RSS

History

DAFTAR KUNJUNGAN


Menjual segala jenis ACCESSORIES BLACBERRY: www.szlovely.wordpress.com/shop
Website sejarah szlovely  ini mencerita tentang semua sejarah

Add My Account
Twitter : sz_lovely

FB : yongsin.szlovely@yahoo.co.id

YM : ck_scorpions@yahoo.co.id

* Halloween
* Bakcang
* Marga Chinese / TIonghua
* Dewa Berkepala Empat / SHI BIN HUT
* Ceng Beng

* Cap Go Mei
* Valentine Day
* Imlek
* Tahun Baru
* Natal
* Kue Bulan

* Facebook

Address: Jl.A.Yani / Kesawan No.97 / 99 Medan
Telp : (061) 4536655 – 4516380
Email : info@kesawanhotel.com Website : www.kesawanhotel.com

* ASAL USUL HALLOWEEN *

Perayaan Halloween biasa dilaksanakan oleh warga Amerika pada 31 Oktober. Prosesi halloween dirayakan dengan cara berdandan seram dan menghias rumah dengan berbagai macam hal seram. Salah satu benda yang selalu ditemui pada tanggal ini adalah adanya Jack O’Lantern, semacam hiasan yang dibentuk dari labu yang diisi dengan lilin atau lampu yang menyala. Labu tadi biasanya diukir dengan bentuk yang menyeramkan, sehingga pada saat malam tiba, Jack O’Lantern akan menyala dengan menyeramkan.

Selain Jack O’Lantern tadi, berbagai hiasan seram seperti kelelawar, tengkorak atau tulang belulang, sarang laba-laba, dan terkadang hiasan yang berbentuk seperti perlengkapan sihir seperti sapu terbang dan belanga tempat nenek sihir membuat berbagai obat atau racun sihir akan tampak di mana-mana. Bahkan tidak sedikit hiasan yang menampilkan Vampir atau peti mati ala Vampir nampak di berbagai rumah. Sebenarnya apa sih yang terjadi sampai ada perayaan serba seram ini?

Seperti aja sejarah di balik perayaan unik ini?

Banyak teori yang berkembang mengenai Halloween ini, tapi teori yang paling banyak diterima adalah bahwa perayaan Halloween ini berasal dari perayaan bangsa Galia kuno yang disebut Samhain, yang secara kasar berarti “Akhir Musim Panas”. Perayaan ini dipercaya sebagai berakhirnya “masa terang” (musim semi dan musim panas) dan dimulainya “masa gelap” (musim gugur dan musim dingin). Bangsa Galia kuno percaya bahwa pada tanggal 31 Oktober, atau di hari Samhain tadi, batas antara dunia nyata dan dunia gaib akan sangat tipis, sehingga para penduduk dunia gaib dapat menyeberang ke alam kita.

Pada perayaan Samhain, biasanya pada penduduk Galia kuno akan mengadakan perayaan besar bagi nenek moyang mereka yang sudah lama meninggal dan “mengundang” mereka untuk duduk makan bersama, sedangkan arwah atau makhluk gaib yang jahat akan diusir dari kediaman mereka. Untuk semakin mempersulit arwah atau makhluk gaib jahat menyebarkan pengaruh negatif di tengah mereka, maka para penduduk akan menggunakan topeng dengan wajah buruk atau berdandan seperti makhluk gaib jahat tadi, sehingga para makhluk gaib jahat tadi menganggap bahwa mereka tidak seharusnya diganggu dan membiarkan perayaan berjalan dengan meriah.

Dari tradisi dan kepercayaan inilah tradisi mengenakan kostum berkembang sampai sekarang, walaupun Halloween di dunia modern sekarang, kostum yang ada bukan lagi kostum seram, tapi berbagai kostum unik mulai dari binatang sampai tokoh superhero atau bahkan tokoh kartun.

Kalau begitu, kenapa namanya berubah menjadi Halloween?

Ternyata nama Halloween ini berasal dari usaha Gereja pada masa itu untuk menghentikan penduduk merayakan hari perayaan Samhain yang dianggap bertentangan dengan perayaan Nasrani. Gereja mengadopsi perayaan Samhain menjadi Hari Para Orang Suci (All Hallows Evening), dengan harapan para penduduk Galia di masa itu akan meninggalkan perayaan yang dianggap tidak gerejawi.

Dari nama All Hallows Evening, penduduk menyingkatnya menjadi Hallow’s Even, dan makin lama nama yang ada makin pendek sehingga menjadi Halloween. Uniknya, walaupun nama dan perayaannya menjadi perayaan gerejawi, Gereja tetap tidak dapat mengubah bentuk dan tradisi yang ada di dalam perayaan ini.

Lalu apa sih sebenarnya Jack O’Lantern?

Jack O’Lantern ini merupakan legenda dari Irlandia. Legenda ini menceritakan mengenai seorang petani licik dan tangguh plus pelit yang berhasil menipu Iblis. Ia berhasil membuat iblis naik ke atas pohon dan kemudian mengukir bentuk Salib di batang pohon tadi, sehingga Iblis tidak bisa turun dengan mudah.

Pada saat kematiannya, Jack tidak diterima di Surga, karena kelicikan dan berbagai tindak buruk yang dia lakukan selama hidup, tapi Iblis juga menolak Jack untuk masuk Neraka karena marah pernah ditipu oleh Jack. Tapi akhirnya Iblis berbaik hati (atau makin jahat) dengan memberikan sebatang lilin untuk menemaninya berjalan-jalan dalam kegelapan, karena tidak dapat diterima di Surga ataupun Neraka. Lilin tadi ditempatkan di dalam Turnip (sebangsa lobak).

Pada imigran dari Irlandia datang ke Amerika sambil terus mempertahankan tradisi ini, sayangnya, di Amerika tidak banyak ditemukan Turnip, sehingga mereka akhirnya memilih sayuran lain yang ada, dan bisa menggantikan Turnip. Pilihan akhirnya jatuh ke labu (pumpkin) yang lebih banyak dan mudah ditemui di Amerika. Dari sini lah, Jack O’Lantern dari labu kemudian menjadi terkenal di seluruh dunia.

Pernah mendengar Trick or Treat?

Salah satu tradisi unik di Amerika untuk menyambut Halloween adalah Trick or Treat. Anak-anak akan berjalan dari rumah ke rumah dengan kostum unik sambil membawa keranjang, dan mengetuk pintu sambil meneriakkan “Trick or treaaaat”. Sebenarnya hal ini adalah ancaman, karena arti aslinya adalah, jika anda tidak memberikan “treat” alias makanan, kami akan melakukan “trick” atau kenakalan terhadap rumah tadi. Pemilik rumah akan keluar dan menghadiahkan berbagai makanan manis seperti coklat atau permen dalam keranjang mereka. Sebenarnya seperti apa sih tradisi awalnya?

Tradisi ini dipercaya muncul di Eropa pada abad ke 9, sebagai bentuk yang modern dari “Soul Day” yang awalnya dirayakan pada 2 November. Pada hari “Soul Day” tadi, para pengemis akan berjalan dari desa ke desa untuk meminta “Soul Cake” yang dibuat dari potongan roti berbentuk segi empat dengan isi Currant (sejenis anggur manis). “Soul Cake” tadi adalah bayaran yang diterima oleh pengemis tadi untuk mendoakan arwah keluarga yang sudah meninggal.

* Kue Bulan / Tiong Chiu Pia


Perkataan Tiong Chiu berasal dari kata Tiong berarti tengah dan Chiu berarti musim rontok, jadi boleh dikatakan sebutan Tiong Chiu arti secara harafiah berarti pertengahan musim rontok. Namun demikian masyarakat lebih kenal dengan sembahyang Tiong Chiu Pia sebenarnya penyebutan ini tidak tepat/salah kaprah namun kenyataan dalam kebiasaan masyarakat tetap demikian.

Perayaan sembahyang kue bulan tahunan setiap tanggal 15 bulan delapan kalender Imlek, untuk tahun ini memasuki tahun Imlek ke 2557 tanggalan masehi jatuh pada tanggal 6 Oktober 2006. Pada hari itulah bulan paling bulat dan paling terang sepanjang tahun, karena pada hari itu jarak bulan dengan bumi dan bentuk kue yang bulat melambangkan terangnya bulan menyinari bumi.

Sejarah
Bicara Tiong Chiu Pia dapat dibagi dalam tiga bagian (1) Adat Sembahyang Dewi Bulan, (2) kisah Dewi Bulan, (3) Kue.

Pertama, sebelum Dinasty Qin 221-206 SM rakyat China sudah mengenal tradisi/adat sembahyang Dewi Bulan yang dihubungkan dengan posisi bulan bagi masyarakat untuk cocok tanam (agraris). Karena dianggapnya sinar rembulan dapat memberikan kesuburan dalam ekosistem tanah bagi kaum petani dan dimalam purnama memang bulan terterang sepanjang tahun juga diikuti musim panen.

Kedua, menurut legenda zaman dahulu kala terdapat 10 matahari yang sangat mempengaruhi ekosistem bumi sehingga oleh Dewa Ho Yi pemanah Jitu Khayangan/langit, dipanalah matahari hingga sisa satu. Peristiwa ini Yi Wang Ta Tie (Tuhan) sangat malah dan menghukum HOYI dan istrinya Chang Er dengan cara menjadikan pasangan ini menjadi masyarakat biasa/ hidup di duniawi. Suatu hari mereka menemukan obat awet muda sepanjang masa dan dimakan oleh istrinya Chang Er sehingga tubuhnya ringan dan terbang menuju bulan. Dari sinilah asal muasal sembahyang Dewi Bulan.

Ketiga, kue Tiong Chiu Pia. Pada tahun 1206 M China dijajah Mongolia pimpinan Tieh Mu Chen hingga tahun 1368 M berarti selama 89 China dijajah Mongolia. China berhasil merebut kembali dari Mongolia berkat upaya kepala pengemis Zhu Yan Chang menjelang sembahyang Dewi Bulan mengedarkan pesan-pesan dalam kue-kue agar pada malam purnama (Tiong Chiu) kita merebut kekuasaan kembali dari tangan Mongolia dan ternyata berhasil bertepatan pada tanggal 9 September 1368 M. Semenjak itulah kue Tiong Chiu mengalami perkembangan hingga dewasa ini. Dan semenjak inilah berdirinya kerajaan pertama di Tiongkok dengan sebutan Dinasty Ming (1368-1644 M). Masa kepemimpinan Tieh Mu Chen 1206-1368 M oleh adiknya bernama Hu Pit Lei Han dinamai Dinasty Yan (1206-1368) M.

Religius
Sembahyangan Tiong Chiu diselenggarakan pada tanggal 15 bulan delapan Imlek (Pue Gwee Cap Go) secara religius sebagai pernyataan syukur kepada Malaikat Bumi (Too Ti Kong/Hok Tik Cing Sien). Penyambutan di saat bulan purnama di pertengahan musim rontok di belahan bumi Utara. Saat itu cuasa baik dan bulan nampak sangat cemerlang. Para petani sibuk dan gembira karena berada di tengah musim panen. Maka musim itu dihayati sebagai saat-saat yang penuh berkah Tuhan Yang Maha Esa lewat bumi yang menghasilkan berbagai hasil bumi, sehingga malaikat Bumilah disembahyangi terutama bagi negara agraris yang terdapat empat musim seperti Cina.

Pada saat purnama yang cemerlang itu dilakukan sembahyang kepada Dewa Bumi sebagai pernyataan syukur atas berkah yang diperoleh. Sebagai sajian khususnya ialah Tiong Chiu Pia yang melukiskan rembulan juga melambangkan Dewa Bumi. Di dalam Upacara sembahyang Besar Tiong Chiu hendaknya dihayati makna yang tersirat bahwa Tuhan Maha Besar, Maha Pengasih dan segenap berkah karunia itu hendaknya mendorong dan meneguhkan Iman, menjunjung dan memuliakan kebajikan karena makna Dewa Bumi membawakan berkah atas kebajikan. Menghormati Dewa Bumi hendaknya mengingatkan pula kepada Sabda Nabi Ie Ien yang berbunyi “sungguh milikilah yang satu-satunya, yaitu “kebajikan”, Dialah yang benar-benar berkenan di hati Tuhan. Jangan berkata Tuhan memihak kepadaku, hanya Tuhan senantiasa melindungi yang satu, yakni kebajikan”.

Selain sembahyang Dewa Bumi, masyarakat justru banyak yang sembahyang kepada Dewi Bulan di malam hari. Soal spiritual tidak ada yang bisa menghalangi seseorang untuk menunaikan ibadah dan yang penting adanya niat untuk memberikan kelurusan dalam hati dengan membuka pintu rohani menunaikan ibadah untuk memberikan kenyamanan bathin bagi yang melaksanakannya. Justru kemelian perayaan malam purnama adanya persembahyangan kepada Dewi Bulan Selain sajian kue bulan juga bermakna mendoakan mendapatkan kecantikan bagaikan Dewi Bulan sepanjang jagad yang disimbolkan dengan bedak untuk dipakai oleh para pemuja.

* ASAL USUL BAKCANG *

CHU adalah satu Kerajaan di Tiongkok bagian Selatan, kekuatannya tidak sekuat QIN GUO (GUO berarti Negara atau Kerajaan), sebuah kerajaan di Tiongkok bagian Utara.   Karena itu, QIN GUO sering sekali mencari gara2 terhadap Kerajaan CHU.   CU YUAN adalah orang yang begitu mencintai negerinya sendiri.   Ia juga tidak suka QIN GUO mengganggu kerajaan lain.

Karena itu, CHU YUAN berfikir keras bagaimana menghentikan QIN GUO agar tidak terus menekan dan mengganggu ketentraman kerajaan lain.   CU YUAN mendapatkan ide, yakni bernegosiasi dengan Rajanya CHU HUAI, untuk bisa menjalin kerja sama.   Pada mulanya mereka dapat bekerja sama dengan baik, namun belakangan beberapa menteri kepercayaan Raja CHU HUAI menerima suap dari QIN GUO.

Mereka pun tidak lagi berniat untuk bekerja sama dengan QIN GUO.   Para Menteri penerima suap berusaha merayu Raja, agar menghentikan usaha melawan QIN GUO.   Mereka juga memfitnah CU YUAN.   Perlahan namun pasti, Raja CHU HUAI terpengaruh oleh ucapan Para Menteri penerima suap itu.   Sang Raja mulai tidak percaya kepada CU YUAN.   Raja bukan hanya tidak percaya pada CU YUAN, tetapi juga tidak perduli lagi akan apa yang CU YUAN usahakan.   Raja ingin bisa berdamai dengan QIN GUO, bahkan cita2nya bisa jadi sahabat baiknya Raja QIN GUO.

Waktu Raja CHU HUAI berkunjung ke QIN GUO atas pengaruh Para Menteri penerima suap, ia segera ditangkap oleh Tentara QIN GUO.   Ia dipaksa oleh Raja QIN GUO untuk menyerahkan wilayah kekuasaannya serta kota2 penting Kerajaan CHU GUO.   Waktu itu Raja CHU HUAI baru tahu bahwa ia telah ditipu oleh Para Menterinya sendiri dan telah salah, karena tidak mendengarkan CU YUAN, Penasehat baiknya.   Tidak lama kemudian Raja CHU HUAI pun mangkat.

Putranya, QING XIANG menjadi Raja CHU GUO.   QING XIANG tidak perduli akan Penasehat Kerajaan, ia juga tidak perduli untuk membangun negaranya menjadi kuat.   Ia juga tidak perduli akan kekuatan QIN GUO yang sudah membunuh ayahnya dan sering mengganggu CHU GUO.   Hidup Raja QING XIANG tiap hari hanya berpesta pora, mabuk oleh minuman anggur.   Kerajaannya makin lama makin penuh dengan masalah berat.

Mengetahui hal ini, Raja QIN GUO menyiapkan Bala Tentara yang besar untuk menyerang CHU GUO dan berharap dalam waktu yang sesingkat mungkin sudah menguasainya.   Adapun Raja QING XIANG tidak perduli sama sekali akan ancaman besar yang bisa menghancurkan Kerajaanya itu.

Melihat hal ini, CU YUAN bertekad untuk pergi menasehati Raja.   “Sekalipun Raja tidak suka dan tidak perduli lagi untuk mempertahankan negara, saya akan coba untuk berbicara dengannya”, guman CU YUAN.   Dengan penuh keberanian, CU YUAN pun berbicara kepada Raja.   Hasilnya bukan hanya tidak mau mendengarkan CU YUAN, tetapi ia justru menghukum CU YUAN.   CU YUAN diasingkan di tempat yang sepi penduduknya.   Setelah itu, tidak ada lagi ada orang yang berani menyatakan ketidakpuasannya kepada Raja.   Mereka takut hal yang sama akan menimpa mereka.   Raja dan Para Menterinya juga tidak berniat mempersiapkan diri menghadapi serangan yang mengancam negara mereka.

Pasa saat yang telah diperhitungkan, QIN GUO benar2 menyerang dan dengan mudah menaklukkan CHU GUO.   Rakyat banyak yang mati, banyak yang luka berat dan banyak yang akhirnya menjadi cacat.   Tidak ada seorang pun yang tetap dalam keadaan sehat dan normal.

CU YUAN sangat berdukacita saat mengetahui berita ini.   Semua sudah berakhir, semua sudah tidak ada harapan.   Kerajaan CHU GUO pun dalam keadaan porak poranda dan mengenaskan.   Pada saat itu, dalam kalender IMLEK “Bulan Kelima Tanggal Lima”, sambil memeluk sebuah batu yang besar dan berat, CU YUAN melompat ke dalam sungai dan mati tenggelam.

Semua rakyat CHU GUO yang masih tersisa sangat sedih dan berduka kehilangan orang baik seperti CU YUAN.   Mereka berpendapat, jika Raja CHU HUAI mendengarkan nasihat dan strategi yang disampaikan CU YUAN, ia tidak akan pergi dan mati di Kerajaan QIN GUO.   Jika anaknya, Raja QING XIANG mendengarkan nasihat CU YUAN, maka belum tentu akan kalah dan menderita seperti ini.   Kini CU YUAN juga mati karena cintanya yang besar pada Kerajaan CHU GUO.   Ia tidak tahan lagi dan merasa tidak berdaya menyelamatkan Negara CHU GUO.

Rakyat tak kuasa menahan tangis, karena dalam kehidupan sehari2 pun nasihat CU YUAN sungguh sangat berarti dan berguna bagi mereka.   Karena itu, tanpa dikomando, mereka beramai2 terjun ke dalam sungai untuk mencari mayat CU YUAN.   Dari pagi hingga petang mereka tidak juga menemukan mayat CU YUAN.   Mereka tidak ingin mayat CU YUAN dimakan oleh ikan2 di sungai.   Karena itu mereka memasak ketan dan dibungkus daun untuk menjadi makanan yang disebut ZONGZI atau bakcang.   Mereka membuat bakcang yang banyak dan dibuang ke sungai.   Tujuannya agar tidak seekor ikanpun yang memakan mayat CU YUAN, orang yang mereka hormati dan kasihi itu.

“Sejak saat itu, setiap tanggal lima bulan lima tahun kalender IMLEK, orang2 di Negeri Tiongkok akan mengadalan lomba Perahu Naga dan makan bakcang”.

MUTIARA HIKMAT :

Seorang Pemimpin akan mampu mempertahankan Negara atau Perusahaan yang dipimpinnya dalam menghadapi strategi lawan, jika mau mendengarkan nasihat yang baik.

Seorang Pemimpin, jika benar2 mau membawa kesejahteraan orang2 yang dipimpinnya, tidak boleh bertindak atas dasar keuntungan dan kesenangannya sendiri.

Menjadi orang baik, terkadang juga tidak diperdulikan, bahkan diasingkan oleh orang yang bebal.   Karena itu, orang juga harus siap mental untuk membuat perubahan, agar orang lain menjadi baik dan tidak perlu sampai bunuh diri.

Orang baik masih sering dikenang, walau sudah meninggal.

Tags: Ajaran TAO, amal kebajikan, Asal Usul, bakcang, belajar tao, daya nalar, hati nurani, introspeksi, kebajikan, kebenaran, kesadaran, lapang dada, mawas diri, membina umat, moralitas, nama baik, pengabdian, sebab akibat, siutao, tradisi

ASAL USUL : TITANIC

RMS Titanic (juga SS Titanic) merupakan yang kedua dari tiga kapal penumpang super yang bertujuan untuk mengawali perniagaan perjalanan trans-Atlantik. Dimiliki oleh White Star Line dan dibuat di galangan kapal Harland and Wolff, Titanic merupakan kapal uap penumpang terbesar di dunia pada masa peluncurannya. Pada saat pelayaran pertamanya, Titanic menabrak gunung es pada pukul 23:40 (waktu kapal), Minggu, 14 April 1912, dan tenggelam sekitar dua jam empat puluh menit kemudian pada pukul 2:20 pagi hari Senin.

Bencana tersebut mengakibatkan kematian lebih dari 1.500 orang,dan menjadikannya sebagai bencana laut terburuk semasa zaman dalam sejarah dan sampai kini paling termashyur. Titanic dilengkapi dengan teknologi paling maju pada masa itu dan orang awam percaya bahwa ia “tidak mungkin tenggelam”. Ia amat mengejutkan bagi orang banyak bahwa walaupun dengan teknologi modern dan awak kapal yang berpengalaman, Titanic masih tenggelam dengan jumlah kematian yang tinggi. Kegairahan media massa mengenai korban terkenal Titanic, legenda mengenai apa yang terjadi di atas kapal, mengakibatkan undang-undang laut diganti, dan penemuan kapal yang pecah pada tahun 1985 oleh pasukan yang diketuai oleh Jean-Louis Michel dan Robert Ballard menjadikan Titanic terkenal pada tahun berikutnya.

Pembuatan :
Kapal Titanic merupakan kapal penumpang milik White Star Line, dibangun di galangan kapal Harland and Wolff di Belfast, Irlandia Utara, didisain untuk menyaingi Lusitania dan Mauretania milik Cunard Line. Titanic, bersama kapal saudara kembarnya Olympic, Olympic dan yang akan dibuat Britannic

(pada awalnya dinamakan Gigantic, bertujuan menjadi kapal paling mewah dan terbesar yang pernah dibuat. Pembuatan RMS Titanic, dibiayai oleh hartawan Amerika, J.P. Morgan dan perusahaannya International Mercantile Marine Co.,

dimulai pada 31 Maret 1909. Badan kapal Titanic selesai diproduksi pada 31 Mei 1911, dan perlengkapan dalam di selesaikan pada 31 Maret tahun berikutnya. Titanic sepanjang 269 meter (882 kaki 9 inci) dan 28 meter (92 kaki 6 inci) lebar, berat mati 46.328 ton, dan ketinggian dari permukaan air ke geladak setinggi 18 meter (60 kaki). Walaupun ia meliputi banyak ruang dan dengan berat mati yang besar itu, kapal Titanic sama panjangnya dengan kapal Olympic. Titanic dilengkapi dua mesin dengan empat silinder, tiga baling-baling, dan satu turbin Parsons bertekanan rendah yang menggerakkan tiga baling-baling. Terdapat 29 ketel dipanaskan oleh 159 perapian batu bara yang mampu menghasilkan kecepatan sampai 23 knot (43 km/j). Hanya tiga dari empat cerobong kapal setinggi 19 meter (63 kaki) yang berfungsi; cerobong yang keempat digunakan sebagai lubang udara, dan untuk memperlihatkan kehebatan kapal. Kapal Titanic mampu membawa 3.547 penumpang dan awak kapal, karena ia juga mengirim surat, maka namanya diberi penambahan kata depan RMS (Royal Mail Ship) dan juga sebagai kapal uap – SS (Steam Ship).

Malapetaka :
Pada Minggu malam, 14 April, suhu menurun sampai tahap hampir beku dan laut tenang. Bulan tidak keluar dan langit cerah. Kapten Smith, mengetahui peringatan adanya bongkahan gunung es melalui komunikasi nirkabel semenjak beberapa hari lalu, telah mengubah haluan Titanic lebih jauh ke arah selatan. Pada hari Minggu pukul 13:45 waktu setempat, pegawai komunikasi nirkabel dari kapal uap Amerika memberi peringatan bahwa gunung es besar mengapung dalam jalur Titanic, tetapi peringatan ini tidak disampaikan ke dek pengawal. Sore itu, satu lagi laporan mengenai bongkahan gunung es besar yang banyak, kali ini dari Mesaba, juga gagal disampaikan ke dek pengawal.

Pada pukul 23:40 waktu setempat ketika berlayar di selatan Grand Banks di Newfoundland, pengawas Fredrick Fleet dan Reginald Lee melihat bongkahan gunung es yang besar tepat di depan kapal. Fleet membunyikan loceng kapal sebanyak tiga kali dan menelepon dek pengawal memberitahu, “Gunung es, tepat di depan!” Opsir Pertama Murdoch langsung mengarahkan kemudi ke sisi kiri dan mengurangi kecepatan, kemudian mundurkan mesin kapal. Tabrakan ternyata tidak dapat terelakkan, dan gunung es terapung tersebut bergesekan dengan bagian lambung kanan kapal, dan merobek badan kapal di empat bagian pertama dan mematahkan paku baja di bagian bawah kapal yang tertutup permukaan air sepanjang sekitar 91 m (300 kaki). Pintu kedap air baru berhasil menutup rapat saat air sudah memasuki lima bagian kedap air pertama, lebih satu bagian dari apa yang dapat ditahan Titanic agar tidak tenggelam. Berat lima bagian kedap air yang dimasuki air menarik kapal ke bawah melebihi ketinggian dinding kedap air, kemudian air memasuki bagian lain. Kapten Smith, merasakan guncangan hantaman itu, sesampainya ke dek pengawal dan memerintahkan berhenti sepenuhnya. Setelah pemeriksaan oleh pegawai kapten dan Thomas Andrews, sadar bahwa Titanic akan tenggelam, dan setelah tengah malam pada 15 April, perahu penyelamat untuk disiapkan dan panggilan darurat diberitahukan.

Perahu penyelamat pertama, diturunkan pada pukul 00:40 waktu setempat di sebelah kanan dengan hanya di isi 28 orang penumpang di atasnya. Titanic membawa 20 perahu penyelamat dengan kapasitas penuh 1.178 orang penumpang. Walaupun tidak mencukupi untuk membawa semua penumpang dan awak kapal, Titanic membawa cukup perahu penyelamat dan pelampung karena peraturan yang ditetapkan oleh Lembaga Peraturan Inggris. Pada masa itu, jumlah perahu penyelamat yang diperlukan ditetapkan menurut berat mati kapal, bukannya jumlah penumpang yang dibawanya.

Penumpang kelas utama dan kedua dengan mudah bisa mencapai perahu penyelamat dengan tangga yang menuju terus ke dek perahu tetapi penumpang kelas ketiga lebih sulit. Banyak terdapat jalur dari bagian bawah kapal sulit dipahami dan menyulitkan mereka untuk sampai ke perahu penyelamat. Lebih buruk lagi, penumpang kelas tiga saat pintu dikunci oleh awak kapal yang menunggu giliran mengizinkan penumpang naik ke geladak.

Operator radio nirkabel Jack Phillips dan Harold Bride sibuk mengirim CQD, isyarat pertolongan. Beberapa kapal merespon, termasuk Mount Temple, Frankfurt dan kapal saudara kembar Titanic, Olympic, tetapi semuanya terlalu jauh untuk sampai sebelum Titanic tenggelam. Kapal terdekat adalah RMS Carpathia milik Cunard Line yang sejauh 93 kilometer (58 mil) dan hanya berjarak empat setengah jam; terlalu lama untuk menyelamatkan lebih dari setengah penumpang Titanic karena kapalnya sudah tenggelam. Satu-satunya daratan yang menerima isyarat pertolongan Titanic adalah stasiun nirkabel di Cape Race, Newfoundland.

Pada mulanya, penumpang enggan meninggalkan Titanic untuk menaiki perahu penyelamat yang kecil karena merasakan Titanic lebih aman dan tidak ada tanda-tanda apapun sedang berada dalam bahaya atau pun tenggelam. Ini menyebabkan kebanyakan perahu penyelamat dilepas dengan separuhnya kosong; satu perahu yang mampu membawa 40 orang penumpang dilepas dengan hanya 12 orang penumpang di atasnya.

“Wanita dan anak-anak dahulu” diutamakan untuk menaiki perahu penyelamat, Opsir kedua Lightoller, yang mengisi perahu penyelamat di sebelah kiri, hanya memperbolehkan laki-laki yang diperlukan sebagai pengayuh dan tidak untuk sebab lainnya; walaupun masih terdapat tempat kosong. Opsir Pertama Murdoch, yang mengisi perahu di sebelah kanan, memperbolehkan laki-laki naik apabila wanita tidak ada yang mau naik lagi. Saat kapal semakin tenggelam, penumpang mulai cemas dan sebagian perahu penyelamat dilepas dengan penumpang penuh. Pada 02:05 waktu setempat, seluruh bagian depan haluan kapal tenggelam di bawah air, dan kecuali dua buah perahu, semua perahu penyelamat lain telah diturunkan.

Sekitar 02:10 waktu setempat, bagian belakang kapal terangkat dari permukaan air memperlihatkan bagian bawah kapal, kemudi, dan baling-baling kapal , dan pada pukul 02:17 waktu setempat permukaan air membanjiri geladak perahu. Keadaan semakin parah saat dua perahu penyelamat terakhir terapung dari geladak, satu terbalik dan satu lagi separuhnya telah berisi air. Tidak lama kemudian, cerobong asap paling depan jatuh, meremukkan sebagian dek pengawal dan mereka yang terapung dalam air. Di geladak, para penumpang berlari ke arah belakang atau melompat ke laut dengan harapan dapat sampai ke perahu penyelamat. Bagian belakang kapal perlahan-lahan terangkat ke atas, dan barang-barang yang tidak terikat berjatuhan ke laut. Sewaktu bagian belakang kapal terangkat, sistem eletrik mati dan lampu mulai padam. Tidak lama kemudian, pada bagian badan kapal yang tidak kuat menahan beban mengakibatkan Titanic pecah menjadi dua bagian antara dua cerobong terakhir, dan bagian depan tenggelam sepenuhnya. Bagian belakang kapal langsung tehempas kembali di permukaan air dan terangkat tegak lurus. Selepas beberapa saat, pada pukul 02:20 waktu setempat, semuanya tenggelam ke laut.

Dari sejumlah 2.223 orang penumpang, hanya 706 orang penumpang yang selamat; 1.517 orang penumpang tewas. Kebanyakan penumpang tewas disebabkan karena korban terkena hypothermia dalam air 28 °F (−2 °C). Hanya dua dari 18 perahu penyelamat yang kembali untuk menyelamatkan korban dari dalam air selepas kapal tenggelam. Perahu penyelamat nomor empat kembali dan menyelamatkan lima orang, dua dari mereka kemudian tewas. Hampir satu jam kemudian perahu penyelamat nomor empat belas kembali dan menyelamatkan empat orang penumpang yang mana satu penumpang kemudian tewas juga. Penumpang yang lain berhasil menaiki perahu penyelamat yang terapung dari geladak. Terdapat perdebatan di antara penumpang yang selamat. sebagian penumpang yang selamat berinisiatif untuk kembali, tetapi kebanyakan yang selamat takut bila perahu penyelamat mereka akan tenggelam akibat dinaiki korban yang mencoba menaiki perahu mereka atau ditarik oleh Titanic yang tenggelam, walaupun sebenarnya hanya sedikit tarikan yang ada.
Korban dalam perahu penyelamat.

Kedua bagian kapal tersebut tenggelam dengan cara berbeda. Bagian depan menancap kira-kira 609 m (2.000 kaki) di bawah permukaan dasar laut dan mendarat dengan agak perlahan. Sedangkan bagian belakang tenggelam dengan cepat ke dasar lautan; badan kapal terburai akibat terdapat udara yang terperangkap di dalam kapal. Bagian belakang kapal

Diselamatkan :
Hampir dua jam setelah Titanic tenggelam, RMS Carpathia tiba di tempat kejadian dan mengambil perahu penyelamat pertama. Dalam beberapa jam kemudian, mereka yang masih hidup diselamatkan. Di geladak Carpathia, doa khusyuk yang singkat untuk yang mereka yang terselamatkan dan untuk memperingati mereka yang tewas diadakan, dan pada pukul 08:50 AM, Carpathia menuju ke New York, dan sampai pada tanggal 18 April.

Saat santunan jiwa diberikan, White Star Line menyewa kapal MacKay-Bennett untuk mengevakuasi jenazah. Sejumlah 338 jenazah akhirnya ditemukan. Kebanyakan jenazah dievakuasi ke Halifax, Nova Scotia, sedangkan jenazah yang tidak dikenal dikebumikan di Pemakaman Fairview.

Saat berita mengenai malapetaka tersebut tersebar, banyak orang yang terkejut bahwa Titanic telah tenggelam dengan jumlah korban tewas yang begitu tinggi walaupun dilengkapi dengan teknologi yang maju. Surat kabar dipenuhi berita dan gambaran mengenai malapetaka tersebut dan semuanya tidak henti-hentinya untuk mendapatkan berita terkini. Banyak kotak amal dibuat untuk membantu korban dan keluarga mereka, banyak yang kehilangan orang yang merupakan tulang punggung keluarga, atau dalam kasus penumpang kelas tiga, semua barang yang mereka miliki tenggelam.

Tenggelamnya kapal itu memberi dampak yang mendalam kepada penduduk Southampton. Menurut Hampshire Chronicle pada 20 April 1912, hampir 1.000 keluarga setempat terkena dampaknya secara langsung. Hampir setiap jalan di daerah Chapel kota tersebut kehilangan lebih dari satu penduduk dan hampir 500 rumah kehilangan keluarga.

Sebelum korban yang terselamatkan sampai ke New York, pemeriksaan telah dibuat untuk mengetahui apa yang terjadi atas Titanic, dan apa yang dapat dilakukan untuk menghindari terulangnya peristiwa itu. Senat Amerika Serikat memulai pemeriksaan mengenai musibah Titanic pada 19 April, sehari selepas Carpathia tiba di New York dengan yang selamat. Ketua Penyelidikan, Senator William Alden Smith, ingin mengumpulkan kesaksian penumpang dan awak kapal saat masih segar dalam ingatan mereka. Smith juga memerlukan panggilan tertulis warganegara Inggris untuk pengadilan pada waktu mereka masih berada di negara Amerika. Pemeriksaan Amerika berlangsung sampai tanggal 25 Mei Lord Mersey dilantik untuk mengetuai penyelidikan Dewan Perdagangan Inggris mengenai musibah tersebut. Pemeriksaan Inggris berlangsung antara 2 Mei dan 3 Juli. Setiap pemeriksaan mengambil pendapat dari kedua penumpang maupun ABK Titanic, dan ABK Californian dan pakar lain.

Para penyelidik mendapati kebanyakan peraturan keselamatan ketinggalan zaman dan dengan itu pelbagai langkah keselamatan baru diberlakukan. Kedua pemeriksaan mengenai musibah tersebut mendapati kapten dan kapal Californian gagal memberikan bantuan sewajarnya kepada Titanic. Pemeriksaan tersebut mendapati bahwa Californian lebih dekat dengan Titanic berjarak 31 km (19,5 mil) yang disayangkan oleh Kapten Lord dan bahwa Lord seharusnya membangunkan operator nirkabel setelah tembakan suar dilaporkan kepadanya. Dikarenakan operator nirkabel Californian tidak bertugas, 29 negara mengesahkan Akta Radio 1912, yang menyamakan komunikasi radio, terutama dalam keadaan bahaya.

Musibah tersebut turut mendorong International Convention for the Safety of Life at Sea di London, Inggris, pada 12 November 1913. Pada 20 Januari 1915, persetujuan ditandatangani oleh organisasi tersebut dan menghasilkan pendirian dan pembiayaan Patroli Es Internasional, agensi Pegawai Pesisir Amerika Serikat yang sampai hari ini memantau dan melaporkan lokasi gunung es terapung Lautan Atlantik yang dapat menjadi ancaman bagi jalur laut trans-Atlantik. Disetujui juga dalam peraturan baru bahwa semua kapal penumpang perlu mempunyai perahu penyelamat yang mencukupi bagi semua penumpang di atas kapal, dan latihan keselamatan yang sesuai dilakukan, dan semua komunikasi radio dikendalikan 24 jam sehari bersama pusat kendali kedua, agar tidak terlewatkan panggilan darurat. Sebagai tambahan, disetujui bahwa tembakan suar berwarna merah dari kapal haruslah dianggap sebagai tanda darurat dan bahaya.

ASAL USUL : MARGA CHINESE / TIONGHOA

Marga Tionghoa merupakan marga yang digunakan orang Tionghoa. Marga (Hanzi: 姓氏, hanyu pinyin: xingshi) biasanya berupa satu karakter Han (Hanzi) yang diletakkan di depan nama seseorang. Ada pula marga yang terdiri dari 2 atau bahkan 3 sampai 9 karakter – marga seperti ini disebut marga ganda (Hanzi: 復姓, hanyu pinyin: fuxing). Marga Tionghoa juga diadopsi oleh suku-suku minoritas yang sekarang tergabung dalam entitas Tionghoa. Marga dalam suku-suku minoritas ini biasanya berupa penerjemahan pelafalan dari bahasa suku-suku minoritas tadi ke dalam Hanzi. Penggunaan marga di dalam kebudayaan Tionghoa telah mempunyai sejarah selama 5.000 tahun lebih.

ASAL USUL :
Sejarah marga di dalam kebudayaan Tionghoa bermula dari 5.000 sampai 8.000 tahun yang lalu sewaktu masyarakat Tionghoa masih bersifat matrilineal. Pada masa itu, marga diwariskan dari garis ibu, itu yang menyebabkan marga-marga pertama dalam kebudayaan Tionghoa banyak yang mempunyai radikal perempuan (女).

Dua karakter xing (姓) dan shi (氏) yang membentuk arti marga sebenarnya berbeda dalam penggunaanya. Seiring bertambah kompleksnya struktur sosial masyarakat Tionghoa, xing merujuk kepada marga dan shi merujuk kepada klan.

Bila xing muncul pada masa 8.000 tahun yang lalu, maka shi baru muncul pada masa pemerintahan Huangdi (Hanzi: 黃帝, bahasa Inggris: Yellow Emperor). Klan (shi) ini sedikit berbeda dengan marga (xing), bertambahnya jumlah penduduk yang mempunyai marga yang sama kemudian menjadikan beberapa keluarga yang sama marga menginginkan adanya pembedaan garis keturunan lagi. Dari sinilah muncul pembedaan klan dalam marga yang sama. Jadi, shi adalah satu marga kecil dalam marga. Dalam satu marga dibagi lagi atas beberapa klan menurut garis keturunan yang berbeda.

Evolusi dan komposisi marga
Menurut catatan sejarah, jumlah keseluruhan marga Tionghoa sekitar 12.000 buah marga. Marga dengan karakter tunggal mencapai 5.000 buah, marga ganda mencapai 4.000 buah dan sisanya adalah marga antara 3 karakter sampai 9 karakter.

Namun marga yang masih digunakan sampai sekarang hanya berkisar antara 3.000 lebih marga. Marga tunggal mencapai 2.900 buah sedangkan marga ganda hanya 100 marga. Marga dengan 3 karakter ke atas sangat jarang ditemui. Selain itu banyak pula marga yang telah punah.

Komposisi marga di masyarakat Tionghoa sangat tidak merata. Sekitar 100 marga yang paling banyak diketemukan mencakup 87% dari jumlah penduduk Cina.

Di zaman dulu, marga-marga tertentu mempunyai tingkatan lebih tinggi daripada marga-marga lainnya. Pandangan ini terutama muncul dan memasyarakat pada zaman Dinasti Jin dan sesudahnya. Ini dikarenakan sistem Men Di yang serupa dengan sistem kasta di India. Pengelompokan tingkatan marga ini terutama juga dikarenakan oleh sistem feodalisme yang mengakar zaman dulu di Cina. Ini dapat dilihat di zaman Dinasti Song misalnya, Bai Jia Xing yang dilafalkan pada masa tersebut menempatkan marga Zhao yang merupakan marga kaisar menjadi marga pertama.

Di masa sekarang tidak ada pengelompokan tingkatan marga lagi di dalam kemargaan Tionghoa. Bila beberapa marga didaftarkan maka biasanya diadakan pengurutan sesuai dengan jumlah goresan karakter marga tersebut.
Munculnya berbagai macam marga antara lain karena:[1]

1. Menggunakan lambang2 suku2 kuno, misalnya MA (kuda), LONG (NAGA), SHAN (gunung), YUN (awan)
2. Menggunakan nama negara, misal: Qi, Lu, Wei, Song
3. Menggunakan daerah kekuasaan, misal: Zhao, yang mendapatkan daerah kekuasaan di kota Zhao.
4. Menggunakan gelar jabatan, misal: Sima (menteri Perang), Situ (menteri tanah dan rakyat), Sikong (menteri PU)
5. Menggunakan nama pekerjaan, misal: Tao (keramik), Wu (dukun/tabib)
6. Menggunakan tanda dari tempat tinggal, misal: Ximen (gerbang barat), Liu (pohon yangliu), Chi (kolam) [2]

Marga Tionghoa di Indonesia
Lihat pula: Nama Tionghoa#Daftar nama marga Tionghoa yang diindonesiakan

Marga Tionghoa di Indonesia terutama ditemukan di kalangan suku Tionghoa-Indonesia. Suku Tionghoa-Indonesia walau telah berganti nama Indonesia, namun masih banyak yang tetap mempertahankan marga dan nama Tionghoa mereka yang masih digunakan di acara-acara tidak resmi atau yang bersifat kekeluargaan.

Diperkirakan ada sekitar 300-an marga Tionghoa di Indonesia, data di PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia) mencatat ada sekitar 160 marga Tionghoa di Jakarta. Di Singapura sendiri ada sekitar 320 marga Tionghoa. Atas dasar ini, karena daerah asal suku Tionghoa di Indonesia relatif dekat dengan Singapura maka dapat diambil kesimpulan kasar bahwa jumlah marga Tionghoa di Indonesia melebihi 320 marga.

Marga Tionghoa di Indonesia mayoritas dilafalkan dalam dialek Hokkian (Minnan). Hal ini tidak mengherankan karena mayoritas keturunan Tionghoa-Indonesia adalah berasal dari Provinsi Fujian (Provinsi Hokkian).

Marga yang lazim di kalangan Tionghoa-Indonesia semisal:

* Cia/Tjia (Hanzi: 謝, hanyu pinyin: xie)
* Gouw/Goh (Hanzi: 吳, hanyu pinyin: wu)
* Kang/Kong (Hanzi: 江, hanyu pinyin: jiang)
* Lauw/Lau (Hanzi: 劉, hanyu pinyin: liu)
* Lee/Lie (Hanzi: 李, hanyu pinyin: li)
* Oey/Ng/Oei (Hanzi: 黃, hanyu pinyin: huang)
* Ong (Hanzi: 王, hanyu pinyin: wang)
* Tan (Hanzi: 陳, hanyu pinyin: chen)
* Tio/Thio/Theo/Teo (Hanzi: 張, hanyu pinyin: zhang)
* Lim (Hanzi: 林, hanyu pinyin: lin)
* Lihat daftarnya

Masih banyak lagi marga-marga lain yang dapat ditemui. Salah satu fenomena umum di Indonesia adalah karena marga dilafalkan dalam dialek Hokkian, sehingga tidak ada satu standar penulisan (romanisasi) yang tepat. Hal ini juga menyebabkan banyak marga-marga yang sama pelafalannya dalam dialek Hokkian kadang-kadang dianggap merupakan marga yang sama padahal sesungguhnya tidak demikian.

* Tio selain merujuk kepada marga Zhang (張) dalam Mandarin, juga merupakan dialek Hokkian dari marga Zhao (趙).
* Ang selain merujuk kepada marga Hong (洪) dalam Mandarin, juga merupakan dialek Hokkian dari marga Weng (翁).

Marga Korea, Vietnam dan Jepang
Marga orang Korea, Vietnam dan Jepang adalah bersumber dari marga Tionghoa. Orang Korea masih menggunakan marga Tionghoa yang ditulis dalam karakter Hangul dan dilafalkan dalam bahasa Korea. Marga orang Korea yang lazim ditemukan adalah:

* Kim (Hanzi: 金, hanyu pinyin: jin)
* Park (Hanzi 朴, hanyu pinyin: pu)
* Cho (Hanzi: 曹, hanyu pinyin: cao)

Marga orang Vietnam juga diambil dari marga Tionghoa yang dilafalkan bahasa Vietnam serta ditulis dengan romanisasi huruf Latin. Marga orang Vietnam yang lazim ditemukan adalah:

* Nguyen (Hanzi: 阮, hanyu pinyin: ruan)
* Tan (Hanzi: 陳, hanyu pinyin: chen)

Marga orang Jepang mayoritas merupakan marga ganda dengan 2 karakter atau lebih dan ditulis dalam karakter Kanji, namun juga ada yang hanya mempunyai marga tunggal dengan 1 karakter. Lihat artikel Nama Jepang.

ASAL USUL : DEWA Berkepala Empat / SHI BIN HUT

Mengapa dewa Brahma memiliki empat muka? Pertanyaan sejenis ini banyak terlontar. Keberadaan Brahma dengan empat muka ini muncul dari kalangan kaum Brâhmana sendiri. Asal usul dewa Brahma bukanlah memiliki empat muka, melainkan lima muka. Muka yang kelima terletak di ubun-ubun kepala. Namun muka yang kelima ini sirna karena adanya satu peristiwa. Ceritanya adalah sebagai berikut. Dulu, dewa Brahma hanya bermuka satu, seperti dewa-dewa lainnya. Ia mempunyai seorang shakti (dewi) bernama dewi Sarasvati, sebagai pendampingnya.

Saat sang dewi, yang adalah sesosok dewi bertubuh indah, sedang memberikan pelayanan di dekat sang Brahma, sekonyong-konyong timbul sorot mata berbaur nafsu birahi tertampak di wajah sang Brahma. Karena tekanan perasaan gelisah atas pandangan itu, sang dewi menghindar sorotan mata sang Brahma dengan berpindah di sebelah kanan Brahma. Sang Brahma, atas dorongan nafsu birahinya untuk bisa mengagumi keindahan tubuh sang dewi, menciptakan muka di sisi kanan kepalanya. Sang dewi yang pemalu itu pindah lagi ke sebelah kirinya. Sang Brahma tidak pantang menyerah. Dia ciptakan muka di sisi kiri kepalanya mengikuti arah sang dewi. Sang dewi pindah lagi ke belakang dengan harapan bisa lepas dari sorot mata Brahma. Namun, sang Brahma tidak putus asa. Ia menciptakan muka di sisi belakang kepalanya. Karena merasa tidak ada tempat nyaman lagi baginya, sang dewi pun berdiam di angkasa. Di pihak lain, atas dorongan nafsu yang tiada tanda reda, sang Brahma menciptakan muka kelimanya di bidang atas kepalanya.

Akhirnya, sang dewi yang tidak tahu apa yang harus diberbuat, pergi melaporkan hal tersebut kepada dewa Siva (versi lain mengatakan kepada dewa Visnu). Dewa Siva membantu mengatasi masalah sang dewi dengan menebas muka yang berada di bidang atas kepala. Brahma kehilangan muka atasnya. Dan mulai dari situlah Brahma menjadi bermuka empat. Cerita ini tampak seperti dongeng seribu satu malam. Tetapi inilah yang tercantum dalam kitab milik kaum Brâhmana tentang asal mula Brahma empat muka atau Sie Mien Sen dalam bahasa Mandarinnya.

Berhubungan dengan Brahmarûpa di Thai, ada sebuah legenda yang membuat patung dewa ini melejit tingkat kepopulerannya. Meskipun sebelumnya Brahma sudah dipuja oleh sebagian masyarakat Thai, puncak kepopuleran patung ini adalah baru sekitar duapuluh tahunan yang lalu. Satu hotel dengan nama Erawan, yang adalah nama seekor Gajah, dibangun di pusat pertokoan kota Bangkok. Konon pemilik hotel ingin membangun sebuah patung dewa yang menjadi penunggang gajah Erawan. Maka dibangunlah patung Brahma di pojok sebelah depan hotel, yang semestinya bukanlah patung dewa Brahma melainkan patung dewa Indra. Sebab gajah Erawan adalah wahana atau tunggangan dari dewa Indra. Sedangkan, dewa Brahma memiliki angsa sebagai wahana. Tidak diketahui kesalahan ini adalah suatu kesengajaan atau tidak. Belakangan, ada satu cerita tentang seorang wanita yang sedang di landa permasalahan, tidak tahu kemana harus bersandar, datanglah ia ke depan patung dewa Brahma yang kebetulan ia lihat di pojok sebuah hotel. Ia memohon penyelesaian masalah di hadapan sang patung. Tekadpun ia keluarkan, bahwa kalau masalahnya bisa terselesaikan, ia akan bertelanjang menari dihadapan sang patung. Alkisah, ia benar-benar terlepas dari kegundahan akan permasalahannya. Dilakukanlah tekadnya itu. Dari mulut ke mulut, peristiwa ini mengundang sensasi besar bagi masyarakat sekitar. Para pemandu jalan pun berpropaganda kepada para pelancong manca negara, terutama yang berasal dari wilayah Asia. Para pelancong pun, yang bak sembari menyelam minum air, beradu nasib dengan memohon segala hal yang mereka inginkan. Alhasil, meskipun yang terkabulkan permohonannya itu tidak lebih dari 1 persen dari keseluruhan jumlah pemohon, gema ketenaran sang patung di pojok sebuah hotel ini menjadi ke mana-mana. Dan, celakanya, sang patung ini akhirnya dikenal dengan istilah Sie Mien Fuo (Buddha 4 muka) alih-alih Sie Mien Sen (Dewa 4 muka), hanya karena untuk memudahkan pendengaran para pelancong. Asal berupa sebuah patung dan berada di kota Bangkok, satu kota yang padat dengan pemeluk Buddhis, semuanya dianggap sebagai Fuo, patung Buddha saja.

ASAL USUL : CENG BENG

menurut tradisi Tionghoa, orang akan
beramai-ramai pergi ke tempat pemakaman orang tua atau para leluhurnya untuk
melakukan upacara penghormatan. Biasanya upacara penghormatan ini dilakukan
dengan berbagai jenis, misalnya saja membersihkan kuburan, menebarkan kertas
sampai dengan membakar kertas yang sering dikenal dengan Gincua (mandarin:
Yinzhi=kertas perak).

Cheng beng adalah salah satu dari 24 Jieqi yang ditentukan berdasarkan posisi
bumi terhadap matahari. Pada Kalender Gregorian AWAL (bukan akhir!) Cheng beng
jatuh pada tanggal 5 April atau 4 April. Bila kita artikan kata Cheng beng,
maka Cheng berarti cerah dan Beng artinya terang sehingga bila digabungkan maka
Chengbeng berarti terang dan cerah.

Saat Chengbeng ideal untuk berziarah dan membersihkan makam karena cuaca yang
bagus (cuaca cerah, langit terang). Apalagi pada jaman dahulu lokasi pemakaman
cukup jauh dari tempat pemukiman. Bahkan bila ada orang yang tinggal jauh dari
kampung halamannya, mereka akan berusaha untuk pulang ke kampung halamannya,
khusus untuk melakukan upacara penghormatan para luluhur.

Sejarah Cheng Beng

Sejarah Cheng beng dimulai sejak dulu kala dan sulit dilacak kapan dimulainya.
Pada dinasti Zhou, awalnya tradisi ini merupakan suatu upacara yang berhubungan
dengan musim dan pertanian serta pertanda berakhirnya hawa dingin (bukan cuaca)
dan dimulainya hawa panas. Ada sebuah syair yang menggambarkan bagaimana cheng
beng itu yaitu: “Sehari sebelum cheng beng tidak ada api” atau yang sering
disebut Hanshijie (han: dingin, shi: makanan, jie: perayaan/festival).

Hanshijie adalah hari untuk memperingati Jie Zitui yang tewas terbakar di
gunung Mianshan. Jin Wengong (raja muda negara Jin pada periode Chunqiu akhir
dinasti Zhou) memerintahkan rakyat untuk tidak menyalakan api pada hari
tewasnya Jie Zitui. Semua makanan dimakan dalam kondisi dingin, sehingga
disebut perayaan makanan dingin.

Chengbeng lebih tepat jika dikatakan terjadi pada tengah musim semi.
Pertengahan musim semi (Chunfen) sendiri jatuh pada tanggal 21 Maret, sedangkan
awal musim panas (Lixia) jatuh pada tanggal 6 Mei. Sejak jaman dahulu hari
cheng beng ini adalah hari untuk menghormati leluhur. Pada dinasti Tang, hari
cheng beng ditetapkan sebagai hari wajib untuk para pejabat untuk menghormati
para leluhur yang telah meninggal, dengan mengimplementasikannya berupa
membersihkan kuburan para leluhur, sembahyang dan lain-lain.

Di dinasti Tang ini, implementasi hari cheng beng hampir sama dengan kegiatan
sekarang, misalnya seperti membakar uang-uangan, menggantung lembaran kertas
pada pohon Liu, sembayang dan membersihkan kuburan. Yang hilang adalah
menggantung lembaran kertas, yang sebagai gantinya lembaran kertas itu ditaruh
di atas kuburan. Kebiasaan lainnya adalah bermain layang-layang, makan telur,
melukis telur dan mengukir kulit telur.

Permainan layang-layang dilakukan pada saat Chengbeng karena selain cuaca yang
cerah dan langit yang terang, kondisi angin sangat ideal untuk bermain
layang-layang. Sedangkan pohon Liu dihubungkan dengan Jie Zitui, karena Jie
Zitui tewas terbakar di bawah pohon liu. Pada dinasti Song (960-1279) dimulai
kebiasaan menggantungkan gambar burung walet yang terbuat tepung dan buah pohon
liu di depan pintu. Gambar ini disebut burung walet Zitui.

Kebiasaan orang-orang Tionghoa yang menaruh untaian kertas panjang di kuburan
dan menaruh kertas di atas batu nisan itu dimulai sejak dinasti Ming. Menurut
cerita rakyat yang beredar, kebiasaan seperti itu atas suruhan Zhu Yuanzhang,
kaisar pendiri dinasti Ming, untuk mencari kuburan ayahnya. Dikarenakan tidak
tahu letaknya, ia menyuruh seluruh rakyat untuk menaruh kertas di batu nisan
leluhurnya. Rakyatpun mematuhi perintah tersebut, lalu ia mencari kuburan
ayahnya yang batu nisannya tidak ada kertas dan ia menemukannya.

Kenapa pada hari cheng beng itu harus membersihkan kuburan?

Itu berkaitan dengan tumbuhnya semak belukar yang dikawatirkan akar-akarnya
akan merusak tanah kuburan tersebut. Juga binatang-binatang akan bersarang di
semak tersebut sehingga dapat merusak kuburan itu juga. Dikarenakan saat itu
cuaca mulai menghangat, maka hari itu dianggap hari yang cocok untuk
membersihkan kuburan. Selain cerita di atas, ada pula tradisi dimana jika orang
yang merantau itu ketika pulang pada saat cheng beng, orang itu akan mengambil
tanah tempat lahirnya dan menaruh di kantong merah. Ketika orang tersebut tiba
lagi di tanah tempat ia merantau, ia akan menorehkan tanah tersebut ke alas
kakinya sebagai perlambang bahwa ia tetap menginjak tanah leluhurnya

Asal Usul Hari Ceng Beng
(Ziarah Tahunan Tiongkok)
(Erabaru.or.id) Pada masa musim semi dan gugur, demi menghindari penindasan
Pangeran Pu Conger terpaksa mengasingkan diri ke luar negeri. Dalam pelariannya
di sebuah tempat yang tidak berpenghuni, karena.penat dan lapar menderanya,
sehingga tidak mampu lagi berdiri. Para pengawalnya berusaha mencari makanan,
namun, meski telah cukup lama berusaha tidak menemukan makanan sedikit pun.
Tepat di saat semuanya dalam kecemasan, pengawal Jie Zitui menuju ke tempat
yang sepi, dan dari pahanya sendiri memotong sepotong daging, memasak semangkok
sup daging. Makanan ini secara berangsur-angsur telah memulihkan tenaga Conger,
ketika pangeran mengetahui daging itu adalah daging sayatan Jie Zitui sendiri,
ia menitikkan air mata, sangat terharu.

Sembilan belas tahun kemudian, Conger menjadi raja, yakni raja Pu Wengong di
masa lampau. Setelah naik tahta Wengong memberi hadiah kepada pejabat yang ikut
mengasingkan diri bersamanya waktu itu, hanya Jie Zitui satu-satunya yang
dilupakan olehnya. Banyak yang mengeluhkan perlakuan yang tidak adil bagi Jie
Zitui, banyak yang menasihatinya agar menghadap raja meminta hadiah. Sebaliknya
Jie Zitui paling memandang rendah orang-orang yang meminta jasa dan hadiah. Ia
berkemas-kemas, dan secara diam-diam pergi ke Mian Shan (gunung Mian) dan
menetap di sana.

Mengetahui hal itu, kemudian Pu Wengong merasa malu bukan main, lalu ia membawa
orang mengundang Jie Zitui. Namun, Jie Zitui bersama ibunya telah meninggalkan
rumahnya pergi ke gunung Mian. Gunung Mian cukup tinggi dan perjalanan ke sana
sulit di tempuh, dipenuhi dengan pepohonan. Untuk mencari dua orang di gunung
tidaklah semudah bicara, ada yang menyarankan untuk membakar gunung Mian dari
tiga sisi, supaya bisa memaksa Jie zitui ke luar dari gunung. Saran ini pun
dianggap paling memungkinkan dilakukan.

Kobaran api membakar segenap gunung Mian, namun, tidak ditemukan juga bayangan
Jie Zitui. Setelah api padam, orang-orang baru mendapati, ternyata Jie Zitui
yang menggendong ibunya sudah meninggal dalam posisi duduk di bawah sebuah
pohon willow tua. Melihat keadaan itu, Pu Wengong menangis tersedu-sedu
menyesali tindakannya. Ketika mengenakan pakaian pada jenazah dan dimaksukkan
ke dalam peti mati, dari dalam lubang pohon ditemukan secarik surat terakhir
yang ditulis dengan darah yang bertuliskan: “Menyayat daging untuk
dipersembahkan kepada raja dengan segenap kesetiaan, semoga paduka selalu
sentosa.” Demi memperingati Jie Zitui, Raja Pu Wengong memerintahkan menetapkan
hari itu sebagai hari berpuasa.

Pada tahun kedua, ketika Pu Wengong memimpin serombongan menteri mendaki gunung
untuk mengadakan upacara peringatan pada Jie Zitui, ia mendapati pohon Willow
tua yang telah mati itu hidup kembali. Lalu, pohon Willow tua itu diberi nama
“Willow Sentosa”, sekaligus memberi petunjuk di seluruh negeri, dan menjadikan
hari terakhir berpuasa sebagai hari Ceng Beng atau hari ziarah ke makam, yang
kemudian diperingati oleh warga Tiongkok dan orang-orang etnis Tionghoa di
seluruh negeri. Pada tahun ini, hari Ceng Beng akan jatuh pada 5 April ini.

ASAL USUL : CAP GO MEI

Cap Go Meh adalah lafal dialek Tio
Ciu dan Hokkian, Artinya malam 15. sedangkan lafal dialek Hakka Cang Njiat Pan,
Artinya pertengahan bulan satu. Di daratan Tiongkok dinamakan Yuan Xiau Jie
dalam bahasa Mandarin artinya festival malam bulan satu.Capgome mulai dirayakan

di Indonesiasejak abad ke 17, ketika terjadi migrasi besar dari China Selatan. Semasa
dinasti Han, pada malam capgome tsb, raja sendiri khusus keluar istana untuk
turut merayakan bersama dengan rakyatnya. Setiap hari raya baik religius maupun
tradisi budaya ada asal-usulnya. Pada saat dinasti Zhou (770 – 256 SM) setiap
tanggal 15 malam bulan satu Imlek para petani memasang lampion-lampion yang dinamakan
Chau Tian Can di sekeliling ladang untuk mengusir  hamahama dan menakuti binatang-binatang perusak
tanaman.
Memasang lampion-lampion selain bermanfaat mengusir hama, yang kini tercipta pemandangan yang indah
dimalam hari tanggal 15 bulan satu. Dan untuk menakuti atau mengusir
binatang-binatang perusak tanaman, mereka menambah segala bunyi-bunyian serta
bermain barongsai, agar lebih ramai dan bermanfaat bagi petani. Kepercayaan dan
tradisi budaya ini berlanjut turun menurun, baik didaratan Tiongkok maupun
diperantauan diseluruh dunia. Ini adalah salah satu versi darimana
asal muasalnya Capgome.

Di barat
Capgome dinilai sebagai pesta karnevalnya etnis Tionghoa, karena adanya pawai
yang pada umumnya dimulai dari Kelenteng. Kelenteng adalah penyebutan secara
keseluruhan untuk tempat ibadah “Tri Dharma” (Buddhism , Taoism dan
Confuciusm). Nama Kelenteng sekarang ini sudah dirubah menjadi Vihara yang
sebenarnya merupakan sebutan bagi rumah ibadah agama Buddha. Hal ini
terjadi sejak pemerintah tidak mengakui keberadaannya agama Kong Hu Chu sebagai
agama. Sedangkan sebutan nama Kelenteng itu sendiri, bukannya berasal dari bahasa
China, melainkan berasal dari bahasa Jawa, yang diambil dari perkataan
“kelintingan” – lonceng kecil, karena bunyi2an inilah yang sering
keluar dari Kelenteng, sehingga mereka menamakannya Kelenteng. Orang Tionghoa
sendiri menamakan Kelenteng itu, sebagai Bio baca Miao. Wen Miao adalah bio
untuk menghormati Confucius dan Wu Miao adalah untuk menghormati Guan Gong.

Cagomeh juga
dikenal sebagai acara pawai menggotong joli Toapekong untuk diarak keluar dari
Kelenteng. Toapekong (Hakka = Taipakkung, Mandarin = Dabogong) berarti secara
harfiah eyang buyut untuk makna kiasan bagi dewa yang pada umumnya merupakan
seorang kakek yang sudah tua. “Da Bo Gong” ini sebenarnya adalah
sebutan untuk para leluhur yang merantau atau para pioner dalam mengembangkan
komunitas Tionghoa. Jadi istilah Da Bo Gong itu sendiri tidak dikenal di Tiongkok.
Cagomeh tanpa adanya barongsai dan liong (naga) rasanya tidaklah komplit.
Tarian barongsay atau tarian singa biasanya disebut “Nong Shi”. Sedangkan
nama “barongsai” adalah gabungan dari kata Barong dalam bahasa Jawa
dan Sai = Singa dalam bahasa dialek Hokkian. Singa menurut orang Tionghoa ini
melambangkan kebahagiaan dan kegembiraan.

Ada dua macam jenis macam tarian barongsay yang satu lebih dikenal sebagai Singa Utara yang penampilannya lebih natural sebab tanpa tanduk, sedangkan Singa Selatan memiliki tanduk dan sisik jadi mirip dengan binatang Qilin (kuda naga yang bertanduk). Seperti layaknya binatang2 lainnya juga, maka barongsai juga harus diberi makan berupa Angpau yang ditempeli dengan sayuran selada air yang lazim disebut “Lay See”. Untuk melakukan tarian makan laysee(Chai Qing) ini para pemain harus mampu melakukan loncatan tinggi, sehingga ketika dahulu para pemain barongsai, hanya dimainkan oleh orang-orang yang memiliki kemampuan silat -“Hokkian = kun tao” yang berasal dari bahasa Mandarin Quan Dao (Kepala kepalan atau tinju),
tetapi sekarang lebih dikenal dengan kata Wu Shu, padahal artinya Wu Shu sendiri itu adalah seni menghentikan kekerasan.
Didepan barongsai selalu terdapat seorang penari lainnya yang menggunakan topeng sambil membawa kipas. Biasanya disebut Shi Zi Lang dan penari inilah yang menggiring barongsai untuk meloncat atau bermain atraksi serta memetik sayuran. Sedangkan penari dengan
topeng Buddha tertawa disebut Xiao Mian Fo. Pada awalnya tarian barongsai ini tidak pernah dikaitkan dengan ritual keagamaan manapun juga, tetapi akhirnya karena rakyat percaya, bahwa barongsai itu dapat mengusir hawa-hawa buruk dan roh-roh jahat. Jadi budaya atau kepercayaan rakyat itulah yang akhirnya dimanfaatkan atau bersinergi dengan lembaga keagamaan. Walaupun demikian pada saat sekarang ini sudah ada aliran modern lainnya yang tidak mengkaitkan dengan upacara keagamaan sama sekali, karena mereka menilai barongsai hanya sekedar asesories untuk nari atau media entertainment saja, seperti juga halnya dengan paying untuk tari payung, atau topeng dalam tarian topeng. Barongsai sebenarnya sudah populer sejak zaman periode tiga kerajaan (Wu, Wei & Shu Han) th 220 – 280 M. Pada saat itu ketika raja Song Wen sedang kewalahan menghadapi serangan pasukan gajah Raja Fan Yang dari negeri Lin Yi. Panglimanya yang bernama Zhing Que mempunyai ide yang jenius dengan membuat
boneka2 singa tiruan untuk mengusir pasukan raja Fan. Ternyata usahanya itu berhasil sehingga sejak saat ini mulailah melegenda tarian barongsai tsb hingga kini. Tarian naga (liong) disebut “Nong Long”. Binatang mitologi ini selalu digambarkan memiliki kepala unta, bertaring serigala dan bertanduk menjangan.Naga di Cina dianggap sebagai dewa pelindung, yang bisa memberikan rejeki, kekuatan, kesuburan dan juga air. Air di Cina merupakan lambang rejeki, karena kebanyakan dari mereka hidup dari bercocok tanam, maka dari itu mereka sangat menggantungkan hidupnya dari air. Semua kaisar di Cina menggunakan lambang naga, maka dari itu mereka duduk di singgasana naga, tempat tidur naga, dan memakai pakaian kemahkotaan naga. Orang Cina akan merasa bahagia apabila mendapatkan seorang putera yang lahir di th naga. Kita bisa melihat apakah ini naga lambang dari seorang kaisar ataukah bukan dari jumlah jari di cakarnya. Hanya kaisar yang boleh menggunakan gambar naga dengan lima jari di cakarnya, sedangkan untuk para pejabat lainnya hanya 4 jari. Bagi rakyat biasa yang menggunakan lambang naga cakarnya hanya boleh memiliki 3 jari saja. Naga itu memiliki tiga macam warna, hijau, biru dan merah, dari warna naga tsb kita bisa melihat kesaktiannya. Naga warna kuning adalah naga yang melambangkan raja. Pada umumnya untuk tarian naga ini dibuatkan naga yang panjangnya sekitar 35 m dan dibagi dalam 9 bagian, tetapi ketika mereka
menyambut th baru millennium di China pernah dibuat naga yang panjangnya 3.500 meter dan dimainkannya di atas Tembok Besar China. Naga tidak selalu dihormati, sebab apabila ada musim kemarau berkepanjangan, maka para petani mengadakan upacara menjemur naga yang dibuat dari tanah liat untuk membalas dendam atau mendemo sang Naga yang tidak mau menurukan hujan, se-akan-akan kaum tani tsb ingin menyatakan “Rasain Lho kering dan panasnya musim kemarau ini!” Terutama di Jkt dan sekitarnya rasanya kurang komplit apabila pawai Capgome ini tanpa di iringi oleh para pemain musik „Tanjidor” yang menggunakan instrument musik trompet, tambur dan bajidor (Bedug). Orkes ini sudah dikenal sejak abad ke 18. Konon Valckenier gubenur Belanda pada saat itu sudah memiliki rombongan orkes tanjidor yang terdiri dari 15 orang pemain musik. Tanjidor biasanya hanya dimainkan oleh para budak-budak, oleh sebab itulah musik Tanjidor ini juga sering disebut sebagai „Sklaven Orkest”.

VALENTINE DAY

valentine day adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya.

sejarah tentang valentine

Sejarah I
Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera

Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan berlari-lari di jalanan kota Roma sambil membawa potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai dijalan. Sebagian ahli sejarah mengatakan ini sebagai salah satu sebab cikal bakal hari valentine.

Sejarah II
Menurut Ensiklopedi Katolik, nama Valentinus diduga bisa merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda yaitu dibawah ini:

* pastur di Roma
* uskup Interamna (modern Terni)
* martir di provinsi Romawi Afrika.

Hubungan antara ketiga martir ini dengan hari raya kasih sayang (valentine) tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti dari emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada tahun 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine (14 Februari), di mana peti dari emas diarak dalam sebuah prosesi dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu dilakukan sebuah misa yang khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.

Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santo yang asal-muasalnya tidak jelas, meragukan dan hanya berbasis pada legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.

Sejarah III
Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sastrawan Inggris Pertengahan bernama Geoffrey Chaucer. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung) bahwa:

For this was sent on Seynt Valentyne’s day (Bahwa inilah dikirim pada hari Santo Valentinus) Whan every foul cometh ther to choose his mate (Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya)

Pada jaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari valentine dan memanggil pasangan Valentine mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi naskah British Library di London. Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada jaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:
* Sore hari sebelum santo Valentinus akan mati sebagai martir (mati syahid), ia telah menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”.
* Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka diam-diam.

Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai martir

Sejarah IV
Valentine adalah seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ke-III. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Ia sangat membenci kaisar tersebut. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya.

Namun sayangnya keinginan ini tidak didukung. Para pria enggan terlibat dalam peperangan. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasih hatinya. Hal ini membuat Claudius marah, dia segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.

Claudius berfikir bahwa jika pria tidak menikah, mereka akan senang hati bergabung dengan militer. Lalu Claudius melarang adanya pernikahan. Pasangan muda saat itu menganggap keputusan ini sangat tidak masuk akal. Karenanya St. Valentine menolak untuk melaksanakannya.

St. Valentine tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia. Aksi ini akhirnya diketahui oleh kaisar yang segera memberinya peringatan, namun ia tidak menggubris dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin.

Sampai pada suatu malam, ia tertangkap basah memberkati salah satu pasangan. Pasangan tersebut berhasil melarikan diri, namun malang St. Valentine tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis hukuman mati dengan dipenggal kepalanya. Bukannya dihina oleh orang-orang, St. Valentine malah dikunjungi banyak orang yang mendukung aksinya itu. Mereka melemparkan bunga dan pesan berisi dukungan di jendela penjara dimana dia ditahan.

Salah satu dari orang-orang yang percaya pada cinta kasih itu adalah putri penjaga penjara sendiri. Sang ayah mengijinkan putrinya untuk mengunjungi St. Valentine. Tak jarang mereka berbicara lama sekali. Gadis itu menumbuhkan kembali semangat sang pendeta. Ia setuju bahwa St. Valentine telah melakukan hal yang benar alias benul eh betul.

Pada hari saat ia dipenggal alias dipancung kepalanya, yakni tanggal 14 Februari gak tahu tahun berapa, St. Valentine menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis putri sipir penjara tadi, ia menuliskan Dengan Cinta dari Valentinemu.

Pesan itulah yang kemudian mengubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta, sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha mengenyahkan cinta.

KESIMPULANNYA
Dari semua asal usul atau sejarah diatas bisa disimpulkan bahwa “hari valentine memiliki latar belakang yang tidak jelas sama-sekali”, baik dari ceritanya maupun waktu terjadinya.

WHITE DAY

White Day adalah hari memberi hadiah untuk wanita yang jatuh tanggal 14 Maret. Perayaan ini berasal dari Jepang dan bukan tradisi Eropa atau Amerika. Hadiah berupa marshmallow atau permen diberikan sebagai balasan atas hadiah cokelat yang diterima pria sebulan sebelumnya di Hari Valentine. Di zaman sekarang, hadiah yang diberikan untuk wanita yang disenangi dapat berupa bunga, saputangan, perhiasan, atau barang-barang lain yang disukai wanita.

Pertama kali dirayakan tahun 1980 di Jepang, perayaan ini sekarang juga dirayakan di negara Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, dan Indonesia. Perayaan Hari Putih berawal dari strategi koperasi produsen permen Jepang yang ingin meningkatkan penjualan permen. Bahan baku permen adalah gula yang berwarna putih sehingga disebut Hari Putih. Ide perayaan diambil dari “Hari Marshmallow” yang merupakan acara promosi kue marshmallow Tsuru no ko yang diadakan toko kue di kota Fukuoka.

BLACK DAY

Black Day atau Hari Hitam adalah hari yang diperingati tanggal 14 April di Korea Selatan oleh pria dan wanita yang tidak punya pacar dan tidak menerima hadiah di Hari Valentine maupun White Day.

Pria dan wanita yang tidak punya pacar merayakan Black Day dengan berpakaian serba hitam dan menghadiri acara kumpul-kumpul secara informal dengan rekan senasib. Acara diisi dengan makan mi bersaus kental berwarna hitam yang disebut Jajangmyeon dan minum kopi hitam

Perayaan Black Day merupakan serangkaian hari peringatan yang dibuat untuk mempromosikan barang dan dilangsungkan setiap bulan tanggal 14. Perayaan dimulai di awal tahun dengan Hari Buku Harian (14 Januari), Hari Valentine (14 Februari), White Day (14 Maret), Blac

ASAL USUL IMLEK

Asal-usul perayaan Tahun Baru Cina terlalu tua dan lama untuk dikaji. Walau bagaimanapun, pendapat umum mengatakan, perkatan Cina, ‘Nian’ atau yang bermaksud ‘tahun’ dalam bahasa Melayu, adalah nama untuk raksasa yang sering mencari mangsa pada malam sebelum tahun baru bermula.

Menurut lagenda, Nian mempunyai mulut yang sangat besar, dan mampu menelan ramai manusia dengan satu gigitan. Manusia pada waktu itu sangat takut akan raksasa Nian ini. Pada satu hari, kebun buluh yang berdekatan kampung orang-orang cina terbakar. Buluh-buluh yang terbakar itu meletup dan mengeluarkan bunyi yang sangat kuat seperti mercun. Ini telah menakutkan Nian lalu ia tidak berani untuk pergi brdekatan dengan kampung itu. Orang-orang tua juga telah berpesan agar orang-orang kampung menggantungkan kertas berwarna merah di pintu-pintu dan tingkap-tingkap rumah mereka pada setiap waktu menjelangnya tahun baru, dikhuatiri Nian akan mengganas semula. Warna merah sangat ditakuti oleh Nian, dan mampu menghalau raksasa itu.

Begitulah lagenda yang dipercayai oleh masyarakat Cina. Amalan bermain mercun dan menggantung kertas merah masih diteruskan hingga hari ini, walaupun ada di antara masyarakat muda-mudi Cina tidak tahu tujuan sebenar amal tersebut dilakukan. Mereka hanya beranggapan bahawa amalan tersebut cuma akan menceriakan lagi sambutan tahun baru.

Lampion :

Lampion atau Teng Lo Leng atau Teng Lung, pada awalnya dipakai pada saat ronda malam untuk mencari buronan kejahatan, biasanya lampion ditambah tulisan mandarin dan berwarna merah.

Biasanya digunakan di klenteng pada waktu tanggal 15 bulan 7 dan imlek, unutuk tanggal 15 bulan 7 (Cio Ko) biasanya dipakai lampion warna putih untuk penerangan para arwah, sedangkan untuk imlek dipakai warna merah.

Salah satu cerita mengenai asal- usul lampion:

Pada zaman dinasti Ming, ada perampok yang budiman dengan nama Lie Cu Seng di kota Kaifeng, dia biasanya merampok ke orang kaya untuk dibagikan ke orang miskin, dan Lie Cu Seng juga mempunyai gerombolan anak buahnya.

Pada suatu saat dia berencana untuk menyerang kota raja, sebelum melaksanakannya dia mensurvey terlebih dahulu, dan dia mendapat bahwa persepsi / pandangan masyarakat tentang kelompoknya negative atau kejam, Lie Cu Seng menjadi bingung dan unutuk merubah nama buruknya, dia berpura-pura jadi rakyat dan memberi pengumuman bahwa jangan percaya berita tersebut, dia menyuruh semua rakyat miskin untuk menggantung lampion di depan rumahnya maka perompak akan memberikan hasil rampokkannya, dan pada malam harinya dia merampok orang kaya dan membagikannya di rumah-rumah yang terdapat lampion.

Sejak saat itu lampion menjadi terkenal, sebagai rasa terima kasih kepada Lie Cu Seng rakyat memasang lampion, dan pada akhir tahun baru masyarakat juga memasang lampion sebagai tanda mohon berkah, Ping An di akhir tahun baru.

tahun demi tahun. orang-orang pada mengunakan lampion menyampaikan doanya lewat lentera terbang dimalam imlek SHA CAP MEI dan malam CAP GO MEI

Angpau
Antara sebab mengapa Tahun Baru Cina dinanti-nantikan oleh kanak-kanak ialah pemberian ‘angpau’ atau sampul merah yang berisi duit. Bagi yang belum berkahwin, mereka layak untuk menerima angpau.

Pemberian wang atau angpau ini adalah untuk mengucapkan selamat bagi tahun tersebut dan berharap memperolehi kekayaan dan nasib yang baik untuk tahun tersebut. Wang tersebut juga boleh digunakan untuk membayar hutang yang tertunggak.

Mercon dan tarian singa
Mercon dan tarian singa amat sinonim dengan sambutan perayaan Tahun baru Cina. Mercon dimainkan untuk menghalau makhluk jahat yang sering menganggu ketenteraman manusia. Namun begitu, dari satu tahun ke tahun yaang lain, mercon sering dimainkan untuk menandakan musim perayaan yang akan tiba.
Tarian singa adalah persembahan tarian yang penuh dengan kesenian dan menjadi simbol yang menakjubkan bagi masyarakat Cina. Biasanya ia dimainkan oleh dua pemain, dan memakan waktu yang lama untuk berlatih sebelum seseorang itu benar-benar mahir.

Pantang larang dan perlakuan ketika sambutan Tahun Baru Cina
Pembersihan rumah
Seluruh kawasan rumah mesti dicuci sebelum tibanya tahun baru. Pada malam tahun baru, semua penyapu, mengepel dan semua jenis alat mencuci di simpan di tempat yang selamat. Menyapu dan mengemas tidak patut dilakukan pada hari tahun baru, kerana mengikut kepercayaan masyarakat Cina, nasib baik akan disapu bersama dengan sampah-sampah tersebut. Selepas tahun baru, lantai rumah akan disapu, bermula dari pintu ke tengah rumah dan diletak di penjuru. Sampah-sampah yang disapu itu tidak akan dibuang sehinggalah hari ke 5 perayaan.

Ambil yang jernih, buang yang keruh
Bermain mercon pada malam Tahun Baru adalah satu cara untuk mengucapkan selamat tinggal kepada tahun yang akan ditinggalkan, dan meraikan ketibaan tahun baru. Pada satu ketika di tengah malam tahun baru, semua pintu dan tingkap mesti dibuka untuk membenarkan tahun yang lama pergi.

Aktivitas di Tahun Baru
Semua hutang sepatutnya telah dibayar pada ketika ini. Semua orang perlu menjaga perlakuan masing-masing pada ketika ini. Dilarang sama sekali menggunakan perkataan-perkataan kotor yang membawa maksud sial dan tidak baik. Merujuk kepada tahun yang lepas pun dilarang pada hari tahun baru kerana segala-segalanya mestilah maju ke depan dan tidak boleh memandang ke belakang lagi.

Dilarang sama sekali menangis pada tahun baru, kerana dikuatirkan orang tersebut akan menangis sepanjang tahun tersebut.

Kebersihan dan penampilan diri
Pada hari tahun baru, dilarang sama sekali mencuci rambut, karena perlakuan ini akan mengakibatkan orang tersebut mambasuh pergi segala nasib baik untuk tahun baru itu. Pakaian merah digalakkan untuk dipakai. Merah dianggap warna cerah dan terang, yang memungkinkan pemakainya memperolehi masa depan yang terang. Dipercayai bahawa, cara pemakaian pada tahun baru menentukan nasib seseorang itu pada tahun tersebut. Kanak-kanak, saudara-dekat dan orang yang belum kawin diberi angpau untuk masa depan yang cerah.

Kalender Lunar Cina
Kalender lunar Cina merupakan kalendar yang tertua di dunia, digunakan sejak 2600 Sebelum Masihi. Pengggunaan kalender ini diperkenalkan oleh maharaja Huang Ti. Seperti kalender barat, kalender lunar Cina juga berdasarkan pergantian tahunan yang mana permulaan tahun dimula berdasarkan pergantian bulan. Oleh sebab itu, permulaan tahun bagi kalender Cina jatuh di sekitar bulan Januari dan Februari.

Satu putaran lengkap bulan mengelilingi bumi memakan masa selama 60 tahun dan terdiri daripada 5 putaran yang setiap satunya memakan masa selama 12 tahun. Kalendar lunar Cina menamakan setiap tahun berdasarkan 12 binatang.

Masyarakat Cina percaya bahawa setiap manusia yang lahir mempunyai pengaruh terhadap personaliti dan sikap berdasarkan binatang yang dinamakan pada tahun manusia tersebut dilahirkan.

Kelinci
1927, 1939, 195,1 1963, 1975, 1987, 1999,2011,

Naga
1928, 1940, 1952, 1964, 1976, 1988, 2000, 2012

Ular
1929, 1941, 1953, 1965, 1977, 1989, 2001, 2013

Kuda
1930, 1942, 1954, 1966, 1978, 1990, 2002, 2014

Kambing
1931, 1943, 1955, 1967, 1979, 1991, 2003, 2015

Monyet
1932, 1944, 1956, 1968, 1980, 1992, 2004, 2016

Ayam
1933, 1945, 1957, 1969, 1981, 1993, 2005, 2017

Anjing
1934, 1946, 1958, 1970, 1982, 1994 ,2006, 2018

Babi
1935, 1947, 1959, 1971, 1983, 1995, 2007, 2019

Tikus
1924 1936 1948 1960 1972 1984 1996, 2008, 2020

Lembu
1925, 1937, 1949, 1961, 1973, 1985, 1997, 2009, 2021

Harimau
1926, 1938, 1950, 1962, 1974, 1986, 1998, 2010, 2022

Hiasan Tahun Baru Cina
Sebelum sambutan Tahun Baru Cina, keluarga Cina akan menghias rumah dengan pasu-pasu berisi bunga yang sedang mekar berkembang, kantong-kantong berisi jeruk, dan juga kantong berisi 8 jenis buah kering yang manis. Di dinding dan pintu pula akan digantung dengan hiasan indah seperti puisi dan ucapan tahun baru yang dilukis di atas kertas merah.

Jeruk
Kebiasaannya bagi orang Cina, mereka akan membawa satu tas yang berisi jeruk dan angpau yang akan diberikan apabila melawat kawan dan keluarga sepanjang dua minggu sambutan Tahun Baru Cina. Mengikut kepercayaan orang Cina, jeruk yang masih mempunyai daun terlekat padanya membawa maksud hubungan seseorang dengan yang lain akan erat terjalin. Manakala bagi yang baru berkahwin pula, ini melambangkan hubungan perkahwinan yang terjalin akan mekar sehingga mendapat anak yang ramai. Jeruk adalah lambang kepada kegembiraan bagi masyarakat orang Cina.

Kantong Manisan
Kantong manisan ada yang berbentuk bulat atau segi mempunyai pelbagai jenis manisan agar Tahun Baru dimulakan dengan penuh ‘kemanisan’. Setiap manisan dalam kantong melambangkan tuah yang tersendiri:

* manisan tembikai – melambangkan pertumbuhan dan kesihatan yang baik
* kuaci – malambangkan kegembiraan, kebenaran dan kejujuran
* butir leci – melambangkan ikatan kekeluargaan yang erat
* kumkuat (sejenis jeruk) – kekayaan
* manisan kelapa – keakraban
* kacang tanah – kehidupan berkekalan
* longan – melambangkan seseorang akan memperoleh banyak anak lelaki yang baik
* buah teratai – banyak anak

* ASAL USUL TAHUN BARU *

Tahun baru adalah suatu perayaan di mana suatu budaya merayakan berakhirnya masa satu tahun dan menandai dimulainya hitungan tahun selanjutnya. Budaya yang mempunyai kalender tahunan semuanya mempunyai perayaan tahun baru. Hari tahun baru di Indonesia jatuh pada tanggal 1 Januari karena Indonesia mengadopsi kalender Gregorian, sama seperti mayoritas negara-negara di dunia.

Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SMsehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalamkalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama penggantiJulius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus

* ASAL USUL NATAL *

Tanggal sesungguhnya dari kelahiran Kristus tidak diketahui, tetapi 25 Desember dipilih karena hari itu bertepatan dengan festival-festival besar kafir dari berbaliknya tahun, pesta garis balik musim dingin baik Saturnalia Romawi dan Celtic (Indo Eropa) maupun Jerman. Gereja mengambil kesempatan untuk mengkristenkan festival-festival ini (sinkristisme).

Sumber-sumber ensiklopedia menyatakan, bahwa pada pertengahan abad 4 barulah Natal menjadi pesta yang diakui, dan tanggalnya telah ditentukan yaitu 25 Desember.

Sebenarnya, fakta-fakta seperti yang dinyatakan oleh Alkitab, bahwa gembala-gembala dan kawan dombanya di padang rumput pada malam hari, dan juga faktor-faktor lain menunjukkan bahwa kelahiran Kristus lebih sesuai pada bulan September atau permulaan Oktober.

Karena selama musim dingin, seperti pada akhir Desember, gembala dan kawan dombanya tidak akan berada pada padang terbuka tetapi di dalam ruangan musim dingin.

Pohon Natal menjadi pusat dari perayaan-perayaan Natal gereja, dan di sekitar itulah kisah kelahiran Kristus diceritakan atau digambarkan sedemikian rupa, sehingga Natal di-identifikasikan dengan pohon Natal atau sebaliknya.

Demikian juga sedikit diantara kita yang tahu mengapa pada mulanya sebuah pohon kemudian sebuah pohon fir (sanobar), sejenis pohon yang berdaun selalu hijau pada musim dingin, telah dipilih untuk perayaan-perayaan Natal.

Alkitab menjelaskan bahwa bangsa-bangsa penyembah berhala menyembah benda-benda alam atau sesuatu yang dibuat oleh manusia. Kita juga tahu bahwa hal ini adalah kekejian bagi Allah dan bahwa Dia melarang hal-hal ini dipergunakan oleh umat pilihanNya.

Pohon-pohon disembah oleh orang Druid, mereka mempunyai pohon-pohon oak keramat/suci. Bidat orang Druid adalah salah satu dari bidat-bidat yang tidak akan dikompromi oleh orang Romawi dan ini mungkin oleh karena praktek pengorbanan manusia oleh mereka. Dalam tahun 60 Masehi, pusat-pusat perkumpulan mereka dimusnahkan dan pohon-pohon keramat mereka (oak atau ék) dimusnahkan secara sistematis.

Bergerak ke Jerman, kita melihat suatu kebiasaan kafir yang berkaitan dengan penyembahan pohon dan penggunaan pohon-pohon dan dahan-dahannya untuk manfaat kepercayaan mereka. Mereka memakai dahan-dahan pohon sanobar untuk menghiasi rumah mereka pada perputaran tahun, yang jatuh pada tanggal 22 Desember, saat dimana siang hari lebih panjang, bertepatan dengan titik balik musim dingin. Dengan menggunakan dahan-dahan hijau, mereka menguatkan harapan mereka untuk kembalinya musim semi.

Pada abad ke 8, Santo Boniface, seorang misionari Devonshire yang datang ke Jerman, adalah orang yang pertama kali menghiasi sebuah pohon fir (sanobar) untuk menghormati bayi Kristus, dengan demikian ia mengganti pohon oak keramat dari orang Druid. Sejak abad 15 dan seterusnya, pohon-pohon Natal muncul di Jerman Selatan, dan kembali berasal dari penyembahan berhala pohon.

Mulai sejak itu, pohon Natal diperkenalkan ke negeri Eropah lainnya, sebagaimana itu menyebar pertama sekali melalui seluruh Jerman. Tetapi hanya sejak abad ke 17 dan seterusnya, pohon Natal menjadi tersebar luas dan muncul untuk pertama kali sebagai pohon terang dan sebagai pohon dari hadiah-hadiah. Ini diperkenalkan ke Britania Raya pada tahun 1841.

Pada abad ke 19 hal itu dapat diterima di Swedia. Kebanyakan gereja-gereja Protestan menerima pohon Natal sebagai bagian dari perayaan-perayaan Natal, walaupun orang-orang Puritan pada abad 17 menolak sama sekali untuk mengakui perayaan Natal, dan gereja Presbyterian di Skotlandia tidak mengakui perayaan Natal.

Gereja Roma Katholik sejak lama sekali, bahkan sampai belum lama berselang, menolak pohon Natal sebagaimana mereka tetap setia pada palungan Natal, yang menggambarkan kelahiran Kristus, yaitu suatu kebiasaan yang di perkenalkan oleh Santo Francis dari Asisi, seperti dikatakan bahwa ia yang membuat palungan yang pertama.

Hadiah-hadiah Natal juga ditukarkan sebagai bagian dari perayaan Natal, kebiasaan mana berasal pula dari pesta-pesta akhir tahun orang kafir, yaitu kebiasaan memberikan hadiah kepada satu sama lain. Hadiah-hadiah untuk anak-anak secara tradisi (dipercaya) diletakkan oleh Bayi Kristus atau oleh Santo Nikolas, uskup di Asia Kecil pada abad ke 4, yang menjadi orang suci (Santo) pelindung dari anak-anak.

Santo Nikolas telah berubah menjadi Santa Klaus – suatu sifat yang baik hati dengan janggut putih dan baju merah, yang mengendarai kereta luncur rusa kutub dan turun dari cerobong-cerobong asap untuk mengisi sepatu-sepatu atau kaos kaki yang ditinggalkan baginya diatas tungku perapian.

Nuansa magis Santa Klaus dari salju dan lonceng-lonceng kereta luncur, datangnya dari ceritera dongeng Skandinavia, tetapi baju merahnya dan topinya berasal dari penutup kepala dan turban merah tua dari uskup pada abad pertengahan.

Tukar menukar kartu Natal sekarang telah dilakukan secara universal, mulai muncul di sekitar tahun 1841, sebab beberapa orang yang terkenal telah terlambat menulis keinginan-keinginan hatinya bagi teman dan keluarganya.

Ia menciptakan kartu Natal itu, dan bertahun-tahun kemudian dunia telah mengambil alih kebiasaan ini, dan kita temui kartu-kartu Natal dengan berbagai ungkapan Natal, dan banyak di antaranya tidak menghormati kelahiran Kristus lagi, atau merayakan kelahiranNya, tetapi lebih menjadi ucapan ucapan sosial yang baik.

Tradisi Natal dari lampu-lampu dan lilin-lilin, tumbuhan menjalar ivy, dan mistletoe, dan bunyi nyala kayu bakar, asal mulanya dari festival kafir musim dingin. Bagi Eropah Utara, tumbuhan holly yang selalu hijau dan ivy, adalah simbol kehidupan selama matinya musim dingin, dan mistletoe adalah tanaman suci dari orang Druid. Lampu penerangan dan api juga merupakan bagian yang penting dari upacara-upacara penyembahan berhala: Ini mewakili kembalinya matahari.

Lagu-lagu Natal dimulai sejak usaha gereja untuk mengimbangi musik dan tarian dari pesta-pesta kafir. Kadar agamanya segera ditambah dan ditutupi oleh lagu-lagu (pesta) gembira dan lagu-lagu balada. Makanan (kue-kue) Natal berasal dari pesta-pesta abad pertengahan dan masing-masing daerah memiliki makanan khas tersendiri, untuk menjadi pusat perhatian dalam makan bersama.

Sejak abad ke 4 gereja telah memiliki segalanya tetapi berusaha keras untuk menggunakan kebiasaan-kebiasan kafir, dan menggantinya dengan pesta-pesta Kristen, tetapi juga menggunakan tanggal yang sama dan memelihara paling sedikit sebahagian kebiasaan kafir.

Adalah sungguh amat mudah untuk menjangkau orang supaya menerima Kekristenan dengan cara itu, dari pada menghentikan atau melarang tradisi-tradisi penyembahan berhala ini. Tujuan pengudusan dari hal-hal kafir ini telah sering digunakan oleh para pemuka agama dari segala abad.

Gereja Roma Katholik sangat toleransi dalam hal ini, dan orang-orang Budha dengan mudah menerima Kekristenan bila mereka tetap dapat memelihara patung-patung Budha, Kwam In, dan dewa-dewi Cina, dan hanya menerima Kristus sebagai tambahan.

Yang harus paling disalahkan karena praktek-praktek kompromi atau interpelasi ini, adalah raja Constantine yang secara resmi melembagakan Kekristenan dan begitu banyak orang menjadi “Kristen” yang tidak benar-benar bertobat atau tidak menguduskan dirinya dari kebiasaan-kebiasaan dan tradisi kafir mereka.

Mereka bukan lagi orang yang dipisahkan bagi Tuhan, dan kita melihat dalam abad-abad setelah itu pola yang sama terulang kembali, sewaktu Kekristenan menerima dan menggunakan tradisi kekafiran untuk tujuan mereka.

Bersamaan dengan itu kita melihat gereja menjadi lebih tidak setia (murtad), dan kehilangan kuasanya di dunia. Alkitab jelas sekali memperingatkan kita untuk keluar dari antara kekafiran, dan tidak mengambil alih sesuatu apapun dari praktek-praktek mereka agar tidak terjerat oleh mereka.

Menarik sekali untuk dicatat bagaimana siapnya pohon Natal diterima oleh dunia bila kita lihat di dalam klub-klub malam (night club), hotel-hotel, restoran-restoran dan bahkan di negara-negara seperti Jepang, dimana kebanyakan orang Jepang memiliki pohon Natal di rumah mereka walaupun mereka tidak akan mau menerima, andai kata kita tawarkan Kristus kepada mereka.

Mereka hanya menyukai pohon dan ornamennya (perhiasan) yang berkilau sebagaimana kita semua tahu bahwa perhiasan-perhiasan Natal adalah hasil utama dari produksi export Jepang. Di Jerman, 15 juta pohon sanobar (fir) tumbang dalam setahun untuk merayakan Natal.

Dua hari setelah dunia merayakannya dengan segala macam hiasan seperti itu, pohon-pohon yang ditebang ini tersebar di tepi-tepi jalan, sehingga pemungut sampah harus bekerja lembur untuk membersihkan jalan-jalan dan sampah-sampah kaleng dari semua serakan sampah-sampah Natal. Seperti pagi hari sehabis pesta, Natal adalah saat dimana semua orang mabuk dengan keharusan untuk memberi dan menerima hadiah-hadiah.

Ini adalah suatu demam yang menangkap dan menjerat banyak orang Kristen dan orang dunia, terutama dunia bisnis mengambil keuntungan dari itu, sebagaimana bisnis itu menghasilkan uang berjuta-juta yang dibelanjakan untuk hadiah-hadiah, hanya untuk memenuhi suatu kebiasaan yang didasarkan pada tradisi kafir. Dimana Yesus ditonjolkan ? Apakah InjilNya dinyatakan melalui pengeluaran uang ini ?

Apakah orang-orang kafir terjangkau, apakah jiwa-jiwa yang terhilang diselamatkan oleh jutaan uang yang dibelanjakan untuk Natal yang tidak jelas itu ? Hanya Allah sajalah yang tahu berapa banyak uang yang telah diboroskan oleh orang-orang Kristen yang seyogianya dapat digunakan dan diberikan bagi perkembangan dan kemajuan Injil.

Berapa banyak gereja yang seharusnya dapat dibangun dari dana yang dibelanjakan untuk hadiah-hadiah sekarang ini, sebaliknya berapa banyak orang miskin yang seharusnya dapat ditolong ? Raja Mamon, atau bisnis besar, dengan kata lain, dunia telah mengambil alih Natal seutuhnya dan menggunakannya bagi kepentingan mereka. Secara rata-rata 30 % atau lebih dari penjualan tahunan dalam perdagangan eceran dilaksanakan di sekitar hari Natal.

Orang-orang dalam lingkungan keluarga dan teman-temannya dibawah ikatan yang kuat/berkewajiban untuk memberi satu sama lain hadiah-hadiah Natal, sering kali barang-barang yang hampir tidak ada gunanya bagi si penerima.

Kesimpulannya, adalah mengejutkan bila melihat jumlah uang yang sangat besar yang disia-siakan (diboroskan) untuk pohon Natal, dekorasinya, hadiah-hadiah, makanan dan minuman, dsb., dan bila kita perkirakan bahwa setiap orang Kristen hanya membelanjakan untuk semuanya ini rata-rata US$ 100 setiap tahun.

Maka lebih dari satu milyard orang Kristen akan mem-belanjakan lebih dari 100 milyard US Dollar untuk ini, tetapi mungkin sekali angkanya akan lebih besar dari pada itu, pada beberapa hari di sekitar Natal;

Dan jika di lain pihak kita menimbang apa yang oleh semua gereja di dunia disatukan dalam pengeluaran uang bagi pelayanan misi, jumlah itu tidak akan lebih banyak dari pecahan sangat kecil dari jumlah ini, yang oleh sumber-sumber yang dapat dipercaya menaksir kira-kira 3 – 3,5 milyard US Dollar.

Jadi hanya sekitar 3 – 3,5 %. Apakah iblis tidak mendapat keuntungan dengan taktiknya, jika ia tak dapat melawannya, ia akan ikut bersamanya dan menggunakan itu bagi kepentingannya.

Barangkali sebaiknya kita tidak mendengar hal-hal ini, mungkin kita sebaiknya menutup telinga dan hati kita untuk membicarakan itu, tetapi sudah waktunya bagi orang Kristen di saat Natal dan melawan kebiasaan-kebiasaan dan perayaan-perayaan mereka. Sudah waktunya bagi kita untuk bertanya pada Allah apa yang Ia inginkan pada kita untuk menghabiskan Natal-Natal kita.

Inilah waktunya bagi kita untuk berani menolak kebiasaan-kebiasaan dan yang tidak memuliakan Kristus, dan yang tidak membawa jiwa kepadaNya, tetapi malah melayani dunia bisnis dan pada dunia yang penuk dosa yang tidak mengenalNya.

Bila kita meneliti pertanyan-pertanyaan ini dan kita dipererhadapkan dengan Natal, baiklah kita bertanya pada diri kita apa yang dikatakan oleh Firman Allh tentang hal itu.

ASAL USUL FACEBOOK

ANDA para peselancar dunia maya yang sering berjelajah dari situs satu ke situs lainnya pasti takkan lupa untuk nongkrong atau paling tidak sekedar mampir ke salah satu situs yang lagi meroket saat ini. Situs apa itu? Ya, tentu saja situs facebook! Saat ini siapa yang tidak mengenalnya? Bisa dipastikan orang yang melek huruf dan pernah berinternet pasti mengetahui situs yang satu ini. Bahkan mereka yang dulunya hanya berinternet untuk sekedar membuka email kini pun mulai betah berlama-lama di depan komputer untuk mengulak-ngulik akun Facebook-nya.

Data berbicara saat ini ada sekitar 175 juta profil aktif di situs Facebook dan setiap profil rata-rata memiliki 120 teman. Durasi pengaksesan profil berjumlah sekitar 3 miliar menit/hari dan lebih dari 18 juta pengguna meng-update profilnya setiap hari [data lengkap]. Lebih lanjut, menurut penelitian yang dilakukan oleh Student Monitor, Facebook termasuk dalam jajaran benda/hal kedua yang diingini oleh para pelajar/mahasiswa di AS setelah Ipod.

Tapi tahukah anda bahwa Facebook dulunya hanya sebuah situs eksklusif yang dikhususkan untuk anak-anak kampus Harvard saja? Lalu tahukah anda ternyata si pencipta situs ini pernah digugat di pengadilan atas tuduhan penjiplakan hak intelektual dan source code dari perusahaan lain? Selain itu benarkah Facebook memiliki situs kembaran?
So, bagi yang tertarik lanjut mengetahui seluk beluk facebook lebih dalam berikut akan dipaparkan secuil kisah sejarahnya.
Facebook termasuk dalam kategori situs jejaring sosial seperti Friendster, MySpace, Multiply, Yuwie, dll yang menyediakan media bagi para penggunanya untuk saling bertukar informasi dan berinteraksi. Facebook diluncurkan pertama kali pada tanggal 4 Februari 2006 oleh seorang mahasiswa Harvard University, Mark Zuckerberg. Nama Facebook sendiri diinspirasi oleh Zuckerberg dari sebuah istilah di kalangan kampus seantero AS untuk saling mengenal antar sesama civitas akademiknya. Awalnya para penggunanya hanya dikhususkan bagi para mahasiswa di kampus Harvard University. Lalu kemudian diperluas ke sejumlah kampus di wilayah Boston (Boston College, Boston University, Northeastern University, Tufts University) dan kampus-kampus lainnya seperti Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, and Ivy League. Menyusul kemudian sejumlah kampus lain di AS. Akhirnya, penggunanya lebih diperluas lagi ke sejumlah kampus lain di seluruh dunia. Tanggal 11 September 2006, Facebook membuat satu langkah penting dengan mengizinkan aksesnya ke seluruh netter yang mempunyai alamat email valid, namun, dengan pembatasan usia.

Sejarah dan Perkembangan

Asal mula Facebook berawal ketika Mark Zuckerberg (saat itu mahasiswa semester II Harvard University) membuat sebuah situs kontak jodoh untuk rekan-rekan kampusnya. Zuckerberg yang terinspirasi dari situs Hot or Not menamai situs buatannya Facemash.com. Metode situs ini yaitu menampilkan dua foto pasangan (pria dan wanita), di mana selanjutnya dua pasangan ini akan dipilih oleh para anggota situs mana pasangan yang paling “hot”. Nah, untuk menampilkan foto-foto pasangan di situs ini, Zuckerberg berupaya dengan segala cara mencari foto-foto rekannya dengan cara keliling ‘door-to-door’ untuk meminta foto.1

Saking nekatnya, Zuckerberg membobol akses jaringan komputer kampusnya untuk mendapatkan foto-foto tambahan. Namun aksi ini diketahui pihak kampus dan mereka selanjutnya memblokir situs Facemash.com diikuti dengan tindakan sanksi kepada Zuckerberg dengan ancaman akan memecatnya dari kampus (walaupun ancaman ini tidak jadi direalisasikan). Atas tindakannya itu, Zuckerberg membela diri dengan mengatakan “Tindakan pihak kampus yang memblokir situs facemash.com memang benar alasannya, namun sayang mereka tidak menyadari potensinya yang bisa saja menjadi alat pendongkrak popularitas bagi kampus itu sendiri”. Ia melanjutkan “Cepat atau lambat, nanti juga akan ada orang lain yang membuat situs serupa”.

2004

Tidak kapok, pada semester berikutnya, tepatnya pada tanggal 4 Februari 2004, Zuckerberg membuat sebuah situs baru bernama “The Facebook” yang beralamat URL: http://www.thefacebook.com. Untuk situs barunya ini, Zuckerberg berkomentar sarkas: “Menurutku upaya pihak kampus yang ingin membuat media pertukaran informasi antar civitas akademik yang butuh waktu bertahun-tahun adalah hal yang konyol. Dengan situsku ini, aku bisa mengerjakannya cuma dalam waktu seminggu saja”.2

Saat pertama kali diluncurkan “The Facebook” hanya terbatas di kalangan kampus Harvard saja. Dan sungguh menakjubkan! Dalam waktu satu bulan para penggunanya sudah mencakup lebih dari setengah jumlah mahasiswa Harvard saat itu. Selanjutnya, sejumlah rekan Zuckerberg turut bergabung memperkuat tim thefacebook.com. Mereka adalah Eduardo Saverin (analis usaha), Dustin Moskovitz (programmer), Andrew McCollum (desainer grafis), dan Chris Hughes.

Bulan maret 2004, thefacebook.com mulai merambah ke beberapa kampus lain di kota Boston, AS dan juga ke sejumlah kampus ternama seperti Stanford, Columbia, Yale, dan Ivy League. Tak butuh waktu lama, situs ini telah tersebar penggunaannya di hampir semua kampus di AS dan Kanada. Bulan Juni 2004, Zuckerberg, McCollum dan Moskovitz memindahkan markas ke Palo Alto, California. Di sini mereka turut dibantu juga oleh Adam D’Angelo dan Sean Parker.

 

35 responses to “History

  1. Fenny Goh

    August 21, 2010 at 5:04 am

    nice blog…. info na cukup menarik untuk dikonsumsi ^^
    jgn lupa kungjung balik ya..
    thx..

     
  2. Fenny Goh

    August 21, 2010 at 5:06 am

    nice blog, info na bagus”
    jgn lupa kunjung balik y..
    thx ^^

     
  3. Fenny Goh

    August 21, 2010 at 5:09 am

    jgn lupa kunjung balik y

     
  4. szlovely

    September 23, 2010 at 7:37 am

    @ fenny : Thank’s

     
  5. qemenk

    September 23, 2010 at 8:03 am

    alohaaaa…. mao comment nec buat halloweenX…. ho9 keren CK

     
  6. szlovely

    September 24, 2010 at 1:33 am

    @ Qemenk : Jangan cuma Halloween aj.. yg laen jg keren kok.hehe

     
  7. Netty

    October 25, 2010 at 2:25 pm

    🙂.·.◦†нªηк’s◦.·.:):)
    †♓α♌k γ☺µ

     
  8. Tracey Ster

    December 16, 2010 at 7:17 pm

    Hello. excellent job. I did not anticipate this. This is a excellent story. Thanks!

     
  9. lisa

    December 24, 2010 at 8:05 am

    ‎​​​​♏♏♏ªªªªñÑñ†††ªªªªªPPPP B-)!!!

     
  10. propecia

    January 23, 2011 at 3:32 am

    After research a few of the weblog posts in your web site now, and I actually like your way of blogging. I bookmarked it to my bookmark web site listing and will likely be checking back soon. Pls take a look at my website online as effectively and let me know what you think.

     
  11. Cialis

    January 24, 2011 at 7:08 am

    Once I initially commented I clicked the -Notify me when new feedback are added- checkbox and now every time a comment is added I get four emails with the same comment. Is there any way you can take away me from that service? Thanks!

     
  12. valium

    January 25, 2011 at 5:04 pm

    I discovered your weblog web site on google and examine a number of of your early posts. Proceed to keep up the very good operate. I simply further up your RSS feed to my MSN Information Reader. Searching for ahead to reading extra from you afterward!…

     
  13. melatrol

    January 26, 2011 at 6:28 pm

    There are certainly plenty of particulars like that to take into consideration. That could be a great level to bring up. I offer the thoughts above as general inspiration however clearly there are questions like the one you deliver up where the most important thing shall be working in sincere good faith. I don?t know if finest practices have emerged around things like that, but I’m positive that your job is clearly identified as a good game. Both boys and girls really feel the affect of just a moment’s pleasure, for the rest of their lives.

     
  14. viagra

    January 27, 2011 at 4:51 am

    Oh my goodness! an amazing article dude. Thanks However I’m experiencing concern with ur rss . Don’t know why Unable to subscribe to it. Is there anybody getting identical rss problem? Anybody who knows kindly respond. Thnkx

     
  15. Cialis

    January 27, 2011 at 4:51 am

    That is the proper blog for anybody who wants to find out about this topic. You understand a lot its nearly laborious to argue with you (not that I actually would want…HaHa). You positively put a new spin on a topic thats been written about for years. Nice stuff, just great!

     
  16. Levitra

    January 28, 2011 at 8:35 am

    When I initially commented I clicked the -Notify me when new feedback are added- checkbox and now each time a remark is added I get four emails with the same comment. Is there any manner you possibly can remove me from that service? Thanks!

     
  17. viagra

    January 28, 2011 at 8:39 am

    Spot on with this write-up, I actually suppose this website needs rather more consideration. I’ll probably be once more to read much more, thanks for that info.

     
  18. nail fungus

    January 29, 2011 at 1:35 am

    When I initially commented I clicked the -Notify me when new comments are added- checkbox and now every time a comment is added I get 4 emails with the identical comment. Is there any means you may remove me from that service? Thanks!

     
  19. Vigrx

    January 31, 2011 at 2:46 pm

    I’m usually to running a blog and i actually appreciate your content. The article has actually peaks my interest. I’m going to bookmark your website and preserve checking for brand new information.

     
  20. cialis

    February 2, 2011 at 1:59 am

    I am usually to running a blog and i really admire your content. The article has actually peaks my interest. I am going to bookmark your web site and preserve checking for brand new information.

     
  21. best acne treatment

    February 6, 2011 at 5:03 am

    I’d should verify with you here. Which isn’t one thing I often do! I get pleasure from studying a put up that may make individuals think. Also, thanks for allowing me to comment!

     
  22. cooking games

    February 10, 2011 at 2:00 am

    That is the suitable blog for anyone who desires to seek out out about this topic. You notice so much its nearly onerous to argue with you (not that I really would need…HaHa). You definitely put a new spin on a topic thats been written about for years. Nice stuff, just nice!

     
  23. snake

    February 10, 2011 at 2:55 am

    I was very pleased to search out this web-site.I wanted to thanks for your time for this glorious learn!! I definitely enjoying each little bit of it and I’ve you bookmarked to check out new stuff you weblog post.

     
  24. Free Porn

    February 10, 2011 at 5:27 am

    I’m impressed, I have to say. Actually hardly ever do I encounter a weblog that’s each educative and entertaining, and let me tell you, you have hit the nail on the head. Your thought is outstanding; the problem is something that not enough people are speaking intelligently about. I’m very completely satisfied that I stumbled throughout this in my seek for one thing regarding this.

     
  25. Porn

    February 10, 2011 at 11:57 am

    Can I simply say what a aid to find somebody who actually is aware of what theyre speaking about on the internet. You undoubtedly know methods to deliver a difficulty to mild and make it important. More individuals have to learn this and understand this aspect of the story. I cant imagine youre no more fashionable because you positively have the gift.

     
  26. Poker Forums

    February 13, 2011 at 9:18 pm

    That is the suitable weblog for anybody who desires to find out about this topic. You understand a lot its almost onerous to argue with you (not that I actually would want…HaHa). You definitely put a new spin on a subject thats been written about for years. Nice stuff, simply great!

     
  27. Yongsin sz'lovely

    February 16, 2011 at 4:34 am

    @ ALL : Thanks you… ^^

     
  28. yenni fang

    March 27, 2011 at 11:34 am

    Bagus2 ceritanya,jadi kita sebagai generasi muda bisa tau seluk beluk ttg tradisi2 Ɣªήğ kita lakuin.

     
  29. samuel

    April 7, 2011 at 3:30 pm

    bagus story na

     
  30. Yongsin sz'lovely

    April 14, 2011 at 9:56 am

    @ yeni : yup ^^ betul banget… ^^

     
  31. Cyfrowa Lustrzanka

    April 24, 2011 at 1:19 am

    I appreciate, cause I found exactly what I was looking for. You’ve ended my four day long hunt! God Bless you man. Have a great day. Bye

     
  32. mantis

    April 25, 2011 at 2:31 pm

    Bro, ttg se mian fo, sumber diatas, bro dapat darimana…?
    Thx

     
  33. Yongsin sz'lovely

    June 9, 2011 at 2:12 am

    @mantis : dapat dari google.com

     
  34. android apps

    August 13, 2011 at 5:51 am

    I agree with your D. History Yongsin sz'lovely ( 陈勇新 ), fantastic post.

     
  35. maya

    August 27, 2011 at 6:17 am

    ni blog emg baguz buanget.. Jd nambah ilmu pgtahuan.. Sukses truz..

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: