RSS

CINTA IBU KEPADA ANAKNYA

04 Nov



Di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua renta, hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit. Sang ibu seringkali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya itu. Sang anak mempunyai tabiat yang sangat buruk, yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam, dan masih banyak lagi yang membuat sang ibu sering menangis meratapi nasibnya yang malang. Namun begitu, si ibu tua itu selalu berdoa agar anaknya dapat sadar dan bertobat atas perbuatannya.Suatu hari, si anak kembali mencuri di sebuah rumah salah satu penduduk desa. Namun malang, nasib si anak, dia tertangkap oleh warga penduduk desa setempat. Lalu ia dibawa ke hadapan pengadilan kerajaan untuk diadili sesuai dengan kebiasaan peraturan kerajaan. Setelah ditimbang berdasarkan sudah seringnya ia mencuri, maka tanpa ampun lagi sang anak lelaki tersebut dijatuhi hukuman pancung. Pengumuman hukuman pancung tersebut disebarkan ke seluruh penduduk desa. Hukuman pancung akan dilaksanakan esok harinya di depan rakyat desa dan kerajaan tepat pada saat loceng kerajaan berdentang menandakan pukul enam pagi.Berita hukuman pancung itu akhirnya sampai ke telinga ibunya. Ia menangis meratapi anak yang sangat dicintainya, sambil berdoa kepada Tuhan.
Dengan tertatih-tatih si ibu tersebut mendatangi sang raja dan memohon agar anaknya dapat dibebaskan, tapi keputusan hukuman gantung sudah bulat dan tidak bisa diganggu gugat, si anak tetap harus menjalani hukuman tersebut. Dengan hati yang hancur dan perasaan sedih yang mendalam si ibu itu kembali ke rumahnya di desa.Keesokan harinya, di tempat yang sudah ditentukan/ditetapkan, seluruh rakyat berbondong-bondong untuk menyaksikan hukuman pancung tersebut. Sang algojo sudah bersiap dengan alat pancungnya, dan si anak tadi sudah pasrah menantikan saat ajal menjemputnya. Terbayang di mata si anak itu pada wajah ibunya yang sudah tua. Tanpa terasa dia menangis menyesali perbuatannya.Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai pada waktu yang ditentukan, lonceng kerajaan belum juga berdentang. Suasana mulai berisik. Sudah lewat 10 menit dari waktunya. Akhirnya didatangilah petugas yang bertugas membunyikan lonceng di kerajaan. Penjaga yang bertugas membunyikan lonceng tersebut juga mengaku heran, karena sudah dari tadi ia menarik tali lonceng, tapi suara dentangannya tidak terdengar.Ketika mereka sedang dalam keadaan terheran-heran, tiba-tiba dari tali yang di pegannya untuk membunyikan lonceng mengalir darah, darah tersebut datangnya dari atas, berasal dari tempat dimana lonceng diikat. Dengan jantung berdebar-debar, seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas untuk menyelidiki sumber darah tersebut. Dan tahukah anda apa yang terjadi setelah itu? Ternyata di dalam lonceng besar tersebut ditemukan tubuh si ibu tua dengan kondisi kepala yang hancur berlumuran darah. Dia memeluk bandul di dalam lonceng yang mengakibatkan lonceng tidak berbunyi, sebagai gantinya kepalanya yang terbentur ke dinding lonceng.Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan menetaskan air mata. Sementara sang anak meraung-raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan. Dia menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya selama ini. Ternyata malam sebelumnya si ibu itu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikatkan dirinya di lonceng tersebut serta memeluk besi yang ada di dalam lonceng tersebut, untuk menghindari hukuman pancung anak kesayangannya.

“Sungguh Cinta IBU kepada anaknya hingga akhir hayatnya”.
selamat hari ibu

Bagaimana menurut pendapat Anda dengan cerita ini?? di comment ya… ^^

 
Comments Off on CINTA IBU KEPADA ANAKNYA

Posted by on November 4, 2011 in Story Lovely

 

Comments are closed.

 
%d bloggers like this: