RSS

Perjuangan hingga akhir susanti demi suami (mohon Bantuan Anda)

09 Nov

Seorang pria muda, Edy Susanyong (29) menderita leukemia AMLM4. Dia dirawat intensif di ruang 704 RS Columbia Asia Medan.
Matanya terpejam. Walaupun dia ingin membuka mata, terasa sulit dan sakit. Rasa sakit sangat terasa di bagian kepala. Jadi, dia hanya bisa berbaring dan sesekali membalikkan badan.

Sementara, istrinya, Susanti (27), berusaha memberikan semangat. Dia berharap agar suaminya kuat menghadapi cobaan tersebut.

“Kami baru menikah pada bulan Mei 2011 lalu. Harusnya, saat ini kami masih berbahagia. Tapi, sebulan menikah, dia sakit kepala. Setelah diperiksa, ternyata menderita leukemia,” ungkap Susanti.

Sebagai istri, lanjutnya, dia tetap memberikan semangat kepada suaminya agar kuat menghadapi hal itu. “Kami kemudian membawa ke RS Gleneagles Singapura. Hasilnya, memang leukemia AMLM4,” ungkap Susanti.

Menurut dokter di Singapura, Endy harus mendapatkan kemoterapi. Namun, biaya untuk sekali kemo mencapai Rp350 juta. “Kami tidak sanggup. Akhirnya pulang,” ucapnya.

Sebenarnya, lanjut Susanti, kata dokter selain kemoterapi juga akan dilakukan transplantasi sumsum tulang belakang. “Seluruhnya biaya mencapai Rp1 milyar. Kami benar-benar tidak sanggup,” ungkapnya.

Dengan segenap upaya dan bantuan beberapa pihak, Endy, tetap diobati di RS Columbia Asia Medan. Saat ini, kondisinya masih sangat lemah. Soalnya, jumlah lekositnya sangat tinggi.

Menurut Susanti, sebagai pengantin baru, mereka baru saja merencanakan membuka usaha game. Mereka berdua ahli komputer.

“Tetapi, rencana itu tidak bisa dilanjutkan karena suami saya seperti ini,” sebut Susanti.

Dari keluarga, katanya, mereka tidak bisa berharap banyak. Malah, Endy, sebagai anak laki-laki satu-satunya, merupakan tumpuan dan harapan ayah dan ibunya.

Ayah Endy, Tonimin (73) hanya bekerja sebagai sopir mengantarjemput anak sekolah swasta ternama di Medan. Sedang ibunya, Ahong (64) baru pensiun dari jualan sarapan di Pasar Sambas Medan.

“Sebagai istri, saya mencintai suami saya. Saya akan berusaha sekuat tenaga sampai titik darah terakhir untuk membuat suami saya sembuh lagi. Kami ingin melanjutkan cita-cita kami. Kami ingin membahagiakan orangtua kami,” sebut Susanti.

Berbagai upaya sudah dilakukannya. Dia mendatangi beberapa club sosial yang ada. Tapi, mereka menolak dengan alasan penyakit itu sulit diobati.

” Informasi yang saya dapat, penyakitnya bisa sembuh jika memang transplan sumsum tulang belakang. Mungkin di Cina, Taiwan atau India lebih murah. Tapi, walaupun begitu, kami sudah tidak cukup biaya lagi,” ungkapnya.

Beberapa rekan dan kerabatnya datang menjenguk. Salah seorang kerabat, Erlina, mengaku iba melihat perjuangan pengantin baru tersebut. “Saya berharap, ada juga donatur lain yang bisa membantu Endy,” ucap Erlina.

( SUMBER : http://www.analisadaily.com/news/read/2011/11/09/20878/perjuangan_hingga_akhir_susanti_demi_suami/ )

Friends tolong bantu like ya website szlovely ya..
http://m.facebook.com/pages/Website-szlovely/238542642872131
1 like sgt bearti bgt buat web szlovely
bantu boardcast ya sis n bro.. ​​ °• ☆ tзήgĸĩυ ☆ •°

 
Comments Off on Perjuangan hingga akhir susanti demi suami (mohon Bantuan Anda)

Posted by on November 9, 2011 in News

 

Comments are closed.

 
%d bloggers like this: