy mencoba untuk belajar bahasa isyarat. Setelah dia mencobanya, ternyata tidak semudah yang dia bayangkan. Sungguh sulit bahasa isyarat yang dia pelajari. Karena kesulitan belajar sendiri, dia berpikir untuk meminta pertolongan Billy untuk mengajarinya. Dia menggunakan kesempatan ini untuk berteman dengan Billy.
Seperti biasa, Billy sedang asyik membaca di tempat yang seolah hanya miliknya seorang. Tidak pernah Mandy melihat orang lain menempati tempat itu. Atau karena Billy tidak pernah beranjak dari tempat itu. Mandy memberanikan diri menyapa Billy dan dibalas dengan senyuman, seperti biasanya. Tapi kali ini, Mandy tidak berpikir kalau Billy adalah seorang yang sombong. Karena dia sudah tahu yang sebenarnya.
Mandy mencoba mengajaknya berbicara. Dengan buku tulis yang telah dia persiapkan khusus untuk mengobrol dengan Billy. Ya, Mandy mencoba berbicara dengan Billy melalui tulisan. Dan ternyata Billy merespon Mandy dengan baik. Mereka bercakap-cakap lewat tulisan. Setiap hari, buku itu semakin penuh dengan tulisan mereka berdua. Mandy meminta Billy mengajarinya bahasa isyarat, dan Billy mengajarinya sedikit demi sedikit. Mereka melewati hari-hari mereka dengan kebahagiaan. Mereka selalu menantikan pertemuan-pertemuan mereka selanjutnya. ‘Terasa seperti janji kencan saja.’ Pikir mereka.
Seperti hari-hari yang lalu. Billy menanti kedatangan Mandy sambil membawakan sebuah buku tentang bahasa isyarat yang dia dapatkan dengan menggunakan sebagian tabungannya. Padahal, tabungannya itu adalah satu-satunya yang dia miliki. Untuk mencapai cita-citanya, tentu saja dia harus berjuang lebih keras daripada orang lain. Ditambah dengan statusnya sebagai yatim piatu. Semua beasiswa yang telah dia peroleh selama ini, selalu dia berikan untuk pembangunan panti asuhan yang telah merawatnya sejak kecil hingga saat ini. Karena panti asuhan itu bukanlah panti asuhan yang besar dan bagus. Tapi itu adalah panti asuhan yang kecil dan sederhana. Karenanya, Billy menggunakan uang yang didapat dari beasiswa itu untuk melunasi hutang-hutang yang dimiliki oleh panti asuhan tempatnya berada.
Billy terus menanti kedatangan Mandy. Tiga puluh menit berlalu, Mandy tidak kunjung datang. Padahal, saat itu waktu menunjukkan pukul dua siang. Waktu saat mereka bertemu. Karena Mandy tidak kunjung datang, Billy segera keluar dan mencari Mandy. Ketika sedang berlari-lari menelusuri koridor kampus, Billy bertemu dengan teman yang biasanya selalu bersama dengan Mandy. Kemudian Billy bertanya kepadanya tentang keberadaan Mandy. Kebetulan teman Mandy ini sedikit mengerti dengan bahasa isyarat. Dan, teman Mandy mengatakan sesuatu yang tidak pernah dia pikirkan sebelumnya. Mandy sedang berada di rumah sakit.
Akhirnya, Billy mengetahui keadaan Mandy setelah diceritakan oleh teman Mandy tersebut. Sejak kecil Mandy menderita penyakit jantung. Jantungnya lemah, tidak seperti orang-orang pada umumnya. Karena itulah, Mandy tidak boleh melakukan aktivitas yang terlalu berat karena jantungnya tidak akan kuat menerima beban-beban itu. Dan karena itu juga Mandy jadi lebih suka pergi ke perpustakaan untuk membaca. Terlebih dengan adanya Billy yang menemaninya disana. Itu membuatnya semakin bersemangat pergi ke perpustakaan. Dan, karena itu pula Mandy memaksakan diri berlatih bahasa isyarat di rumahnya hingga larut malam.
Tibalah Billy di RS X tempat Mandy dirawat. Karena terlalu terburu-buru, Billy lupa menanyakan kamar tempat Mandy dirawat. Untuk bertanya kepada orang yang berada di resepsionis pun dia tidak bisa. Karena petugas resepsionis itu tidak mengerti bahasa isyarat yang Billy gunakan. Untuk menulis nama Mandy pun dia tidak tahu nama lengkap Mandy. Akhirnya dia melihat di buku daftar pasien dan menemukan pasien yang bernama depan Mandy sebanyak lima orang.
Billy mencari kamar pasien bernama Mandy itu satu persatu. Orang-orang yang berada di rumah sakit itu melihat dia yang begitu giat mencari kamar gadis bernama Mandy. Karena, kamar-kamar tempat para Mandy itu dirawat tidak di dalam satu lantai yang sama. Kelima Mandy itu masing-masing dirawat di dalam kamar di tiap-tiap lantai yang berbeda-beda. Sehingga, Billy harus naik dan turun kembali untuk memastikan dia tidak salah mengenali Mandy. Setelah mencari kelima kamar para Mandy tersebut, dia tidak menemukan Mandy yang dia cari.
Billy yang sudah kelelahan mulai berpikir untuk kembali. “Mungkin dia ada di rumah sakit lainnya.” Pikirnya di dalam hati. Dia sudah berniat untuk pergi. Namun, ketika dia menoleh ke arah ruang ICU di melihat seorang gadis yang dia cari sejak tadi. Dia melihat Mandy yang sedang terbaring lemah disana.
“Akhirnya aku menemukanmu, Mandy.” Kata Billy di dalam hatinya. Dengan segera Billy meminta izin kepada keluarga Mandy dengan gerakan tubuh. Untunglah keluarga Mandy mengerti dan mereka sudah mengenal Billy karena Mandy selalu menceritakan tentang Billy kepada keluarganya.
Di dalam ruangan itu, Billy melihat begitu banyak alat-alat bantu dipasangkan pada tubuh Mandy. Alat-alat itu dipasangkan untuk berjaga-jaga. Agar jangan sampai detak jantung Mandy berhenti dengan tiba-tiba.
Dengan susah payah, Mandy berusaha tersenyum dan mencoba untuk mengambil buku tulis yang biasa dia gunakan untuk berbicara dengan Billy di meja yang ada di dekat tempatnya berbaring. Mandy menulis sesuatu di buku itu, dia berkata “Terima kasih untuk segalanya.” Dan Billy segera membalasnya, “Jangan berkata seperti itu, Mandy! Jangan putus asa! Berjuanglah!”
Mandy hanya tersenyum. Dan tidak lama kemudian, kondisi Mandy menjadi kritis. Dia hilang kesadaran. Billy diminta untuk keluar dari kamar itu. Dokter segera menggunakan alat kejut jantung agar jantung Mandy kembali berdetak. Tapi Mandy tetap tidak sadarkan diri.
Hampir satu bulan Mandy tidak sadarkan diri. Ketika dia telah kembali sadar, dia mencari Billy. Dia bertanya kepada keluarganya dimana Billy berada. Tapi, keluarganya menjawab kalau Billy sudah tidak akan bisa bertemu dengan Mandy lagi. Karena Billy telah memberikan jantungnya yang sehat kepada Mandy.
Beberapa waktu telah dilewati Mandy untuk memulihkan kesehatannya. Akhirnya dokter memperbolehkan Mandy untuk kembali ke rumahnya karena dia telah pulih sepenuhnya. Dengan semangat Mandy membereskan barang-barang bawaannya agar segera dibawa pulang ke rumahnya. Pada saat dia sedang membereskan barang-barangnya, dia melihat buku tulis yang dia gunakan untuk berbicara dengan Billy.
Ketika Mandy membuka-buka buku itu dan membaca kembali apa saja yang telah dia tulis bersama dengan Billy. Airmatanya mengalir ketika dia mengingat masa-masa yang indah itu tidak akan terulang lagi. Saat dia membuka lembaran terakhir, airmatanya mengalir dengan sangat deras. Karena, dia melihat tulisan tangan Billy yang terakhir kalinya sebelum Billy memberikan jantungnya kepada Mandy.
Di dalam buku itu, Billy menulis demikian,
“Mandy, aku merasakan kebahagiaan yang tidak pernah kurasakan sebelumnya sejak aku berjumpa denganmu. Kau membuat hari-hariku menjadi indah. Kau mengajarkan kepadaku bagaimana rasanya mencintai. Kau membuat hariku yang selama ini hidup di dalam kesendirian menjadi cerah. Aku jatuh cinta kepadamu. Namun, aku takut. Hatiku selalu dipenuhi perasaan takut karena mencintaimu. Kau tahu, bahwa aku bukanlah lelaki yang sempurna. Aku tidak seperti lelaki lainnya. Aku cacat. Aku takut tidak bisa membahagiakanmu. Akupun takut jika kelak, aku menjadi beban untuk dirimu karena keadaanku yang seperti ini. Hal itu yang selalu membuatku mengurungkan niatku untuk mengatakan betapa aku mencintaimu. Tapi sekarang, kupikir inilah saat yang tepat untuk membuktikan betapa aku mencintaimu. Aku tidak bisa memberikan apapun untuk menolongmu…. Selain jantungku yang masih bisa berdetak dengan baik ini…. Kau masih bisa melanjutkan hidupmu. Pergunakanlah dengan sebaik-baiknya. For me you are my everything, Mandy. And, because you are my everything, I give you everything. For the last time, I just wanna say ‘I love You’.”

Mandy tidak kuasa menahan tangisnya yang semakin keras. Mandy memutuskan untuk meneruskan hidup dengan hidup yang telah diberikan oleh Billy untuknya. Mandy kemudian menutup buku itu dan menyimpan kenangan-kenangan bersama dengan Billy di hatinya, selamanya….

For you…. Pernahkan kau mengucap syukur untuk hidupmu? Pernahkah kau mengucap syukur untuk kesehatan, fisik yang sempurna dan segalanya yang ada pada dirimu? Sekali saja…. Hanya sekali, ucapan syukur yang penuh dengan ketulusan dari hatimu yang terdalam. Jika belum, ucapkanlah syukur…. Dan kau akan merasakan perubahan yang sangat besar di dalam hidupmu.

9. Samara mati pun bersama HPnya

Kisah dari sebuah Universitas tentang seorang gadis muda yang baru meninggal bulan lalu.
Namanya Samara. Dia meninggal karena tertabrak truk. Samara punya seorang pacar namanya Ari. Kedua nya saling menyayangi.
Mereka selalu berteleponan. Kamu tidak akan pernah melihat Samara tanpa handphone nya.
Sampai2 dia mengganti kartu nya ke AXIS, agar mereka berdua berada di network yang sama dan mengirit pulsa serta signal yang kuat.
Samara menghabiskan hampir setengah hari untuk mengobrol dengan Ari.
Keluarga Samara pun tahu hubungan mereka. Ari sangat dekat dengan keluarga Samara (bayangkan hubungan mereka). Sebelum dia meninggal dia selalu berkata pada teman2 nya ” Kalo gua meninggal tolong kuburkan gua sama handphone gua ”
dia juga mengatakan hal yang sama kepada orangtuanya.
Setelah Samara meninggal tidak ada yang dapat mengangkat peti matinya.
Saya juga berada disana. Banyak orang termasuk saya yang mencoba tapi tetap tidak bisa. Akhirnya mereka memanggil “orang pintar”. Dia memegang sebatang kayu dan mulai berbicara sendiri perlahan. Setelah beberapa menit orang pintar itu berkata “gadis ini kehilangan sesuatu disini” Lalu teman2 Samara berkata kepada orang pintar itu tentang keinginannya untuk dikubur dengan handphonenya.
Kemudian mereka membuka kembali peti mati nya dan menaruh handphone serta Simcard nya. Setelah itu mereka mencoba untuk mengangkat kembali peti matinya.
Peti mati itu dapat diangkat dan dipindahkan ke mobil jenazah dengan mudah.
Kami semua yang melihat ini sangat kaget.
Keluarga Samara tidak memberitahukan tentang kematian Samara kepada Ari.
Setelah 2 minggu kematian Samara, Ari menelepon mama Samara dan berkata ” Saya akan pulang hari ini, tolong buatkan masakan yang enak untukku. Dan jangan katakan pada Samara bahwa aku akan datang, aku ingin membuat kejutan untuknya ”
Mama Samara menjawab ” Datanglah dahulu, tante ingin memberi tahu sesuatu.
” Setelah Ari datang, mereka memberitahukan tentang kematian Samara.
Ari mengira mereka sedang bercanda, dia hanya tertawa dan berkata ”
Jangan bercanda, bilang pada Samara untuk keluar, aku membawa sesuatu untuk nya.”
Akhirnya mereka membawa Ari ke kuburan Samara. Lalu Ari berkata ” Ini tidak mungkin. Kami berbicara kemarin. Dia masih tetap menelepon. ” Ari sangatterkejut.
Tiba-tiba handphone nya berbunyi, “Lihat ini dari Samara, lihat ini…”
Ari memperlihatkan handphone nya ke keluarga Samara, dan mereka menyuruh Ari untuk menjawab. Ari menjawab telepon itu dengan memaki speaker. Mereka semua mendengar pembicaraan itu dengan sangat jelas & jernih, tidak ada gangguan apapun. Dan itu benar2 suara Samara dan sangat tidak mungkin ada orang lain yang memakainya karena Sim Card nya sudah dikubur bersama Samara.
Mereka semua sangat terkejut dan memanggil “orang pintar” untuk membantu mereka lagi.
“Orang pintar” itu membawa teman nya untuk mencari jawaban atas keanehan ini. orang pintar dan teman nya itu bekerja selama 5 jam. Dan mereka menemukan jawabannya.. …
.
.
.
.
.

AXIS  mempunyai signal yang terbaik. Kemanapun kamu pergi,jaringan nya selalu ada ..hahahaha..
AXIS GSM  yang baik…~~

Dari hari  itu ceritanya sedih-sedih saja
sekarang saatnya dunk buat Anda happy^^
wkwkwkwkwkwk.~~~

8. Yu Yuan, Gadis kecil yang baik hati

Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kata terakhir yang ia tinggalkan adalah saya pernah datang dan saya sangat penurut.

Anak ini rela melepasakan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya.

Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu.

Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya.

Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginanPada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12. Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah. Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, “saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan”. Kemudian papanya memberikan dia nama Yu Yan.

Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak ada Asi dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh.

Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan pelan tumbuh dewasa.

Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah. Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya di ceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya. Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia. Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia.

Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengerluarkan darah dan tidak mau berhenti. Di pahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar 300.000$.

Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit. Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli. Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam hati Yu Yuan merasa sedih.

Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, airmata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. “Papa saya ingin mati”. Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, “Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati”. “Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini.”

Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: “Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah melihat foto ini”.

Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudia memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin.

Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu Negara bahkan sampai keseluruh dunia.

Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini”. Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang. Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang. Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter ada untuk mengobati Yu Yuan. gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan. Ada seorang teman di-email bahkan menulis: “Yu Yuan anakku yang tercinta saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta.”

Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah terkumpul, membuat memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya pengobatan dia sangat menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan yang sangat hebat. Pada permulaan terapi YuYuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan mengeluh.

Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu yuan yang dari dari lahir sampai maut menjemput pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu menjadi anak perermpuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung. Hari dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil dengan sebutan Shii Mama Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, “Anak yang baik”. Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak kabar Yu email Selama dua bulan Yu Yuan melakukanterapi dan telah berjuang menerobos sembilan maut Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. akhirnya darah dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol.

Semua orang-orang pun menunggu kabar baik kesembuhan Yu Yuan. Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain. Fisik Yu lemah Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah. Pada tanggal 20 agustus Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: “Tante kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut. Wartawan tersebut menjawab semua adalah orang yang baik hati”. Yu Yuan kemudia berkata : “Tante saya juga mau orang yang baik hati”. Wartawan itupun menjawab, “Kamu memang orang yang baik. Orang baik saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik”. Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. “Tante adalah surat wasiat saya. Fu yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yuan telah pemakamannya sendiri. Ini anak yang berumur delapan tahun yang sedang sebuah wasiat dibagi menjadi bagian dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tante Fu Yuan Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih sembilan wartawan. Dibelakang ada enam sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal Tolong,…….dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang memperhatikan dia lewat surat kabar. “Sampai tante berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakan ini pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh” Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya. Saya pernah datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan.

Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air. Sungguh telah pergi kedunia lain Dikecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan.

Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumupuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan “Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit, kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah……………” demikian kata-kata dari seorang pemuda tersebut. Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan. Didepan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu nisannya tertulis, “Aku pernah datang dan aku sangat patuh (30 nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku, nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu. Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian. Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. “Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang melihat kami diatas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata “Aku pernah datang dan aku sangat patuh”. Kesimpulan: Demikianlah sebuah kisah yang sangat menggugah hati kita. Seorang anak kecil yang berjuang bertahan hidup dan akhirnya harus menghadapi kematian akibat sakit yang dideritanya. Dengan kepolosan dan ketulusan serta baktinya kepada orang tuanya, akhirnya mendapatkan respon yang luar biasa dari kalangan Dunia. Walaupun hidup serba kekuarangan, Dia bisa memberikan kasihnya terhadap sesama. Inilah contoh yang seharusnya kita pun mampu melakukan hal yang sama, berbuat sesuatu yang bermakna bagi sesama, memberikan sedikit kehangatan dan perhatian kepada orang yang membutuhkan. Pribadi dan hati seperti inilah yang dinamakan pribadi seorang Pengasih.

7. Kasih Sayang Adik Kepada Kakak nya

Angella dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat
terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit.
Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.
Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku.
Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.
“Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara.
Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!”
Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.
Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya!”

Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas.
Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang?
Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!”

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung.
Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.”

Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat,tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku.
Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama,saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik…hasil yang begitu baik…” Ibu mengusap airmatanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya?
Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?”

Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah
dan berkata, “Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi,telah
cukup membaca banyak buku.” Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan
saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Dan begitu
kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.” Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.

Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: “Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang.”
Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang.
Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.

Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas). Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman
sekamarku masuk dan memberitahukan, “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!”
Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir.
Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?” Dia menjawab, tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?”
Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu…”

Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu.
Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan,
“Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.”
Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis.
Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca
jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana.
Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku.
“Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!” Tetapi katanya, sambil tersenyum, “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu..”

Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku.
Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya.
“Apakah itu sakit?” Aku menanyakannya.
“Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…”
Ditengah kalimat itu ia berhenti.
Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku.
Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau.
Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun,
mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “Kak, jagalah mertuamu saja.
Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.”
Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut.
Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.

Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk
memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan
aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer?
Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini.
Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?”

Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. “Pikirkan kakak ipar–ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?”

Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!” “Mengapa membicarakan masa lalu?”
Adikku menggenggamtanganku.
Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” Tanpa berpikir ia menjawab, “Kakakku.”

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. “Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah.
Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku.
Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu.
Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya.
Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.”

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.

Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku,
“Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.”
Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

Bagaimana menurut pendapat Anda dengan cerita ini?? di comment ya… ^^

6. CINTA IBU KEPADA ANAKNYA

Di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua renta, hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit. Sang ibu seringkali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya itu. Sang anak mempunyai tabiat yang sangat buruk, yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam, dan masih banyak lagi yang membuat sang ibu sering menangis meratapi nasibnya yang malang. Namun begitu, si ibu tua itu selalu berdoa agar anaknya dapat sadar dan bertobat atas perbuatannya.Suatu hari, si anak kembali mencuri di sebuah rumah salah satu penduduk desa. Namun malang, nasib si anak, dia tertangkap oleh warga penduduk desa setempat. Lalu ia dibawa ke hadapan pengadilan kerajaan untuk diadili sesuai dengan kebiasaan peraturan kerajaan. Setelah ditimbang berdasarkan sudah seringnya ia mencuri, maka tanpa ampun lagi sang anak lelaki tersebut dijatuhi hukuman pancung. Pengumuman hukuman pancung tersebut disebarkan ke seluruh penduduk desa. Hukuman pancung akan dilaksanakan esok harinya di depan rakyat desa dan kerajaan tepat pada saat loceng kerajaan berdentang menandakan pukul enam pagi.Berita hukuman pancung itu akhirnya sampai ke telinga ibunya. Ia menangis meratapi anak yang sangat dicintainya, sambil berdoa kepada Tuhan.
Dengan tertatih-tatih si ibu tersebut mendatangi sang raja dan memohon agar anaknya dapat dibebaskan, tapi keputusan hukuman gantung sudah bulat dan tidak bisa diganggu gugat, si anak tetap harus menjalani hukuman tersebut. Dengan hati yang hancur dan perasaan sedih yang mendalam si ibu itu kembali ke rumahnya di desa.Keesokan harinya, di tempat yang sudah ditentukan/ditetapkan, seluruh rakyat berbondong-bondong untuk menyaksikan hukuman pancung tersebut. Sang algojo sudah bersiap dengan alat pancungnya, dan si anak tadi sudah pasrah menantikan saat ajal menjemputnya. Terbayang di mata si anak itu pada wajah ibunya yang sudah tua. Tanpa terasa dia menangis menyesali perbuatannya.Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai pada waktu yang ditentukan, lonceng kerajaan belum juga berdentang. Suasana mulai berisik. Sudah lewat 10 menit dari waktunya. Akhirnya didatangilah petugas yang bertugas membunyikan lonceng di kerajaan. Penjaga yang bertugas membunyikan lonceng tersebut juga mengaku heran, karena sudah dari tadi ia menarik tali lonceng, tapi suara dentangannya tidak terdengar.Ketika mereka sedang dalam keadaan terheran-heran, tiba-tiba dari tali yang di pegannya untuk membunyikan lonceng mengalir darah, darah tersebut datangnya dari atas, berasal dari tempat dimana lonceng diikat. Dengan jantung berdebar-debar, seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas untuk menyelidiki sumber darah tersebut. Dan tahukah anda apa yang terjadi setelah itu? Ternyata di dalam lonceng besar tersebut ditemukan tubuh si ibu tua dengan kondisi kepala yang hancur berlumuran darah. Dia memeluk bandul di dalam lonceng yang mengakibatkan lonceng tidak berbunyi, sebagai gantinya kepalanya yang terbentur ke dinding lonceng.Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan menetaskan air mata. Sementara sang anak meraung-raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan. Dia menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya selama ini. Ternyata malam sebelumnya si ibu itu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikatkan dirinya di lonceng tersebut serta memeluk besi yang ada di dalam lonceng tersebut, untuk menghindari hukuman pancung anak kesayangannya.

“Sungguh Cinta IBU kepada anaknya hingga akhir hayatnya”.
selamat hari ibu

5. Perjuangan Cinta Sejati Seorang Istri

Untuk para Suami, para Istri maupun para calon suami istri, perlu diketahui bahwa ini adalah satu kisah ‘tragis’ dalam kehidupan berumah-tangga. Saya yakin kalian nanti pasti akan menyesal dan terpaksa membaca ulang dari awal jika melewatkan satu kalimat saja dalam kisah ini.

Semuanya berawal dari sebuah rumah mewah di pinggiran desa, yg mana hiduplah disana sepasang suami istri, sebut saja Pak Andre dan Bu Rina.
Pak Andre adalah anak tunggal keturunan orang terpandang di desa itu, sedangkan Bu Rina adalah anak orang biasa. Namun demikian kedua orang tua Pak Andre, sangat menyayangi menantu satu-satunya itu. Karena selain rajin, patuh dan taat beribadah, Bu Rina juga sudah tidak punya saudara dan orang tua lagi. Mereka semua menjadi salah satu korban gempa beberapa tahun yg lalu.

Sekilas orang memandang, mereka adalah pasangan yg sangat harmonis. Para tetangganya pun tahu bagaimana mereka dulu merintis usaha dari kecil untuk mencapai kehidupan mapan seperti sekarang ini. Sayangnya, pasangan itu belum lengkap.
Dalam kurun waktu sepuluh tahun usia pernikahannya, mereka belum juga dikaruniai seorang anakpun. Akibatnya Pak Andre putus asa hingga walau masih sangat cinta, dia berniat untuk menceraikan sang istri, yg dianggabnya tidak mampu memberikan keturunan sebagai penerus generasi. Setelah melalui perdebatan sengit, dengan sangat sedih dan duka yg mendalam, akhirnya Bu Rina pun menyerah pada keputusan suaminya untuk tetap bercerai.

Sambil menahan perasaan yg tidak menentu, suami istri itupun menyampaikan rencana perceraian tersebut kepada orang tuanya. Orang tuanya pun menentang keras, sangat tidak setuju, tapi tampaknya keputusan Pak Andre sudah bulat. Dia tetap akan menceraikan Bu Rina.

Setelah berdebat cukup lama dan alot, akhirnya dengan berat hati kedua orang tua itu menyetujui perceraian tersebut dengan satu syarat, yaitu agar perceraian itu juga diselenggarakan dalam sebuah pesta yg sama besar seperti besarnya pesta saat mereka menikah dulu.
Karena tak ingin mengecewakan kedua orang tuanya, maka persyaratan itu pun disetujui.

Beberapa hari kemudian, pesta diselenggarakan. Saya berani sumpah bahwa itu adalah sebuah pesta yg sangat tidak membahagiakan bagi siapapun yg hadir. Pak Andre nampak tertekan, stres dan terus menenggak minuman beralkohol sampai mabuk dan sempoyongan. Sementara Bu Rina tampak terus melamun dan sesekali mengusap air mata nelangsa di pipinya.
Di sela mabuknya itu tiba-tiba Pak Andre berdiri tegap dan berkata lantang,

“Istriku, saat kamu pergi nanti… ambil saja dan bawalah serta semua barang berharga atau apapun itu yg kamu suka dan kamu sayangi selama ini..!”

Setelah berkata demikian, tak lama kemudian ia semakin mabuk dan akhirnya tak sadarkan diri.

Keesokan harinya, seusai pesta, Pak Andre terbangun dengan kepala yg masih berdenyut-denyut berat. Dia merasa asing dengan keadaan disekelilingnya, tak banyak yg dikenalnya kecuali satu. Rina istrinya, yg masih sangat ia cintai, sosok yg selama bertahun-tahun ini menemani hidupnya.
Maka, dia pun lalu bertanya,

“Ada dimakah aku..? Sepertinya ini bukan kamar kita..? Apakah aku masih mabuk dan bermimpi..? Tolong jelaskan…”

Bu Rina pun lalu menatap suaminya penuh cinta, dan dengan mata berkaca dia menjawab,

“Suamiku… ini dirumah peninggalan orang tuaku, dan mereka itu para tetangga. Kemaren kamu bilang di depan semua orang bahwa aku boleh membawa apa saja yg aku mau dan aku sayangi. Dan perlu kamu tahu, di dunia ini tidak ada satu barangpun yg berharga dan aku cintai dengan sepenuh hati kecuali kamu. Karena itulah kamu sekarang kubawa serta kemanapun aku pergi. Ingat, kamu sudah berjanji dalam pesta itu..!”

Dengan perasaan terkejut setelah tertegun sejenak dan sesaat tersadar, Pak Andre pun lalu bangun dan kemudian memeluk istrinya erat dan cukup lama sambil terdiam. Bu Rina pun hanya bisa pasrah tanpa mampu membalas pelukannya. Ia biarkan kedua tangannya tetap lemas, lurus sejajar dengan tubuh kurusnya.

“Maafkan aku istriku, aku sungguh bodoh dan tidak menyadari bahwa ternyata sebegitu dalamnya cintamu buat aku. Sehingga walau aku telah menyakitimu dan berniat menceraikanmu sekalipun, kamu masih tetap mau membawa serta diriku bersamamu dalam keadaan apapun…”

Kedua suami istri itupun akhirnya ikhlas berpelukan dan saling bertangisan melampiaskan penyesalannya masing-masing. Mereka akhirnya mengikat janji (lagi) berdua untuk tetap saling mencintai hingga ajal memisahkannya.
Yup… till death do apart..! Subhanallah…

Tahukah kalian, apa yg dapat kita pelajari dari kisah di atas?
Tujuan utama dari sebuah pernikahan itu bukan hanya untuk menghasilkan keturunan, meski diakui mendapatkan buah hati itu adalah dambaan setiap pasangan suami istri, tapi sebenarnya masih banyak hal-hal lain yg juga perlu diselami dalam hidup berumah-tangga.

Untuk itu rasanya kita perlu menyegarkan kembali tujuan kita dalam menikah yaitu peneguhan janji sepasang suami istri untuk saling mencintai, saling menjaga baik dalam keadaan suka maupun duka. Melalui kesadaran tersebut, apapun kondisi rumah tangga yg kita jalani akan menemukan suatu solusi. Sebab proses menemukan solusi dengan berlandaskan kasih sayang ketika menghadapi sebuah masalah, sebenarnya merupakan salah satu kunci keharmonisan rumah tangga kita.

“Harta dalam rumah tangga itu bukanlah terletak dari banyaknya tumpukan materi yg dimiliki, namun dari rasa kasih sayang dan cinta pasangan suami istri yg terdapat dalam keluarga tersebut. Maka jagalah harta keluarga yg sangat berharga itu..!

4. IBU, MAAFKAN AKU
Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya
Suaminya sudah lama meninggal karena sakit
Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.
Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi

Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi

Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”

Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya

Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap
Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung
pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari
di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi

Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan “Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”

Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan
Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman

Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan

Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya

Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba

Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang

Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada
Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat

Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah

Tahukah anda apa yang terjadi?

Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah
dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi,
dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng

Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata
Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan
Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya

3. ARTI CINTA SEJATI

Girl adalah seorang cewek yg menjadi buta karena
sebuah kecelakaan..
Sejak ia menjadi buta..ia merasa terasing dari
lingkungannya..
Ia merasa tidak ada seorang pun yg
memperhatikan atau menyayanginya..

Hingga kemudian hadirlah Boy dalam hidupnya..
Boy sangat sayang dan perhatian pada Boy..
Ia tidak pernah mempermasalahkan kebutaan Girl
sebagai suatu kekurangan yg berarti..
Ia sungguh-sungguh mencintai Girl dengan tulus…

Suatu hari berkatalah Girl kepada Boy..

G : Boy…mengapa kamu begitu menyayangiku..?

B: hmmm..entahlah..aku tidak pernah tau alasan
mengapa aku begitu menyayangimu..yg aku
tahu..aku benar-benar tulus menyayangimu Girl..
(tersenyum)

G : tapi..aku kan buta..apa yg bisa aku perbuat
untukmu..? apa yg bisa aku berikan buatmu..?

B : Boy..aku tidak mengharap apapun
darimu..buatku..kamu bisa ceria setiap hari dan
menyayangiku dengan tulus itu sudah cukup..aku
senang ketika kau merasa senang..

G : (terharu) belum pernah ada orang yg begitu
menyayangi aku yg buta seperti ini..

B : (menggenggam tangan Boy sambil tersenyum)

G : Boy..kalo sampai suatu saat nanti aku bisa
melihat lagi..aku pasti akan menikahimu..karena
hanya kamu satu-satunya orang yg dengan tulus
menyayangiku…

B : benarkah..?

G : iya..aku janji..kalau suatu saat nanti aku bisa
melihat, PASTI aku akan menikahimu..

B : (terharu) terima kasih Girl..aku sangat
menyayangimu…

G : (tersenyum) ya..aku tahu itu..aku juga sangat
menyayangimu Boy..

singkat cerita..
Girl melakukan operasi cangkok mata dan
berhasil..ia mampu melihat lagi..
Ia pun tidak sabar untuk segera menemui Boy..

Pergilah ia mencari Boy..
sampai ia berhasil menemukannya…
Namun…
alangkah terkejutnya ia mengetahui bahwa
ternyata Boy adalah seorang laki buta..
Ia tidak bisa menerimanya..Ia pun menolak Boy..
Ia lupa akan semua janjinya…

B : Girl..bukankah kamu sudah berjanji akan
menikah denganku..?

G : ummm….(bimbang) ya memang aku pernah
berkata begitu..tapi tidak dengan keadaanmu yg
seperti ini..

B : Bagaimana mungkin kamu mengingkari
janjimu sendiri..? bukankah kau bilang hanya aku
satu-satunya orang yg menyayangimu..?

G : eeeerr…maaf Boy..tapi aku tidak bisa menikah
dengan Laki buta..maaf..

Girl pun pergi meninggalkan Girl..

Boy yang kecewa dan merasa dikhianati..memilih
untuk bunuh diri..

Saat ia ditemukan meninggal..ada sepucuk surat
disakunya..

“Dear Girl…
Memang tidak banyak yg bisa aku berikan
padamu..tidak banyak yg bisa aku lakukan
untukmu…
Namun..aku sungguh-sungguh tulus
menyayangimu…
Semoga kedua mataku itu bisa berguna
bagimu..bisa membawakan terang dan keceriaan
dalam hidupmu kembali..”

NB : Kadang kala kita tidak boleh melihat sesuatu
hanya dengan mata..melainkan juga dengan hati
kita.. Mata itu bisa menipu..namun hati tidak..kata
hati selalu merupakan kejujuran terdalam dalam
hidup manusia..

2. Kisah Seekor Kupu Kupu

Di sebuah kota kecil yang tenang & indah, ada sepasang pria & wanita
yang saling mencintai. Mereka selalu bersama memandang matahari terbit
di puncak gunung, bersama di pesisir pantai menghantar matahari senja.
Setiap orang yang bertemu dengan mereka tdk bisa tidak akan menghantar
dengan pandangan kagum & doa bahagia. Mereka saling mengasihi satu sama lain

Namun pd suatu hari, malang sang lelaki mengalami luka berat akibat sebuah
kecelakaan. Ia berbaring di atas ranjang pasien beberapa malam tdk sadarkan
diri di rumah sakit. Siang hari sang wanita menjaga di depan ranjang & dgn
tiada henti memanggil2 kekasih yg tdk sadar sedikitpun.

Malamnya di kota tsb & tak lupa berdoa kepada Tuhan agar
kekasihnya selamat. Air matanya sendiri hampir kering krn menangis
sepanjang hari.

Seminggu telah berlalu, sang lelaki tetap pingsan tertidur spt dulu,

sedangkan si wanita telah berubah menjadi pucat pasi & lesu tdk terkira,

namun ia tetap dgn susah payah bertahan & akhirnya
pd suatu hari Tuhan terharu oleh keadaan wanita yg setia & teguh itu,
lalu Ia memutuskan memberikan kpd wanita itu sebuah pengecualian kpd
dirinya. Tuhan bertanya kpdnya “Apakah kamu benar2 bersedia

menggunakan nyawamu sendiri utk menukarnya?” . Si wanita tanpa

ragu sedikitpun menjawab “Ya”.

Tuhan berkata “Baiklah, Aku bisa segera membuat kekasihmu sembuh kembali,
namun kamu hrs berjanji menjelma menjadi kupu2 selama 3 thn. Pertukaran spt

ini apakah kamu juga bersedia?”. Siwanita terharu setelah mendengarnya &
dgn jawaban yg pasti menjawab “saya bersedia!”.

Hari telah terang. Si wanita telah mjd seekor kupu2 yg indah. Ia mohon diri
pd Tuhan lalu segera kembali ke rumah sakit. Hasilnya, lelaki itu benar2
telah siuman bahkan ia sedang berbicara dgn seorg dokter.
Namun sayang, ia tdk dpt mendengarnya sebab ia tak bisa masuk ke ruang itu.

Dgn di sekati oleh kaca, ia hanya bisa memandang dr jauh kekasihnya sendiri
Bbrp hari kemudian, sang lelaki telah sembuh. Namun ia sama sekali tdk bahagia.
Ia mencari keberadaan sang wanita pd setiap org yg lewat, namun tdk ada yg
tahu sebenarnya sang wanita telah pergi kemana.
Sang lelaki sepanjang hari tdk makan & istirahat terus mencari. Ia begitu
rindu kpdnya, begitu inginnya bertemu dgn sang kekasih, namun sang wanita yg

telah berubah mjd kupu2 bukankah setiap saat selalu berputar di sampingnya ?

hanya saja ia tdk bisa berteriak, tdk bisa memeluk. Ia hanya bisa

memandangnya secara diam2. Musim panas telah berakhir, angin musim gugur yg
sejuk meniup jatuh daun pepohonan. Kupu2 mau tdk mau hrs meninggalkan tempat
tsb lalu terakhir kali ia terbang & hinggap di atas bahu sang lelaki.

Ia bermaksud menggunakan sayapnya yg kecil halus membelai wajahnya,
menggunakan mulutnya yg kecil lembut mencium keningnya.

Namun tubuhnya yg kecil & lemah benar2 tdk boleh di ketahui olehnya,

sebuah gelombang suara tangisan yg sedih hanya dpt di dengar oleh kupu2 itu sendiri &

mau tdk mau dgn berat hati ia meninggalkan kekasihnya, terbang ke arah yg jauh

dgn membawa harapan.

Dlm sekejap telah tiba musim semi yg kedua, sang kupu2 dgn tdk sabarnya
segera terbang kembali mencari kekasihnya yg lama di tinggalkannya.

Namun di samping bayangan yg tak asing lagi ternyata telah berdiri seorg
wanita cantik. Dlm sekilas itu sang kupu2 nyaris jatuh dr angkasa.
Ia benar2 tdk percaya dgn pemandangan di depan matanya sendiri.

Lebih tdk percaya lagi dgn omongan yg di bicarakan banyak org. Orang2 selalu
menceritakan ketika hari natal, betapa parah sakit sang lelaki. Melukiskan
betapa baik dan manisnya dokter wanita itu.
Bahkan melukiskan betapa sudah sewajarnya percintaan mereka & tentu saja
juga melukiskan bahwa sang lelaki sudah bahagia spt dulu kala .

Sang kupu2 sangat sedih. Bbrp hari berikutnya ia seringkali melihat
kekasihnya sendiri membawa wanita itu ke gunung memandang matahari terbit,

menghantar matahari senja di pesisir pantai.
Segala yg pernah di milikinya dahulu dlm sekejap tokoh utamanya telah
berganti seorg wanita lain sedangkan ia sendiri selain kadangkala bisa
hinggap di atas bahunya, namun tdk dpt berbuat apa2.

Musim panas tahun ini sgt panjang, sang kupu2 setiap hari terbang rendah
dgn tersiksa & ia sudah tdk memiliki keberanian lagi utk mendekati
kekasihnya sendiri. Bisikan suara antara ia dgn wanita itu,ia & suara tawa
bahagianya sudah cukup membuat hembusan napas dirinya berakhir,

karenanya sebelum musim panas berakhir, sang kupu2 telah terbang berlalu.

Bunga bersemi & layu. Bunga layu & bersemi lagi. Bagi seekor kupu2 waktu seolah2
hanya menandakan semua ini.

Musim panas pd tahun ketiga, sang kupu2 sudah tdk sering lagi pergi
mengunjungi kekasihnya sendiri. Sang lelaki bekas kekasihnya itu mendekap

perlahan bahu si wanita, mencium lembut wajah wanitanya sendiri.

Sama sekali tdk punya waktu memperhatikan seekor kupu2 yg
hancur hatinya apalagi mengingat masa lalu.

Tiga tahun perjanjian Tuhan dgn sang kupu2 sudah akan segera
berakhir & pd saat hari yg terakhir, kekasih si kupu2
melaksanakan pernikahan dgn wanita itu.

didalam ruangan . Sang kupu2 secara diam2
masuk ke dalam & hinggap perlahan di atas pundak Tuhan.
Ia mendengarkan sang kekasih yg berada dibawah berikrar di hadapan Tuhan
dgn mengatakan “saya bersedia menikah dengannya!”.
Ia memandangi sang kekasih memakaikan cincin ke
tangan wanita itu, kemudian memandangi mereka berciuman dgn
mesranya lalu mengalirlah air mata sedih sang kupu2.

Dengan pedih hati Tuhan menarik napas “Apakah kamu menyesal?”.

Sang kupu2 mengeringkan air matanya “Tidak”.

Tuhan lalu berkata di sertai seberkas kegembiraan “Besok kamu
sudah dpt kembali mjd dirimu sendiri”.

Sang kupu2 menggeleng-gelengkan kepalanya “Biarkanlah aku menjadi kupu2 seumur hidup”.

ADA BEBERAPA KEHILANGAN MERUPAKAN TAKDIR.
ADA BEBERAPA PERTEMUAN ADALAH YANG TIDAK AKAN BERAKHIR SELAMANYA.
MENCINTAI SESEORANG TIDAK MESTI HARUS MEMILIKI,NAMUN MEMILIKI SESEORANG
MAKA HARUS BAIK-BAIK MENCINTAINYA..

Bagaimana menurut pendapat Anda dengan cerita ini?? di comment ya… ^^

1. Seorang gadis lumpuh dan pendira AIDS

” Sebuah kisah cinta antara Angel seorang gadis lumpuh dan Martin seorang pendira AIDS, Bagaimana mereka menunjukkan pada dunia, Tidak ada yang berbeda dengan apa yang orang lihat, mereka hanyalah manusia yang berusaha untuk diakui sebagai bagian dari masyarakat”.

Tentang Angel.

Seorang gadis berusia 23 tahun. Bekerja sebagaisekretaris sebuah perusahaan seluler. Ia memiliki seorang kekasih bernama Hendra. Angel begitu bergembira saat pulang dan memeluk ibunya.

“ Bu, Hendra akan melamarku malam ini dan kami akan bertemu di taman kota, tempat dimana pertama kali bertemu..” kata Angel pada ibunya.

“ Bagaimana kamu yakin nak?”

“ Tentu saja aku yakin, sebab kami sudah merencanakan itu, dan Hendra bilang malam ini iya akan melamarku..”

“ Kalau begitu lekaslah kamu pergi dan berganti pakaian terbaikmu..”

Angel bergembira malam yang ia tunggu selama mereka berpacaran lebih dari 3 tahun kini menjadi akhir dari kisah cinta mereka.

Tentang Martin.

Martin berumur 25 tahun. Pria playboy dan terlahir dari keluarga jutawan.Jam menunjukan pukul 7 malam. Tiba-tiba pintu kamarnya terdengar ketukan. Martin sedang tertidur, ia bangun dan membuka pintu dengan wajah kesel. Seorang aju dan ayahnya terlihat didepan pintu.

“ Kenapa sih? Ganggu orang tidur aja..!!!”

“ Maaf tuan, Ayah anda sudah menunggu di ruang tamu untuk makan malam keluarga.”

“ Bilang padanya, aku ada dibawah sebentar lagi..” Kata Martin tidak melawan.

Ajudan itu pergi, Martin merapikan mukanya yang kusut karena semalam ia baru saja pergi dugem dan pulang pukul 7pagi, setelah rapi ia pun langsung ke bawah menemui ayahnya di meja makan. Bersama ibu dan adiknya Sheila.Ia duduk begitu saja.

“ Begini cara kamu membesarkan anakmu? Pagi jadi malam, malam jadi pagi. “ kata ayah ketus.

“ Sudahlah pak, Martin ayo makan.”

Dengan setengah hati martin makan. Tapi baru mencicipi sedikit sarapan. Ia sudah menghilang dengan wajah kesel ayahnya. Martin pergi dengan mobil BMWnya menelusuri jalan yang sudah penuh dengan lampu warna warni. Kota ini akan merayakan natal dalam waktu beberapa hari lagi.Ia hanya berujar dalam hati.

“ Ayahku kaya, untuk apa berkerja. Tujuh turunan pun tidak akan pernah habis.”

Seorang gadis menelepon padanya. Tampaknya gadis itu adalah incarannya untuk malam ini, Mereka tampak asyik sibuk berbicara bersamaan, DIitengah jalan.

Kembali ke Angel.

Ibunya sudah berdiri di depan pintu. Angel menyalakan motor vespanya. Lengkap dengan pakaian terbaiknya.

“ Aku pergi dulu ya..”

“ Kenapa tidak kamu minta di jemput saja.” Tanya ibunya.

“ Tidak apa bu, Hendra langsung pulang kerja. Kan nanti kena macet. Lagi pula aku ingin pergi masing-masing saja. Jadi bertemu disana.”

“ Ya, sudah nak. Hati hati ya.”

Angel pun melaju motornya sambil membayangkan apa yang akan terjadi dalam hari terindahnya.

Kembali ke Martin.

Martin tampak tertawa, gadis itu membiuskan kata-kata indah di telinganya. Ia selalu ingat jika ia bisa memberikan apapun yang diinginkan oleh gadis yang menyukainya, ia rela memberikan uang , permata ataupun emas yang diingkan. Saat ia berjalan, ia tidak menyadari lampu merah diatasnya. sebuah vespa yang melaju di lampu hijau. Martin terkejut, mobilnya melaju. Menabrak vespa itu hingga terpental. 10 meter jauhnya. Yang ia ingat, seorang gadis terkujur kaku dijalan. Hatinya risau, apakah ia harus melihat korban itu. Atau melarikan diri, tapi ia tau. Bila ia mendekat, maka ia akan membuat masalah dengan dirinya sendiri diantara kerumunan orang yang mulai mendekati korban.

Ia pun memutuskan satu kenyataan— lari dari kejadian itu.

Tentang Hendra.

Ia menunggu tanpa adanya kejelasan ditaman. Hatinya cemas, ia mencoba menelepon Angel berulang-ulang tapi sama sekali tidak diangkat. Satu jam berlalu, hatinya mulai cemas. Ia berpikir, Angel menolak dirinya. Hingga ia menelepon terakhir kali dan mendapatkan suara asing, suara seorang pria yang mengatakan kalau gadis yang memiliki hendphone itu. Sedang dirawat dalam ruangan unit darurat. Ia langsung menuju rumah sakit, menyimpan cincin tunangan untuk Angel. Saat ia tiba, ibu Angel tampak berdiri dengan tangisan khawatir.

Kembali ke Martin.

Ia mulai sadar, banyak saksi yang melihatnya dengan nomor mobilnya. Ia ceritakan masalah ini kepada ayahnya. Ayah meminta ia bertanggung jawab, tapi ibunya menolak. Ia sadar putranya bisa berada di penjara bila ia menyerahkan diri. Uang tidak berarti bagi putranya untuk lepas dari Penjara. Satu keputusan saat itu juga. Martin harus pergi keluar negeri. Melarikan diri dan membuat alibi dengan orang lain yang berada di mobil, dengan uang ayahnya bisa membayar orang lain untuk berpura-pura mengaku melakukan perbuatan yang tidak ia lakukan.

Natal terlewatkan dengan masalah diantara ketiganya. Hendra bersedih dengan keadaan kekasihnya. Angel tidak pernah tau keadaanya, Martin melarikan diri dengan rasa gundah dan bersalah.

2 bulan berlalu.

Angel masih berada di rumah sakit. Ia mulai sadar, tapi kakinya telah dinyatakan hilang. Ia harus mengalami kelumpuhan di kedua kakinya. Hendra menemani kekasihnya. Memberikan dukungan batin dan kekuatan yang tidak bisa Angel bayangkan untuk hidup. Angel pun berusaha menerima kenyataan kini ia cacat.

Martin berada di Australia menghabiskan waktunya dengan minum dan minum untuk melepas kegelisahan hatinya.

6 bulan berlalu.

Angel berdiri untuk pertama kalinya dari kursi roda. Hendra menopang kakinya untuk berjalan. Walaupun merasa berat di hatinya. Ia sadar ia tidak akan pernah menjadi normal.

Martin semakin gelisah, ia ingin pulang. Ibunya bilang padanya tunggulah hingga 6 bulan ke depan. Hanya satu yang ingin ia tanyakan

“ Ibu bagaimana keadaan korban yang aku tabrak?”

“ Dia tidak mati, ia masih hidup.”

“ Syukurlah, tapi aku tetap ingin tau.”

“ Kamu akan tau kelak bila kamu pulang, lebih baik kamu tetap disana hingga kasus ini ditutup.”

1 tahun berlalu.

Angel mulai bisa berjalan dengan menggerakan kursi roda lewat tangannya. Hendra mengajaknya untuk bertemu orang tuanya. Apa yang ia dapatkan saat ia sedang duduk di sofa ruang tamu. Tanpa sengaja ia mendengar apa yang ibu Hendra katakan.

“ Ibu tidak ingin punya menantu lumpuh dan cacat seperti itu.”

“ Ibu kenapa bilang begitu, bagaimanapun dia adalah Angel yang sama, sama seperti saat aku membawanya pertama kali.”

“ Berbeda. Ia gadis cacat.. bukan gadis cantik yang dulu kamu bawah.”

Keduanya bicara, dan Angel mendengar. Ketika mereka sadar. Angel telah mengatakan satu hal yang begitu berat untuknya.

“ Maafkan aku, mulai saat ini aku akan melepaskan Hendra untuk selamanya.”

Hendra berusaha untuk tetap bertahan, tapi akhirnya ia pun menerima keputusan Angel.

Martin telah kembali setelah ia mendapatkan kepastian kalau kasusnya telah kelar dengan orag lain yang bersedia mengantikan dirinya di penjara.

Angel mencoba untuk bekerja normal. Ia tidak akan ditolak di kantor lamanya, tapi dengan kaki yang pincang dan terkadang harus mengunakan kursi roda. Ia merasa seperti seorang yang tak berguna, hanya bisa merepotkan siapapun. Ketika ingin naik escalator ataupun menaikin tangga semuanya terasa berat. Setiap malam ia hanya bisa menangis, melihat keadaanya, ibunya menyadari keadaan putrinya, hatinya pun perih tapi hanya bisa berharap tuhan memberikan kekuatan untuk anak semata wayangnya setelah ayah Angel meningal.

Martin berhasil mendapatkan apa yang ia ingin tau, tentang korban yang selalu membayangin dirinya. Dan sumber informasinya mengatakan tentang gadis itu. Ia mendapatkan kantor Angel. Ia segera menuju kantor itu yang ternyata merupakan bagian dari perusahaan ayahnya. Saat itu ia melihat Angel tampak berusaha menaiki tangga. Hatinya tergerak untuk mendekat. Membantu mendorong kursi rodanya.

“ Terima kasih..” Kata Angel padanya.

Martin terdiam, hatinya begitu pilu melihat Angel begitu cantik tapi jadi cacat karenanya.

“ Tidak masalah.”

“ Kamu kerja dikantor ini lantai berapa?”

“ Lantai 3.”

“ Kamu?” Tanya Angel balik.

Martin bingung menjawab pertanyaan Angel, ia tidak pernah berkerja hingga akhirnya ia mengarang sebuah kisah.

“ Aku baru kerja disini, di lantai dua,”

“ Oh ya..:”

“ Andai saja aku di lantai satu, pasti aku ga perlu repotin orang hehehe. Jadi ga enak hati..” kata Angel.

Meraka tiba di eskalator. Sekali lagi Angel mencucapkan terima kasih pada pria itu.Martin pulang saayt itu pula dengan wajah bersedih. Ia ingin menangis melihat dosa yang ia lakukan pada Angel. Ia pulang kerumah ayahnya dan meminta perkerjaan di kantor itu. Ayahnya begitu heran dengan sikap putranya tapi menerima keputusan Martin. Ia langsung menjadi direktu dalam perusahaan itu. Dalam satu hari ia memutusan untuk memindahkan kantor dimana Angel bekerja dari lantai 3 ke 1. Setiap harinya ia selalu memandangin Angel saat ia bisa, ia tak pernah mengalami satu keadaan yang begtu sulit dalam hidupnya. Ia memutuskan untuk mendekati Angel, mencoba untuk mengatakan satu kejujuran yang tak bisa ia ucapkan saat ini. Tentang hal yang membuat Angel menjadi seperti saat ini.

Dari hari ke hari, mereka semakin dekat. Martin membuat banyak kemudahan di kantor untuk Angel agar bisa mengunakan kursi rodanya secara bebas. Ia makan bersama Angel di kantin yang tidak pernah ia jamah sebelumnya. Mengenang sosok Angel yang berhati mulia, sosok yang rendah hati dan menerima kenyataan hidupnya sebagai gadis cacat.Suatu hari karena bosan, Martin mengajak Angel untuk makan di luar.

“ Makan denganku di luar? Tidak salah kamu kan direktur disini?”

“ Emangnya direktur tidak boleh makan bersama kamu.”

“ Bukan begitu, aku hanya takut merepotkan direktur bila jalan bersamaku. Kota ini tidak ramah dengan kursi roda, aku tidak ingin merepotkan direktur bila jalan bersamaku hingga harus mendorong kursi ini.”

“ Tenang saja, ayo katakan apa yang ingin kamu makan, ini perintah dari Direktur jangan pernah menolak!!”

“ Baiklah. Aku ingin makan Sushi Tei, sungguh aku sudah lama tidak pernah makan disana.”

“ Kalau begitu ayo kita makan.”

Mendengar Angel ingin makan sushi tei, Martin langsung meminta ajudan ayahnya untuk membooking semua kursi yang ada di restorant itu hanya untuk mereka. Ketika Angel tiba di sushi tei, ia terkejut melihat restorant itu hanya ada mereka berdua. Ia hanya mendengar kata terakhir Martin.

“ Makanlah semua yang kamu inginkan..”

Mereka pun makan dengan lahap. Martin begitu menikmati keadaanya bersama Angel, hingga mereka menyadari kalau natal akan datang dalam beberapa minggu lagi.

“ Kalau natal nanti, apa yang kamu inginkan Angel.”

“ Aku kalau natal selalu meminta banyak hal, tapi sayangnya tidak pernah terjadi tuh. “

“ Kalau begitu katakan lah, aku ingin tau..”

“ Sungguh kamu ingin tau?”

“ Tentu saja aku ingin tau.. ayolah sebutkan.”

“ Aku ingin bisa berjalan lagi..”

Hendra tertegun, hatinya miris dan wajahnya menunduk.Tadinya ia berpikir ingin memberikah hadiah kepada Angel, apapun yang Angel inginkan. Kini mendengar permintaan sulit itu, ia bersedih.

“ Adakah hal lain yang bisa kamu katakan selain itu,?”

“ Tidak ada, aku tidak ingin meminta soalnya. Kamu tahu tahun lalu ketika aku sudah meminta eh tiba-tiba malah ga pernah terjadi..”

“ Kalau boleh tau, kamu tahun lalu minta apa?”

Angel tertunduk, ia sadar natal tahun lalu begitu kelabu, ia meminta Hendra meminangnya dan semua benar-benar gagal.

“ Aku tidak bisa katakan, itu sudah menjadi masa lalu, kalau kamu? Katakan dong apa yang kamu mau?”

Martin mendekat kepada Angel, matanya tampak serius.

“ Aku tidak ingin apa-apa selain hanya bisa melihatmu tersenyum. Itu cukup buatku.”

Angel pun tertawa. Mereka melewatkan makan siang itu begitu gembiranya. Setelah makan siang, Angel turun ke loby. Saat itu Martin hendak menggendong tubuh Angel mobil. Tanpa sengaja Angel melihat Hendra sedang bersama wanita lain melewati mereka. Angel terdiam melihat mantan kekasihnya, Begitu pun Hendra. Hanya Martin dan kekasih Hendra yang tak mengerti apa yang membuat keduanya saling bertatapan.

Hendra pun berjalan dan masuk ke mobil. Angel melihat Hendra pergi darinya. Ketika ia di mobil, ia menangis. Martin begitu bingung. Dan bertanya apa yang terjadi. Angel pun mengatakan satu hal tentang natal tahun lalu dan harapannya.

“ Aku ingin menikah, tapi kekasihku tidak bisa karena aku sudah menjadi cacat..”

Martin hanya terdiam, hatinya semakin tak berdaya.

Natal telah tiba, Martin mulai mengerti satu alasannya untuk menjadi seorang pria pada utuhnya. Ia memberikan hadiah kepada Angel, sebuah hadiah yang mungkin terlalu berharga untuk Angel. Sebuah kalung berlian di leher Angel. Martin menyadari satu hal, ia mulai mencintai Angel. Ada yang harus ia katakan di acara makan malam natal bersama mereka. Di atas meja makan dengan lilin merah menyala, Martin menyatakan cinta kepada Angel.

“ Apakah kamu yakin ingin menjadi kekasih dari seorang gadis cacat sepertiku?

“ Aku berjanji dalam hatiku dan atas nama Tuhan kalau, aku bersungguh-sungguh ingin menjadi bagian dalam hidupmu Angel, apapun yang terjadi dengan keadaanmu, kamu adalah gadis yang kuinginkan dalam hidupku, sekarang dan selamanya.”

Kalimat itu membuat Angel begitu bahagia, walaupun ia ragu pada awalnya. Pada akhirnya Martin benar-benar membuktikan satu hal kepada Angel. Ia benar-benar mencintai gadis itu.Mereka pun berpacaran secara resmi. Keluarga Martin yang tidak pernah melihat Martin demikian berubahnya dalam hidup menyambut kegembiraan putranya begitu bahagia.Suatu ketika dimalam hari, Angel merasakan kuasa Tuhan, tiba-tiba jari kakinya mampu bergerak. Ia mulai menyadari satu hal, kalau ia mulai bisa merasakan kakinya kembali setela lama lumpuh tanpa bergerak.

Martin tidak pernah mengerti. Mengapa tubuhnya semakin lama semakin lemas. Hingga akhirnya ia jatuh sakit. Ia terdampar di rumah sakit. Angel datang dan membuat keluarga martin begitu terkejut.

“ Siapa dia ?” Tanya ibu Martin pada Martin yang terbaring ketika Angel bersamanya.

“ Ini kekasihku bu..”

Keluarga Martin terdiam. Ia tidak pernah meyangka kalau anaknya punya pacar yang cacat. Semua bisa menebak kalau tentu saja keluarga martin tidak pernah bisa menerima hubungan mereka. Tapi Martin tidak peduli. Saat itu, setelah kelua dari rumah sakit. Ia benar-benar mendapatka hadiah terburuk dalam hidupnya. Martin positif HIV. Sebuah kenyataan yang begitu pahit dalam hidupnya, ntah gadis mana yang ia tidurin dan menularkan penyakit itu padanya.

Ia paham hidupnya seperti kiamat. Tapi dalam kesempatan itu, ia terus berjuang untuk hidup. Angel mengatakan pada Martin kalau kakinya mulai bisa bergerak. Martin melihat itu sebagai keajaiban, ia pun pergi memeriksa keadaan kaki Angel dan dokter mengatakan kemungkian sembuh normal adalah 20 persen. Berita yang indah untuk Angel, tapi sayangnya dokter mengatan harus segera dilakukan operasi untuk membuat kakinya menjadi normal karena ada beberapa bagian urat pada kaki angel yang harus di ganti.

Martin memutuskan untuk membawa Angel ke rumah sakit terbaik di dunia. Angel menolak pada awalnya tapi inilah yang terjadi di malam sebelum itu semua terjadi.

“ Angel, aku selalu ingat keinginan kamu di hari natal. Kamu ingin berjalan. Tuhan telah mendengarkan impianmu itu, sekaranglah jalanmu. Kamu harus ikut aku pergi. Lakukan ini untuk kebahagiaanmu, jangan pikirkan biayanya karena aku bisa membantu.”

“ Tapi kamu terlalu baik untukku, aku tidak ingin berhutang budi.”

“ Kamu tau, aku punya keinginan permintaan natal juga. Kamu ingin tau?” jelas Martin.

“ OK katakan.”

“ Aku ingin kelak meihat kamu berjalan dan aku bisa bahagia bersamamu setelah itu dan..?”

“ Dan apa?”

“ Akan kukatakan kalau kamu sudah mau ikut aku ke untuk menyembuhkan kakimu,”

“ Baiklah..”

Mereka pun berangkat. 3 bulan sebelum natal. Operasi berjala dengan baik, tapi keadaan martin yang terlalu lelah membuatnya semakin buruk.Tapi lelahnya itu dibayar dengan semangat angel yang ingin sembuh dan berjala di saat natal. Semua terjadi, semua yang dilakukan dokter berhasil. Angel pun sembuh, ia mulai bisa berjalan dengan perlahan. Martin yang setia menjaganya selalu ada disampingnya.;

Hingga natal pun tiba. Angel berdua dengan martin. Di sebuah tempat yang indah., wajah martn begitu pucat. Martin pun meneruskan apa yang hendak ia katakan kepada Angel sesaat sebelum Angel di operasi.

“ aku sudah maafkan kamu sejak kita bertemu..?” kata Angel yang membuat Martin bingung.

“ Kamu maafkan untuk apa?”

“ Kamu tidak perlu katakana apapun, aku sudah memaafkan dan mencintai kamu dengan setulus hatiku.”

“ Angel, bagaimana kamu bisa tau?”

“ Aku tidak akan pernah lupa kejadian itu, sesaat sebelum kejadian itu aku melihatmu. Walau samar-samar aku bisa tau itu kamu.”

“ Aku benar-benar menyesal Angel, maafkan aku..”

“ Lupakan semuanya Martin. Aku selalu menerima keadaan ini sebagai takdir.”

“ Angel ada satu hal lagi yang ingin kamu tau..”

“ Katakan Martin?”

“ Aku positif HIV..”

Angel terdiam. Dan ia mengatakan satu hal untuk martin.

“ Ketika kamu melihatku sebagai gadis cacat, kamu tidak pernah merasa malu ataupun merasa takut bila aku merepotkan kamu. Aku begitu tersentuh, setiap manusia memiliki sisi yang tak bisa ia hindarkan tentang ketakutan akan petaka. Tapi kamu berbeda Martin, kamu menyadarkan aku untuk kuat, oleh karena itu, walaupun kamu menderita HIV, kini saatnya aku melakukab hal yang sama!”

“ Kenapa kamu mau? Kamu tidak takut padaku.”

“ Karena inilah takdir kita, apapun yang terjadi dengan keadaanmu. Kamu adalah bagian dalam hidupku yang akan selalu ada. Aku akan selalu ada disampingmu..”

Martin dan Angel menikah beberapa bulan kemudian. Setahun kemudian Angel sudah bisa berjalan tanpa tongkat, dua tahun kemudian. Mereka melahirkan anak dengan ajaibnya normal tanpa penyakit apapun. Tiga tahun kemudian di natal 2009., Martin meninggal karena penyakitnya.

Seperti kata Angel

“ Bagaimanapun keadaan kita dan siapapun yang memiliki keadaan sulit, janganlah merasa kamu akan sulit karenanya. Karena kita tidak bisa memilih apapun dalam hidup kita, selain bertanggung jawab terhadap apa yang kita lakukan di masa lalu. Tapi percayalah masa depan akan indah bila kita beusaha untuk menerima keadaan kita.”

Kupersembahkan kisah ini untuk semua penderita AIDS di dunia, percayalah kalian adalah makluk tuhan yang paling bahagia dengan keadaan apapun.

Bagaimana menurut pendapat Anda dengan cerita ini?? di Comment ya… ^^

 

159 responses to “Story

  1. johan

    November 2, 2010 at 8:51 am

    luarrr biasaaaaa sungguh sangat menyentuhhhh……….

     
  2. ivon

    November 2, 2010 at 11:42 am

    Everybody is equal in God’s eyes and his plan for us is always beautiful.

     
  3. michiu

    November 2, 2010 at 11:51 am

    Aku nangis hbs baca kisah ini (-̩̩̩-͡ ̗̊–̩̩̩͡ )

     
  4. alex

    November 2, 2010 at 3:10 pm

    sungguh mujizat itu nyata
    semua akan indah pada waktunya
    gbu…

     
  5. theea

    November 2, 2010 at 3:36 pm

    Ehm,,,cinta gk pernah salah,,,takdir yg membawa kita pada satu titik yang dinamakan cinta sejati ,,,dimana kita g pnah tau knp kita bs begitu kuat dalam cinta yg kita alami,,begitu indah skaligus ada perih,,itulah takdir,,

     
  6. bakor gede,bali.

    November 2, 2010 at 4:01 pm

    Aq sangat2 terharu tentang cerita ini,kita memang makhluk tuhan,yg tidak sempurna,maka aq baca cerita ini baru aq mengerti tentang kehidupan,makasih ya atas critanya membuat aq tersadar……..

     
  7. Yota

    November 3, 2010 at 2:23 am

    Nice love story…. Great miracle…

     
  8. rara

    November 3, 2010 at 4:08 am

    Miracle..

     
  9. yuna

    November 3, 2010 at 11:37 am

    Cerita yang sangat menyentuh,,bisa digunakan utk renungan Natal,,,Rancangan Tuhan slalu Indah pada Waktunya,,bukan hanya kiasan,,ini buktinyaaa,,,
    Tuhan Yesus Memberkatiii

     
  10. inggi

    November 3, 2010 at 3:32 pm

    Perjalanan cintA yg mengharukan,,,..

     
  11. melissa

    November 3, 2010 at 4:13 pm

    Nice…😉

     
  12. yalesi irma bhinawati

    November 4, 2010 at 2:20 am

    Aq sangat terharu…bgt kuatnya angel, bisa ga diantara kita yg sanggup jika mengalami spt dia

     
  13. debby

    November 4, 2010 at 8:41 am

    mempunyai makna yang dalam banget,karena kita tidak melihat lagi apa yang kelihatan tapi mengambil suatu kesimpulan bahwa hidup tidak berakhir hanya dalam dunia ini melainkan untuk dunia yang lain,belajar menerima kenyataan hidup sebagai seuatu proses kehidupan.

     
  14. yani

    November 4, 2010 at 2:30 pm

    Sesuai n seindah nama nya angel … Luv

     
  15. weni siagian

    November 5, 2010 at 3:49 am

    Mewek. Coooom

    Terharuuuu hingga aku menangiiis ….m

    Heheeheh …

     
  16. kiki pramita

    November 5, 2010 at 8:27 pm

    Bener-bener mengharukan.
    Angel sesuai dgn namany ☺

     
  17. silvia

    November 9, 2010 at 4:23 pm

    so sweet i like it

     
  18. lecir jabrig

    November 9, 2010 at 11:26 pm

    Seru x cruta ini,,,saya suka sekali

     
  19. siang

    November 10, 2010 at 11:00 am

    sgt menyentuh :((

     
  20. gladys angel

    November 10, 2010 at 1:56 pm

    Tuhan itu baik adanya dia mengambil yang paling berharga dari hidup kita tapi dy memberikan kita apa yg lebih berharga dari yg dy ambil sebelumnya!! Qt mc punya porsi masing2 dlam dunia ini,Tuhan tidak mmberikan apa yg qt impikan tapi dy memberikan apa yg qt butuhkan!!!

     
  21. cuyang

    November 11, 2010 at 7:50 am

    Aku tak mampu mengtkan apapun..
    Aku hny bs anjuhkan jempol..
    (-̩̩̩-͡ ̗̊–̩̩̩͡ ) Ɨƚι̇ƙƨ̃.. Ɨƚι̇ƙƨ̃.

     
  22. Hua~Siang

    November 11, 2010 at 11:22 am

    Sungguh terharu buanget cerita ini, sampai2 saya jg meneteskan air mata.. Terima kasih utk martin krn dia jg pada akhirnya bertanggung jawab utk angel. Sehingga mrk akhirnya di takdirkan bersama.

     
  23. siska

    November 11, 2010 at 12:41 pm

    Cerita iήî sangat luar biasa … >̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴͡

     
  24. natalya

    November 11, 2010 at 2:37 pm

    Benar2 menyentuh di hati.Martin sgt tanggung jawab sama perbuatannya dan mereka bs menerima keadaan pasangan mrk masing2.Ini baru dinamakan true love.

     
  25. BUDI M

    November 12, 2010 at 3:40 pm

    LUAR BIASA, memang untuk jujur diperlukan satu keberanian mengalahkan EGO…..

     
  26. keisya

    November 19, 2010 at 10:59 am

    All is well that ends well”Semua yg berakhir baik adalah baik”

     
  27. vany salim

    November 19, 2010 at 3:32 pm

    ini baru yg namanya TRUE LOVE!!!!
    kira” masi ad g yah manusia yg pny pemikiran yg kyk gt??
    hm.==”

     
  28. lilian bowman

    November 25, 2010 at 2:58 pm

    Boleh kritik gak? Ceritanya terlalu klise ya. Dan cerita kedua terlalu dipaksakan ya buat happy ending.

     
  29. Vredisch Tan

    November 26, 2010 at 10:18 am

    Sungguh merupakan cerita yg bgs , dan patut di contoh betapa cinta sejati yg di miliki angel dan martin… Aduh gw bacanya ampe mata gw berkaca kaca…
    Very very nice story…

     
  30. sagita Chai

    November 26, 2010 at 5:46 pm

    Fantastic
    Tapi w ngtk baca ny? Panjang amet a? Hahhahahhahaha

     
  31. yenni fang

    December 14, 2010 at 3:29 pm

    Smua ceritanya bagus,sangat menyentuh hati. .mantap

     
  32. lisa

    December 16, 2010 at 7:17 am

    Nice story…!!!! Cerita ƴªήğ sungguh menyentuh hati… Benar-benar sebuah cerita cinta sejati ƴªήğ indah…

     
  33. mee

    December 16, 2010 at 3:09 pm

    Ceritanya bagus.. Menggugah hati.. Bahwa dlm stp kehidupan ini, Tuhan slalu ada bersama kita namun kita tidak merasakannya.. Kita tidak bs menilai org dr luar tp hrs dr dlm dirinya..

    Ditgg yh crt selanjutny..

     
  34. hansen

    January 4, 2011 at 1:27 pm

    bener2 cerita yang sangat menyentuh hati

     
  35. Yongsin sz'lovely

    January 6, 2011 at 3:12 am

    @ All : thanks ya… sering” kunjungi ya..
    setiap 1 bln sekali akan ada story baru ^^

     
  36. angella

    January 8, 2011 at 6:02 am

    ko yongsin g blg y da crita baru lagi…humph..
    nice story..n.n
    adik yg sngt baik..n.n

     
    • Yongsin sz'lovely

      January 10, 2011 at 3:09 am

      @ angella : kan gk perlu blg e mah… so update truz..
      mknya mei jgn ketinggalan dunk..haha

       
  37. tyin ng

    January 14, 2011 at 6:55 am

    ( | | )
    _____ \ \ Mantap / / _____
    (____ _) \ / (_____)
    (_____ ) _)__( •̃͡-̮•̃͡)__(_ (______)
    (__ ___) ) |H| ( (_ ____)
    … (_____) __/ /_/\_\ \__ (_____)

     
  38. charliem

    January 14, 2011 at 7:02 am

    i love u yu yuan semoga bahagia disana

     
  39. thequila

    January 15, 2011 at 4:32 am

    sedih nyaaaaaaaaaaaaaaaaa.hiksssssss

     
  40. thequila

    January 20, 2011 at 4:30 am

    cerita samara : buatan u y pap?memakai speaker la…bukan memaki..wkwkwkw

     
  41. angella

    January 21, 2011 at 9:08 am

    yu yuan…
    my child 2..n.n

     
  42. itha

    January 21, 2011 at 2:48 pm

    Cerita yang sangat mengharukan…
    di tunggu cerita selanjut nya yaa

     
    • Yongsin sz'lovely

      January 22, 2011 at 1:09 am

      selalu sering kunjungi aja website ini.. pasti akan selalu ada story yg mengharukan..^^

       
  43. seLin

    January 23, 2011 at 4:55 am

    Beutiful story
    Love it so much ~
    bagus koko ~
    ^^

     
  44. novita

    January 27, 2011 at 9:20 am

    Terharu aq….
    Mpe nangis…
    Sungguh so sweet….XD

     
  45. Mekel

    February 24, 2011 at 8:01 am

    om admin yang cerita 1000 burung kertas itu daped na dari http://www.pondokrenungan.com yah…….😀
    soal na saya baca pertama kali di link tsb makasih😀

     
    • Yongsin sz'lovely

      February 25, 2011 at 1:35 am

      @mekel : bukan.. saya mendapat story 1000 burung kertas. dari seorang yg telah mengirimkan ke email saya..

       
  46. Suky

    March 17, 2011 at 6:08 am

    aku seneng bgt baca2 cerita dari yong, bagusssss.. dan juga ramalan2 nya tiap minggu, udah seperti buku berjalan aja
    makasih yaaa

     
  47. Yongsin sz'lovely

    April 14, 2011 at 9:50 am

    @ suky : tq ya mei ^^

     
  48. test blast

    May 26, 2011 at 10:20 am

    test blasts

     
  49. cipto hasandy

    June 4, 2011 at 3:40 pm

    cerita@ yg sangat menyentuh hati

     
  50. desyy

    June 11, 2011 at 5:02 am

    sebuAh ceritA yg sangAt mengharukan..
    I love C.story

     
  51. Buy Efqi.com for $50

    June 24, 2011 at 5:14 am

    I like this web site because so much utile stuff on here : D.

     
  52. ohh yeaahh

    September 26, 2011 at 8:01 am

    kerennnn !!!! mantapppp !!!!! ><

     
  53. Yongsin sz'lovely

    October 19, 2011 at 4:35 am

    @tes blast : ??

    @cipto : tq ya… ^^ sering kunjungi ^^

    @ desy : tq sis….
    tunggu story berikutnya lg y sis ^^

    @ efqi. : Tq ^^

    @ oh yeahh : tq ^^

     
  54. astri

    November 7, 2011 at 4:07 am

    Wah, ∂ķΰ ƍª berhenti nangis ☀Ħīĸş•• :'(ħĨĸŚ ••:'(Ήīĸš☀>:O
    😥
    /♊\ ♓üªäªåªäªªªªª…
    _/ \_ ••••• Ħϊks •••••

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: